Sehari_Sebelum 17

bendera.JPG

Sehari sebelum 17 Agustus 2007 ,

Ancaman rontoknya kesepakatan ber Indonesia semakin nyata :

Semenjak hari lahirnya era Reformasi hingga hari ini satu demi satu hukum dan peraturan-peraturan dari mulai Peraturan Daerah – Peraturan Menteri – sampai ketataran Peraturan Presiden “Kepres” berpotensi Lumpuh dan mengidap Impotensi kronis menuju kehilangan kekuatan daya legitimasinya .

Aceh – Papua – Maluku – dan terakhir Riau bergolak keras menunjukkan tanda-tanda sudah letih menunggu janji-janji para pemimpin yang katanya adalah orang-orang terpilih atas dasar sistim Demokrasi yang katanya juga dikagumi oleh seluruh dunia.

Silahkan sesumbar sesuka hati anda bahwa negeri ini maju , modern dan sedang menuju kealam globalisasi , dimana disanalah sedang menunggu “Kesejahteraan Rakyat” dan “Kehidupan Modern” yang kelak akan menjadikan bangsa Indonesia bisa setara – sederajat dengan bangsa-bangsa lain didunia .

Tetapi renungan saya hari ini yang pasti adalah ,

Hilangnya etika sebagai orang Indonesia yang semakin ditunjukkan oleh anak-anak muda sebagai ‘agen perubahan’ yang sesungguhnya . Semakin banyak anak-anak muda Indonesia menjadi bangga dengan mimpi-mimpinya , semakin berjarak telapak kaki mereka dengan bumi yang dipijaknya .

Sementara kelompok status quo atau orang-tua bagaikan gerombolan pengidap penyakit HIV yang berperilaku seperti kelompok masyarakat “Fatalism” . Mereka sudah tau tak mampu menanggulangi persoalan Kebangsaan dan seolah sudah sangat sadar berapa lama lagi bisa berkuasa sampai “maut” akan merenggut nyawa . Namun justru kondisi inilah yang sepertinya mereka nikmati kalau bisa sampai akhir hayatnya .

Indonesia ..! Indonesia ..! Aku berseru memanggil namamu , agar engkau tetap setia bersemayam dalam ruang sanubari dan kalbuku .

Apapaun nanti yang akan terjadi .. AKU AKAN SELALU MENJADI ANAKMU!

Aku ANAK PIKIRANMU bukan sekedar ANAK BIOLOGISMU.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

9 Responses to “ Sehari_Sebelum 17 ”

  1. Indonesia,aku cuma bisa mencintaimu dengan sederhana, tidak punya muluk2 seperti mereka.
    Tapi pasti kau tau dan bisa merasa, dimana akan kau letakkan tanda di deretan bilangan untuk menunjukkan nilai ketulusan cinta yang aku punya.

    http://kuke.wordpress.com/2007/08/16/merdeka/

  2. salammmm pitulasan
    sebelum tuguran pitulasan saya hendak ngelinting rokok..terlintas dalam siaran Tipi yang dibawakan oleh T.Arwana..dengan settingan sekolahan ia bertanya pada muridnya…hey anak muda…kamu mau pendidikan indonesia ke depan seperti apa?jawab ia, pokoknya yang KEREN….terhenyak saya mendengarnya…eudan tenan.,.,disaat mau merayakan moment 17an..jawaban anak muda itu seperti sebuah ancaman global bagi dunia pendidikan khususnya anak muda….semangat 28,45,sampai 98….seakan tinggal mimpi…..kalah oleh sikap manut globalisasi….yang penting keren……yang penting MTV
    kenapa yahh kgk ada yang jawab..pokoknya sama mau pendidikan kedepan adalah pendidikan kerakyatan….seperti dentuman Tan Malaka kepada Ki Hajar Dewantara,..,..
    mirissss sekali bung, anak muda sekarang…..maaf bukan melecehkan anak muda sekarang
    salam

  3. Semangat kemerdekaan adalah ‘ganyang’ antek Kapitalis yang menjajah bangsa.

    Tak peduli dia tua atau muda . Singkirkan benalu dari sayap sang Garuda!

    Merdeka!

  4. Itu lho lagu “Padamu Negeri”, apa tidak lama lagi akan berubah menjadi “Padaku Negeri ” ????
    Semuanya menjadi romantisme masa lalu ?

  5. papua aceh maluku riau gak capek lagi mas menunhggu janji janji .gerakan selama ini sebetulnya kan minta lebih diperhatikan oleh pusat untuk realisasi .hati kecil mereka sebetulnya masih sayang ama indonesia.dasar pusatnya aja yang budeg gebleg ndablegyang hanya bisa memberi janji bukan bukti.ditambah lagi muinculnya raja raja mungil di daerah yang bergaya jadi kaisar .selamat ulang tahun indonesiaku .merah putih tetap dihatiku.trimakasih mas

  6. merdeka … !!!…!!!?!!!?…!??!..??!???????

    Kayaknya enakan jaman dulu ya Mas, musuhnya jelas. Pilihan hidup juga jelas. Serang atau diserang. Isy’ kariman au mut syahidan – hidup mulia atau mati syahid, habis perkara (semoga Allah memuliakan mereka, Diponegoro, Tjut Nya’ Din, Sudirman, Hatta, Agus Salim, Zaenal Mustofa, Tuan Guru, Kartini, HOS Cokroaminoto, dll dll, amin).

    Kalau sekarang, penjajahnya lebih banyak. Malah seringkali cara berpikir sebagian kita justru menjajah fitrah kemanusiannnya sendiri.

    Salam,
    JS

    PS : Mas Gito, saya ikut miris :(

  7. [Sudah lama gak nulis komen di sini …]

    Mungkin ndak ya kita belajar dari India? Meskipun demokrasi di sana yang paling hebat (di bandingkan negara Amerika sekalipun), kondisi masyarakatnya masih morat marit. Maksud saya, apa sebaiknya kita fokus kepada kesejahteraan rakyat dulu dan melupakan (untuk sementara) yang namanya demokrasi. Terserah pimpinan maunya gimana, yang penting rakyat sejahtera.

    Dalam kaitannya dengan itu. Mana yang lebih lebih baik: kesatuan Indonesia (tapi rakyat sengsara) atau rakyat bahagia (tapi Indonesia pecah)?

    Maaf kalau ruwet cara pikirnya. (Heran. Harusnya pagi-pagi lebih jernih pikiran ya?)

  8. Salam Merdeka buat Semua ! Salam kenal juga buat Mas JSOP. Wih, rame juga komentar tentang anak muda (bukannya kita pernah muda ya he?) Kalo di-pikir2 sih, kita aja yang mo diajak ‘gila’ sama keadaan. Gila semua-mua, gila sama keinginan kita sendiri, bukan ‘gila dengan keinginan kita bersama’. Lha wong punya duit bukan buat rakyat (baca: kita semua) sejahtera, malah hepi-hepi ama kegilaan sendiri. Jadi gak perlu marah sama orang laen. Marahi diri sendiri. Tapi, siapa sih yang mo marah2 sama diri sendiri? Ada gak ya?

  9. Artilkel diatas adalah tulisan setahun yang lalu .
    Hari ini tepat hitungan setahun yang lalu , 16 Agustus 2008 sehari sebelum 17 Agustus 2008 .

    Alhamdullilah….paling tidak masih bisa saya syukuri bahwa :
    Bendera Merah Putih masih berkibar dan masih dihormati.

    Merdeka!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara