EtikAneh

lagi2 gw yang jadi bemper!

Tulisan ini saya kutip dari pikiran seorang Budiarto Shambazy (terakhir ketemu saya 10 tahun lalu katanya :) dalam tulisannya dikolom “Politika” harian Kompas .

  • Wakil ketua KPU dan anggauta lainnya berbondong-bondong menemui Presiden dan Wapres untuk minta keringanan hukuman yang menimpa Ketua dan anggauta lainnya.

Apakah ini sebuah etika yang santun serta proporsional dan jauh dari pengertian tidak wajar , karena bila hukum sebagai kekuasaan tertinggi sudah diletakkan , apa gunanya lagi bila masih berusaha untuk ditawar-tawar agar lebih manusiawi atau apapun istilah yang mau digunakan. Dan tragisnya merekapun diterima masuk dalam lingkaran “ring satu” hanya untuk masalah tersebut .

  • Pada saat Amerika meng-invasi Irak , atas nama Hak dan Kedaulatan Wilayah serta masih dibumbui lagi dengan solidaritas sesama masyaraktat Muslim , Indonesia ikut menentang dengan keras penyerbuan serdadu Amerika ke wilayah tersebut .

Namun setelah George W Bush berkunjung ke Istana Bogor , tiba-tiba ada berita Pemeritah Indonesia mau ikut-ikutan berperan aktif dalam konflik internal di wilayah tersebut .

  • Ketika Rochmin Dahuri divonis 7 tahun penjara atas tuduhan korupsi , maka Departemen Kelautan dan Perikanan juga minta keringanan hukuman pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono .

Ada asap pasti karena ada api yang memercik dan membakar sesuatu . Kita memang dibuat tertawa terbahak-bahak atas tontonan sandiwara berjudul “Berantas Korupsi”

Tidak pahamkah mereka semua , bahwa masyarakat sekarang ini dengan jelas menonton ulah dan sandiwara mereka , dari balik jendela kamar tidur mereka , yang hanya berbatas selembar kaca yang transparan dan sangat kasat mata .

Ada diantara mereka penonton yang menangis karena tak mampu menahan kekecewaan. Ada diantara mereka penonton yang terkekeh-kekeh kegelian , karena tukul sudah agak membosankan .
Ada diantara mereka penonton yang diam tak berekspresi sama-sekali , inilah yang kami khawatirkan .

Mereka memang golongan orang yang tak pandai berekspresi dan bertengkar , namun mereka adalah golongan orang yang tak pernah gentar di medan perjuangan .

Selebihnya saya hanya ingin mengomentari sebuah “Etika hasil Mesin Budaya Bangsa saya Bangsa Indonesia” serta menindak-lanjuti ucapan Presiden saya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono , agar masyarakat dan pers berperan aktif untuk “mengkritisi saya” .

Saya disini belum sampai pada tahap mengkritisi , baru menceritakan kejadian yang ada

“Aneh”hanya itu kata yang pas , tepat dan tidak berlebih-lebihan serta tak berkesan mengada-ada.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

8 Responses to “ EtikAneh ”

  1. Saya koq melihatnya dari sudut pandang lain…. bangsa ini ‘pemaaf’ …… atau bagaimana ?

    mas, dua malam lalu saya ketemu Oom Bob Tutupoli di sebuah acara “koq kuping saya langsung terngiang :” mengapaaa..tiada maaaff bagimu….” :)

  2. Kekuasaan tertinggi ada di tangan rakjat toh?
    Lah presiden khan rakjat djuga…wekekekekeke :D
    Rakjat memaafkan rakjat djuga (terdakwa), walaupun sudah membuat penderitaan jutaan rakjat lain…hehehe :D

    Saya sih bisa aja memaafkan mereka yg terdakwa, tapi……APALAH SAYA INI ?! hiks… :(

    koq sama ya? nasibnya.. , si “a” , si “b” , si “c” sampai si “z” kuadrat juga bilang gitu lho mas..

  3. Kekuasaan ditangan rakyat yang setelah ditetapkan dalam hukum rakyatpun memilkii derajat yang sama , tak pandang posisi dan jabatan.

    Sependapat pula kalau bangsa kita pemaaf,namun seyogyanya @maaf@ yang pantas dan maaf yang sesuai etika maaf.

    :)

  4. Menurut saya, memaafkan juga perlu prosedur & tar-tib, biar kesalahannya gak diulangin lagi.
    Semisal, sang koruptor di maafken tapi harus mengembaliken minimal 80% nilai income korupsi. (ndak perlu 100%…lah de’e engko urip soko endi, mesak’ ke)

    Jadi presiden juga bisa mempertanggungjawabkan maaf-nya di depan rakjat.
    Dan rakjatpun secara massal akan memaafkannya juga krn diharapkan 80%nya itu kembali u/ kepentingan rakjat djelata djuga.

    Yaaah…apalah saya ini, pak… :(

    kita rakyat bukan sih mas ? kalo rakyat mana cerminnya (kata mas nano lhhoo..)

  5. hehe iya mas.. kalau 600 trilyun bisa balik yang 80% nya , kalau saya beliin kerupuk kampung buat pelengkap lauk makan siang , 52 tahun ngga akan habis-habis ya?

  6. bos..kemarin aku baru ikutan Workshop yg digelar KPK di Jogja.
    Bahwa peran serta masyarakat untuk memberantas korupsi harus ditingkatkan..
    Kalo lapor ya harus ada bukti, jgn sampe nanti jd fitnah kan??

    Masih adakah harapan bhw korupsi bisa diberantas atau dikembangbiakan? Semangat donk.. hehhee

  7. jelas harapan masih ada , hanya saja kita semua tau bahwa KPK ibarat senapan mesin yang pelurunya dibatasi , bahkan sering kekurangan suply.

    KPK sekarang ini ibarat sebuah struktur strukrur dari gerakan budaya yang timpang , karena posisinya secara hukum dan undang-undang masih dipertanyakan . Karena itu pula bila kantong-kantong kebudayaan bisa dibangun dan bergerak secara bersama maka KPK bisa menjadi instrumen pembrangusan korupsi yang jauh lebih efektif.

    Dari sejak awal itulah komitmen Gerakan Kepatutan pada Eryana.H.P.

  8. Surat terbuka bagi presiden saya ,

    Bapak presiden , sudah merasa tepat dan etiskah bapak melayani permintaan segelintir orang , agar bapak menciptakan lagu lalu bernyanyi ‘masuk’ keruang industri yang masih jauh dari tatanan fairness ekonomi .

    Bapak presiden , sudah wajarkah bapak bernyanyi melantunkan lagu-lagu tentang kerinduan perdamaian diatas jutaan kuping orang yang sedang pengap keberisikan dengan slogan .

    Bapak presiden , saya pribadi ingin melihat sosok presiden yang mempunyai visi budayawan . Namun rasanya bukan dengan bernyanyi hal tersebut agar ditampilkan .

    Bapak presiden , satu hal yang pasti .. kami menghormati dan mencintai bapak secara pribadi . Namun kami juga menuntut fungsi Lembaga Ke-Presidenan untuk bertindak cermat dan tangkas dalam mengatasi masalah-masalah yang menimpa kehidupan kami .

    Semoga tulisan ini terbawa angin entah angin darimana saja tidak menjadi penting , yang penting angin yang dapat menelusup melewati ruang-ruang fisik yang membatasi .

    jsop.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara