Histeria!

Syahrir/Soekarno/”oportunis gak jelas”/Hatta

Histeria massa yang muncul selalu tak memiliki identitas . Karena itu pula histeria tersebut tidak bisa dipertanggung-jawabkan atas segala akibat dan konsekwensi yang ditimbulkannya .

Negara Republik Indonesia bukan lahir karena sekedar akumulasi dari histeria massa yang terkumpul dari wilayah Sabang sampai Marauke . Tetapi karena kesepakatan dan persetujuan yang konkrit dari seluruh pemimpin / pemuka dan tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai suku bangsa untuk melawan penindasan . Dan setelah mengusir penjajah bersatu dalam sebuah negara yang merdeka serta sepakat melahirkan julukan / nama bagi sebuah Bangsa yang baru, yakni bangsa Indonesia

Karena itu persoalan-persoalan Kebangsaan yang melibatkan berbagai aspek dan kepentingan bangsa-bangsa masyarakatnya , tidak bisa sekedar diteriakkan dijalanan atas nama “demokrasi” oleh satu kelompok masyarakatnya saja . Juga tidak bisa sekedar ‘menunggu’ bentrokan2 yang akan ditimbulkan berikutnya oleh mekanisme massa tersebut , baru ada tindakan konkrit.

Penanggung-jawab pemerintahan harus mampu memiliki sikap dan ketegasan untuk mengambil sebuah keputusan penting , agar masyarakat yang tersebar diseluruh penjuru dan pelosok daerah tidak merasa di-ombang-ambingkan oleh sebuah keadaan yang “gamang” dan tak menentu arahnya .

Kondisi kegamangan tersebut akan menyulut solidaritas orang-orang yang tidak ter-puaskan oleh keadaan yang semakin mengancam kerukunan hidup secara berdampingan dalam sebuah ruang yang damai bagi seluruh warga Nusantara , atas nama Indonesia.

Sikap dan wujud solidaritas tersebut akan berakumulasi menjadi sebuah “Semangat” namun semangat yang berkadar “massa” yang tak jelas identitasnya . Dia bisa berubah menjadi amuk yang destruktif dan menyesatkan serta akhirnya justru malah merugikan kepentingan perjuangan yang di-usung dan dicita-citakan .

Seberapa sadarkah para pemimpin di negeri ini ? Hentikan perilaku yang “plin-plan” , senyam-senyum , tengok kiri-tengok kanan , seperti wayang golek yang dimainkan sesuka sang dalang .

Artikel ini saya tulis sebagai ungkapan kejengkelan atas berbagai penanganan kasus-kasus , dari mulai masalah internal didalam masyarakat kita sendiri sampai dengan “ketegangan” hubungan antar negara , khususnya dengan Malaysia akhir-akhir ini , which is cape’deh..!

(caci maki itu perilaku “banci” dan tidak akan pernah menghasilkan apa-apa selain sekedar “marah” , tapi senyum-senyum seolah-olah “tenang” juga lebih parah lagi)

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

8 Responses to “ Histeria! ”

  1. Maunya arif dan bijaksana mas, nyatanya mau tegas juga ngga punya daya . Boro2 mau tegas spt Soekarno .

    Kalau boleh jujur Soeharto lebih tegas kalo menyangkut kedaulatan wilayah , meski sering dianggap melewati batas2 HAM.

    Tetapi nyatanya beliau pernah diakui sebagai pemipin ASEAN yang kompeten dan tidak ada negara tetangga yang berani macam2.

  2. Eh…mas, gambar-e mungil banget sih…?
    Dari kiri:1. Syahrir 2. Bung Karno 3. ? 4. Hatta.
    Lha no.3 itu siapa sih..? aku kok gak ngenali.
    Dari kejadian akhir2 ini, saya ter-henyak2 baru tahu ternyata ada 1,8 juta TKI mencari nafkah di Malaysia, ta’ kiro cuma ribuan … eh..ternyata “juta-an”.

    iya mas , saya juga masih mikir yang ke:3 itu siapa? ada yang tau ngga ya..?

  3. Pak Indra ysh,
    Justru jumlahnya yang besar itulah sebenarnya keuatan kita. Andai saja pemerintah bisa memberikan lapangan kerja yang memadai untuk 1,8 juta TKI di Malaysia dan mereka pulang ke Indon (semuanya). Saya yakin, Malaysia akan kelimpungan kehilangan tenaga kerja yang sedemikian banyak.
    Tapi apa mungkin pemerintah kita bisa nyedia-in lapangan kerja sebanyak itu ? Dan mungkinkah semua TKI itu masih pengin pulang ? Rasanya cuma bisa terjadi di Republik Mimpi.

    Salam,

  4. Rasanya mencari solusi pekerjaan bagi 1,8 jiwa disaat seperti ini ibarat “ini”. .easy dan simple koq!

    Saya yakin tahun 2007 ini kita bisa memulangkan semua TKW yang tak diperlakukan dengan layak dinegara tersebut kerumahnya masing-masing , lalu akan disediakan lapangan kerja yang memadai dengan service pelayanan publik cukup memuaskan oleh pemda-pemda setempat bagi mereka semua .

    Jangan ada yang bilang saya pesimistis ya.. please deh

    (*si petruk dipojokan berbisik: …euy.! sapa elu euy..!*)

  5. apa negara kita ini udah sumpek sehingga lapangan kerja sulit diciptakan? apa udah pada malas bertani, berkebun, berdagang, nelayan, home industri? ada baiknya menilik negeri tirai bambu, mereka kerja apa ya? padahal jumlahnya 5 kali lipat..

    mas, njenengan ngambil photo dari mana toh? yg ketiga itu photo yang ngedit photo aslinya.
    http://www.geocities.com/lofriman.rm/ ;))

  6. Jangkrik!

    si Paiman ngikut aja..! (*tertipu juga saya*)

    Rasain deh..si paiman mukanya bopeng sekarang.

  7. GILA. Saya sampai terpingkal-pingkal melihat foto-foto si Lofriman itu. Ini anak serius juga. ha ha ha. Terima kasih Supreme atas link-nya.

  8. hehe saya tadinya ngga niat mencari tau siapa orang ketiga itu, tp kok diliat2 masa iya 4 serangkai kok yang satu pake jeans? untung pas diubek2 ngga ada photo godbless/kantata yang diedit, kbayang kan tiba2 yang main kibort 2? makin jangkrik2 aja ntar mas Jockie :D

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara