circle of life

kehidupan

Dulu kita menetek pada susu ibu agar raga tumbuh sehat dan kuat .

Dulu kita belajar pada bapak dan ibu guru agar cerdas dan santun pikiran otak dan hati .

Dulu kita belajar melewati berbagai rintangan yang menjadikan kita memahami kehidupan ini.

Setelah berhadapan lebih dekat dengan Kekuasaan Yang Tunggal serta Yang Esa. Semakin menyesal rasanya kesempatan yang singkat ini telah tersia-sia.

“MENJADI SENANG DAN BAHAGIA”

Satu tujuan yang sama namun bentuk wujud dan rupanya sungguh amat berbeda dimata masing masing kita ..

Semakin kita merasa mendekat / merasa memiliki dan menguasai , semakin jelas dia terlihat menjauh sambil dengan setia selalu memanggil-manggil, agar tetap gencar kita mengejar dan menangkapinya .

Kita semua tentu sudah lebih memahami makna kehidupan ini , tentu juga sudah faham sekali dimanakah Halte terakhir dia berhenti memanggil kita , karena disanalah kita ditemui oleh yang kita kejar-kejar selama ini .

Mendekati hari-hari suci bagi umat muslim pengikut Nabi Muhamad SAW, kita ingatkan diri agar bersih pikiran dan kesantunan yang diajarkan oleh hidup ini , semoga semuanya bisa kembali

Salam ..ya..salam , juga
Santi ..Om.Santi , juga
Haleluya ..dan segeralah sejahtera kita , bangsa Indonesia semuanya ,

Amien .

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

6 Responses to “ circle of life ”

  1. Mas Jsop , mau nanya rada peribadi nih…

    Menjadi populer dan terkenal koyo sampeyan itu bahagia ndak,mas.

    Semua yang sampeyan kejar itu maknanya gimana?

    Rada serius ya..hehehe kan bentar lg mau puasa, jadi kontekstual dong.

    maturnuwun.

  2. Bung Sultan ,

    Pada saat anda menjejakkan kaki menapaki hitungan usia 50 , maka peta perjalanan & portofolio hidup akan terasa lebih lengkap
    untuk bisa di evaluasi , minimal untuk kepentingan diri sendiri . (syukur-syukur kalau bisa membuat kita untuk lebih berkaca diri)
    Sebagai seorang warga-negara saya berusaha betul untuk bisa mengenali fungsi dan peranan , untuk apa dan siapakah saya ini.

    Bisa dijadikan sebuah contoh yang mudah dimengerti oleh orang awam , saat seorang penyair seperti Taufik Ismail menuliskan
    puisinya yang berjudul “Dunia ini panggung sandiwara” misalnya . Disana penjelasan tentang “Peranan” sangat dimaknai oleh
    keharusan dan pentingnya kita ber-kesadaran dimana kita dilahirkan dan dimana kita ditempatkan.

    Seperti yang juga kita ketahui bersama bahwa Indonesia bukanlah lahir dari suatu kondisi sosial politik yang tinggal memperkuat sendi-sendi tatanan administrasi ber-ketatanan-negaranya . Namun sejarah Indonesia adalah pertengkaran dan perselisihan , intrik antar bangsa-bangsa yang berada diwilayahnya. Pertengkaran tersebut mampu diredam oleh sebuah angan-angan yang andaikata bisa bersatu dan bersama , maka mengejar kesejahteraan dan martabat akan menjadi lebih cepat bisa diwujudkan , bukankah begitu .

    62 tahun usianya , masih sangat belia dan muda bila kita menoleh ke sejarah bangsa China yang terbentuk relatif berkisar lebih dari 4000 tahun usianya! Bayangkan perbedaan waktu dan jarak tempuh yang telah dilewati oleh mereka sebagai sebuah masyarakat berbangsa hingga kita bisa mengakui China sebagai sebuah bangsa yang besar.

    Lalu bila banyak tokoh-tokoh kita saat ini berkata ingin mencontoh negeri China , sudahkah mereka menyadari juga dalam teks pidato-pidatonya bahwa China hari ini adalah hasil mimpi-mimpi besar dari orang-orang yang terlibat dalam catatan sejarah kelahirannya. Bukan sekedar pemilu kemaren presidennya siapa lalu pemilu mendatang kira-kira siapa penggantinya dan seterusnya .

    Kembali pada topik peranan saya , menjadi terkenal atau populer adalah sebuah bonus dari jerih upaya apa yang bisa saya
    lakukan sepanjang langkah kaki dalam hidup saya. Sama sekali bukan sebuah tujuan atau obsesi serta target yang harus saya capai yang pernah saya rencanakan . Saya memiliki mimpi-mimpi besar yang tak akan mampu saya tampung dan lakukan dalam hitungan batasan usia yang hanya berkisar 70 sampai 80 tahunan (rata-rata usia manusia sekarang)

    Mimpi tersebut datangnya bukan baru hari ini atau bukan baru kemaren saat saya masih relatif berusia remaja .
    Mungkin oleh karena itu pula saya memang sering dianggap oleh sebagian teman-teman saya terlalu serius dan kadang terkesan ambisius , atau bahkan oleh jaman sekarang layak di cap sebagai “reseh dan ribet kalau diajak nyari duit” he..

    Tapi tidak mengapa , saya tidak merasa terbeban dengan pandangan-pandangan serupa serta tidak juga merasa terdesak oleh
    kondisi yang acapkali tak ramah pada profesi yang saya tekuni.

    Saya punya mimpi besar , walaupun peranan saya dalam mimpi besar tersebut hanya sebatas sebutir pasir yang berterbangan
    tertiup angin dihamparan pantai yang membentang misalnya , namun memang disanalah nyatanya saya berada .
    Saya adalah serpihan-serpihan kecil yang mencoba menstruktur menjadi bagian dari ribuan tahun kedepan catatan sejarah perjalanan sebuah Indonesia ,

    Kalau..memang bangsa ini ternyata mampu membuktikannya kelak , seperti apa yang mampu dicapai oleh sejarah China diatas.

    Ada yang tercatat dan pasti pula akan banyak yang tak tercatat dalam tinta buku catatan sejarah , itulah sandiwara hidup yang bukan sekedar untuk dimainkan , namun juga berupaya untuk dimenangkan oleh pelakunya . Siapakah yang berhak disebut sebagai pelakunya kelak ?

    Indonesia , dialah seharusnya yang kita harapkan mampu tampil tercatat dalam sejarah umat manusia yang ada diatas planet bumi ini , seperti juga hari ini dunia mengenal bangsa China , India , Jepang dan sebagainya , sementara itu kita semua hari ini adalah potongan-potongan kecil “puzzle” yang sedang berusaha menyusun diri bagi kelengkapannya .

    Akhir kata , saya memang pemimpi .. seorang pemimpi yang mungkin saja disebut mereka “mimpinya kebesaran” . Biarlah , saya
    mempertahankan mimpi kebesaran saya ini dengan sekuat tenaga , karena saya percaya..diluar sana dibalik jendela kamar ruang hati saya …, saya tidak sedang bermimpi besar seorang diri .

    Mari kita sambut bulan Ramadhan esok dengan hati yang lebih lapang .

    Salam.

  3. Mari …

  4. Wuih…untaian2 kalimat ndjenengan iku lho…kosakata-ne’ enek kabeh nang Kamus Besar Poerwadarminta. Tiba-e’ Mas Jockie iku yo…esais handal he…he…he….
    Ok deh mas…selamat datang Ramadhan, semoga tak sekedar dipahami sebagai wujud kesalehan ritual tapi juga kesalehan sosial .

    amien.. mas Indrayana .

  5. Sudah lama tak menapaki beranda mas jsop.
    Walau demikian mungkin ada salah posting, salah kata dari saya…saya sebagai calon mayat sebagaimana sampean, memohon maaf sebesar-besarnya.

    Semoga Ramadhan ini menjadi titik tolak peningkatan keimanan kita hingga saat cacing bertengger manis menikmati tubuh kita nanti.

    Mohon maaf lahir bathin untuk semuanya.
    Marhabban ya Ramadhan…

    hehe..alhamdulilah , kita menjalani proses semesta “berbagi dengan cacing2 tanah”
    Maaf lahir batin juga

  6. “Salam ..ya..salam , juga Santi ..Om.Santi , juga Haleluya ..dan segeralah sejahtera kita , bangsa Indonesia semuanya ”

    betul semoga cepat makmur dan sejahtera rakyatnya, btw dari lirik kantata Bella Vista ya?
    artinya apa bos?? Bella Vista itu ?
    bukan judul sinetron kan ??

    Selamat menjalankan Ibadah Puasa di bulan suci ini…
    GBU

    Thank U Ben,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara