E’diaLage

BALADA PLN

sijonisikipak

  • Hussh .. diem elo , orang Indonesia lagi nyusun strategi global jangan berisik..! Pake’ rumus baru “Rumus Ki Abdul Manteb” 180 derajat dijamin ‘beda’
  • Weekkekekeekke.. rumus “tampil beda” ya.. weeekekekeeee.. semoga suksesss..rumus kebatinan ya pantes listriknya byar-pet butuh gelap dan sekaligus mengurangi ketergantungan ya..ini baru beda..weekekekeeeek..

simanto

hmm.. hebat..hebat..orang pada bikin nuklir elo pade berencana balik pake obor..
bener-bener menjaga lingkungan hidup..hebat..Oom bagi pisang dong.

~

Konon ada sebuah kisah tentang manifesto anti korupsi . Tak pandang bulu dan tak peduli dengan kelengkapan persyaratan maupun katagori korupsi yang harus disempurnakan sebab issu politik sudah mendesak dan perbaikan bisa sambil jalan

Konon juga “manifesto sakit hati” lebih penting untuk didahulukan , sebagai balas dendam karena dulu merasa ngga pernah kebagian dan mejanya selalu dilewati .

Kalau nanti ternyata kasusnya dipengadilan kekurangan pembuktian maka semuanya ada di antrean urusan belakangan .

Yang penting populer dan memperlancar karier serta pekerjaan yang telah sekian lama ditelantarkan dan diabaikan .

Salah satu rekaman yang dihasilkan adalah Lagu Balada PLN
Setelah diobrak-abrik tanpa perencanaan matang maka sekarang dipersalahkan dan mungkin sebentar lagi lebih dikroyok ramai-ramai karena ngga mampu melayani listrik dengan baik .

Kunci nada : x minor+6
Tempo : 125.000 bps (vox soprano chipmunk)
Komposisi : campur sari ( klasikrock & dansa tradisional)
Instrument solist : panci dan ember (canon)

Rekaman diproduksi Label International “Fuckyou baby Musicindo”

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

8 Responses to “ E’diaLage ”

  1. Mas Jsop,

    Ini kasus PLN di Medan ya?

  2. He enak aja , memang di Medan sudah ribut sampai demo ke DPRD , tapi dirumah saya (BSD) kemaren juga “pet” berjam-jam . Naga-naga nya kita semua sebentar lagi akan mengalami giliran .

    Mau ngga mau , lha wong kebutuhan lebih tinggi dari kemampuan pasokan (besar pasak daripada tiang) kata pepatah kuno.

    Mari kita berdoa semoga Tuhan membantu kita . (*apa hubungannya?*) …. ya dihubung-hubungin saja.

  3. Mas baru pulang?
    Mas p seharian krang kring terus hehe , dia baru tau ‘lain ladang lain tanaman’ .

    Saya beri dia pencerahan tentang dunia antah berantah. Hahaha .

    Saya bilang dunia blog kita cuman bisa dikalahkan sama PLN.

    Jadi selama PLN masih eksis , maka semakin banyak pahlawan yang akan muncul.

    Tul’kan?

    jaman seperti sekarang ini membutuhkan orang-orang yang bisa “mengerti”
    merunduk saja lah.. sapa mereka dengan hati nurani , Insya Allah bangsa ini bisa bangkit lagi.

  4. Sebuah fenomena baru berusaha muncul kepermukaan :
    “Kembalikan minyak tanah ke dapur kami , jangan hak memasak kamipun dirampas ”

    Kasihan pak SBY , maju kena mundur kena . Untung bukan kita yang terpilih jadi presiden ya..

    (*lha..koq untung?*)

    Iya.. karena saya orang Indonesia , yang senengnya mengomentari problematika orang lain . Saya yang paling tau harusnya kita ‘berpikir seperti apa’ .

    Kalian bangsa Indonesia koq ngga maju-maju , gene’ hare’ protes melulu , kerja dong! kerja yang nyata.

    (*…gw mo kerja ape ye?.*)

  5. bos..
    bukankah ada pasal yg berbunyi…yg berhubungan dgn hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat !!

    tapi apa kita sudah merasa makmur atau sudah bangga dianggep makmur?

    kalo air sudah tak ada lagi, kalo panas bumi tak ada lagi, kalo sumber alam tak mampu lagi menjadi listrik.. apa iya mau pake nuklir ?

  6. Ben , ini yang saya tau lho..saya juga cuman denger-denger dari kabar burung yang sering lewat dirumahku . Kalau ngga salah manuk emprit gerejo .

    Kata si burung “ngga ada bedanya antara pemerintah dan negara” . lho..opo iyo seh..?
    Negara itu kan wilayah kedaulatan semua orang yang hidup didalamnya , atau bisa juga disebut “pemiliknya”

    Sedangkan pemerintah itu kan orang-orang yang ditunjuk untuk mengelola administrasinya , bukan begitu? tolong saya dikoreksi kalau salah .

    Nah..kata si burung lagi, semenjak belanda pulang kampoeng si pemerintah ini selalu akting sebagai pemilik negara karena itu namanya “pemerintah” .
    Lha wong kerjaannya memerintahi melulu , jarang melayani .

    Oleh karena itu si burung emprit tadi bilang “siapa yang bilang kalian udah merdeka?” wong cuman aplusan ,katanya sambil ngeloyor terbang menclok jendela . (…burung kakatua dong)

    Katanya pemilu nanti (2009) pemerintah akan ganti judul (nama) “Pengelola Republik Indonesia”

    yuk..kita tepuk tangan…!

  7. simanto lagi nunggu listrik nyala. :mrgreen:

    Katanya pemilu nanti (2009) pemerintah akan ganti judul (nama) “Pengelola Republik Indonesia”.
    apa bedanya dengan “pemerintah”? emang apa (lagi) yang mau dikelola?

  8. Setuju mas Rully , jangan “pengelola”, pelayan aja.

    Jadi bunyinya : “Pelayan Republik Indonesia”

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara