Alert_Anjrit!

mbah nekat

(Buat bapak-bapak keladi)

Mbah..bade’ tindak pundhi..

Ati-ati lhoo mbah HIV dimana-mana , jangan numpakin_siyem melulu .

(ah..bodo amat..percuma ngasih tau dia..bentar lagi juga knock out sendiri!)

Tahukah sampeyan bahwa penderita baru yang tertular HIV semakin menggila! Apalagi kampanye tentang hal ini sudah dianggap sepi , hal yang lumrah dan biasa-biasa saja.

Bukan lagi sebatas junkies dan pelacur kelas ayam kampung .

Tetapi sudah nemplok anak-anak dengan seragam sekolah yang sering ‘bersilat lidah’ dengan beraneka-ragam temannya (katanya lho..wong sama-sama sekelamin)

Apalagi yang sudah sampai kumpul kambing.

Waspadai anak-anak anda! Jangan terlalu percaya diri semuanya baik-baik saja.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

13 Responses to “ Alert_Anjrit! ”

  1. selaiknya para ODHA untuk tidak dimarginalkan.
    dan untuk pencegahan, ya ‘sarung pengaman’ itu.
    hahaha

  2. Karena itu katanya lebih baik berkawan dengan sejenis , konon lebih aman . Hiiyy….

    Jaman wedan, orang ‘sakit’ bilangnya hanya perbedaan orientasi .
    Nah..kalo hanya ‘beda’ besok-besok memperkosa kambing juga ‘hanya beda’ , hak asasi katanya. hihihi.

    Setan gundul eh..salah mas..sekarang udah pada gondrong dan jenggotan semua . :)

  3. Ngeri Mas … kalau perzinahan sudah dianggap lumrah, dan pelakunya nggak segera kembali ke jalan yang benar. Takut Tuhan menurunkan azab yang lebih besar lagi dari sekedar virus HIV.

    Daripada pakai sarung, lebih baik ‘buka cabang’. Sehat dan bertanggung jawab.

    Salam,
    JS

  4. Beberapa bulan terakhir ini saya ngeri mas ngliat perilaku cewek sekarang , edan nembak langsung . Kita yang dulu biasanya nguber sampai mentok diongkos eh’ anak sekarang malah nyamperin..tapi buntutnya ya ongkos juga..

    Pantesan kampanye sekarang udah ngga dipedulikan lagi , mungkin udah pada jadi pasien semua :(

    Soal sarung , kalau buka cabang jangan pake pengumuman seperti AA.Gym , mas hehehe

    Hasrat hati ingin jujur apadaya malah kujur .

  5. Saya koq malah inget anak-anak perempuanku di rumah.
    Bagaimana jaman mereka nanti…hiks…ngeri! :(
    Apalagi ABG sekarang malah punya motto edan :
    “Hareee geneee…masih perawan ??!!! ”

    Mudah-mudahan bekal dari saya & istri saat ini cukup buat pesangon jiwa mereka nanti.
    Untuk menyerap yg “Hitam” Sebatas kornea dan menyerap yang “Putih” sedalam hati yg tak bertepi.

    Ngeri… :(

    Tuntunan jadi tontonan…Tontonan jadi tuntunan.

  6. ndidik anak pake cara lokal saja mas , pasti aman .
    jangan pake’ gaya Indonesia yang kaga jlasblas.
    dua anak perempuan saya satu semester 3 satu baru selesai smu , InsyaAllah kepegang seterusnya .

  7. bos.. cara lokal seperti apa ya?
    krn skrg, kalo pacaran gak nyrempet..kok gak gaul ya?

    dimana2 kampanye HIV/AIDS.. tapi kok ya kesadaran itu susah banget…

    apa iya Sodom Gomora akan datang lagi ??

  8. Kalo anak panjengan, saya yakin pasti bagus luar dalem. Sapa dulu bapaknya :D

  9. Cara lokal yang saya maksudkan adalah :

    “Peraturan” tidak perlu dan tak usah disampaikan secara lisan apalagi tertulis, dia akan muncul dengan sendirinya bila harmoni dalam wilayah keluarga terjaga.

    Harmoni keluarga tersebut diantaranya adalah:

    Hubungan ayah dan ibu sebagai dua manusia (laki dan perempuan) yang terlahir dari lingkaran adat kultur maupun agamanya .

    Anak-anak saya kebetulan dari tk sampai menyelesaikan smu nya disatu sekolah yang sama (al-azhar bsd) jadi memang lebih mudah mengikuti pola perkembangan pergaulannya.

    Intensitas romantisme kedua orang-tuanya , membuat mereka terasa ‘dekat’ dan selalu menyampaikan informasi tentang kehidupan didunia sesama generasinya. (jadi untuk hal-hal tertentu , saya ngga usah surfing kemana-mana.., anak saya adalah kamera saya)

    Tapi tentu saja ini semua bukan pembenaran ataupun jaminan 100% pasti bener semua mas, Hedi.

    Bisa bablas! juga , kalau takabur

  10. Mas , putra-putrine sampeyan opo koyo bapak-e kabeh…ber-talenta seni …. ?

    iya mas hehehe .. alhamdullilah

  11. Saya punya 2 orang anak, 1 lelaki dan 1 perempuan. Alhamdulillah dengan metode yang mirip dengan “cara lokal” nya mas Jockie keduanya berhasil melewati masa remajanya dengan aman dan keduanya telah menyelesaikan sekolahnya, yang perempuan bekerja disebuah bank swasta dan yang lelaki menjadi seorang arsitek. Walau demikian kita tidak boleh lengah, karena justru banyak yang pada waktu menginjak usia pertengahan baru mulai ancur2an.

  12. betul mas? syukur alhamdiullilah berarti apa yang saya percayai , ternyata ada yang membuktikannya juga.

    Kalau anak kita masih belum sampai menyentuh perguruan tinggi memang sulit membayangkannya , rasanya pasti aman-aman saja . Tetapi benar seperti anda katakan bahaya terbesar adalah justru disaat menginjak dewasa .
    (susah ya .. njelasinnya , kalau belum ngerasaain sendiri)

  13. 0-7 tahun : Perlakukan mereka spt raja

    7-14 tahun (Masa golden age) : perlakukan mereka spt tawanan yg harus tunduk & patuh pada etika keluarga & masyarakat

    > 14 tahun : Rangkul mereka sebagai sahabat

    Kira-kira begitulah yg pernah saya baca, cukup menarik bagi saya :)
    Bagaimana menurut bapak2 yang lain ?

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara