Ke-fitri

AlQuran

Ass.wr.wb

Semakin dekat hari-hari menjelang puasa saat ini banyak hal yang harus nya dipersiapkan.

Rencana beberapa peluang bisnis yang diantaranya menjual makanan hidangan sahur hingga saat berbuka puasa . Dari mulai kelas resto ke katering hingga kios dan lapak kaki lima di disepenjuru tempat tinggal kita , yang menyediakan kolak makanan kecil dan lain-lainnya .

Tak ketinggalan preparation yang dilakukan oleh tv swasta untuk merebut calon pemirsa acara menjelang saat subuh atau berbuka , dialog interaktif lawak lelucon dan seperti biasa diakhiri dengan dakwah atau pesan-pesan spiritual yang melibatkan banyak pengkotbah serta kyai-kyai tua dan yang muda.

Dari tahun ketahun hingga pulan buasa ditahun 2007 ini , semakin beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengekspresikan makna agar manusia diingatkan kembali untuk selalu mendekatkan diri pada Tuhan-nya serta berupaya mem-fitrikan diri kembali sebagai persiapan hari akhir , bekal menuju akherat.

Adakah yang perlu kita renungkan lagi..? agar menembah kualitas kesadaran untuk membenahi cara serta kebiasaan yang dilakukan akhir-akhir ini.

Sepertinya ada…… sebab Bulan Ramadhan bukanlah peristiwa besar berkadar Hari Ulang Tahun yang kerap kita rayakan dengan sekedar mengacu pada gebyar kemeriahannya..

Semoga tidak terjebak pada dominasi gaya “kegiatan ekonomi” dan “ruang-ruang intelektual” yang hanya semakin mendorong kita menjauh dari “peran budaya” sebagai pijakan kaki untuk dijadikan salah satu instrumen bagi kita bercermin didepan kaca wajah sendiri.

Ibadah bulan puasa semoga tak diterjemahkan dengan maraknya tontonan dan aktivitas keseharian yang berhubungan dengannya , diskusi , ceramah dan pesan-pesan agama yang bertebaran bermunculan disudut-sudut tempat dimana kita berada , bahkan disepanjang ruang kecil kolom sms kita.

Namun pendekatan pada Allah SWT yang disampaikan dengan cara ke-kinian , yang lebih mewakili gaya postmodern beserta budaya urbannya tersebut , jangan juga menge-nyampingkan cara dengan sentuhan kultural dimana akar serabut memang berbeda dan tidak selalu sama , tak selalu bisa kompetible dengan gaya dan cara dengan pendekatan seperti diatas .
Modernitas bukan kebangkitan individu yang kuat dan mandiri namun berkarakter individualistik sebuah karakter purba , “Yang kuat yang menguasai perkara dunia” . Dinegara Australia muncul gerakan dengan faham “Sosial Alternatif” , mungkinkah juga ini resistensi terhadap perilaku kapitalisme modern yang cenderung seenaknya saja .

Apakah yang kita khawatirkan.

Ibadah puasa terkondisi menjadi sebuah ritual agama yang mengupas agama secara intelektual (teknis) serta ladang baru bagi pertumbuhan sektor ekonomi tertentu.
Namun semakin jauh meninggalkan salah satu “makna intinya” yaitu “kultur budaya” sebuah “instrumen sosial” yang lahir dari sebuah paradigma komunal agar manusia tulus memaafkan sesama , tulus menolong mengulurkan tangan membantu kaum yang lemah antar satu dengan yang lainnya.

Jangan pernah dilupakan bahwa agama seyogyanya disadari sebagai salah satu dari pilar budaya yang menyertai kita , semenjak hari kelahiran dan tarikan nafas pertama , yang kita hirup dari udara dimana kita berada .

Kemarin semakin banyak cara orang melakukan ritual spiritualnya melalui keyakinan masing-masing melalui bahasa budaya yang jauh sangat berbeda dengan budaya yang membentuk diri dan masyarakatnya sendiri .
Tak mengherankan bila kerap kali terjadi , agama sulit menemukan “legitimasi” untuk menyelesaikan dan meredam persengketaan didalam komunitas sesamanya .

Bahkan dalam satu agama yang sama ,
Tragis …. entah kalimat apalagi yang tepat untuk mengatakannya.

Tuhan Yang Esa ,
hanya Engkaulah Yang Maha
hanya Pada-Mu lah aku takut dan aku meminta .

Bukakan mata hatiku, agar selalu bisa aku hidup berdampingan seperti sediakala , saling menghormati sesama , mengasihi sesama , sesama dalam agamamu yang sama atau sesama pada agama yang diajarkan oleh Nabi-Nabi-Mu yang berbeda , amien .

Wass,

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

9 Responses to “ Ke-fitri ”

  1. selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan..
    mohon maaf segala salah saya.. :D

  2. Sepertinya saya yang harus minta maaf atas segala kelancangan jari tangan menyusun kata.

    Selamat menuaikan ibadah puasa juga.

  3. Mas Yockie, marhaban ya Ramadhan.
    Mohon maaf bila ada salah kata dalam ketikan saya di ruangan Anda. InsyaAllah kita semua mendapat kemudahan dalam hidup didunia dan semoga amal ibadah kita di limpahkan pahala dan keberkahan. Amin…

    sama sekali tak ada yang salah dengan ketikan sampeyan , sama-sama mas Syafiq Baktir maaf lahir batin

  4. Selamat siap-siap puasa, bung Yockie. Sorry baru sempat mampir lagi

    Terimakasih bung IMW , sudah mampir lagi

  5. Selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan batin kalo suka guyon kelewatan, semoga tuntas puasanya ya mas, Amin. :)

    sama sama Dino,

  6. Bos.. sorry ganggu lagi..
    artikel di atas..bagus kalo di-share utk pendengar juga.
    Boleh gak ganggu dini hari, menjelang Sahur..untuk interview..
    Thx ya..

    monggoh..

  7. ketika rasullullah sedang berkhutbah pada shalat jum’at (dalam bulan sya’ban), beliau mengatakan amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan amin. tapi para sahabat bingung, kenapa rasullullah berkata amin sampai tiga kali.

    ketika selesai shalat jum’at, para sahabat bertanya kepada rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah malaikat jibril dan berbisik, hai rasullullah amin-kan do’a ku ini,”
    jawab rasullullah, do’a malaikat jibril itu adalah:
    ya allah tolong abaikan puasa ummat muhammad, apabila sebelum memasuki bulan ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

    1) tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada).
    2) tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri.
    3) tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

    marhabhan ya ramadhan.

    tulus & ikhlas, mohon maaf lahir bathin.

    terimakasih atas kisah pendek nabi , maaf lahir & batin juga mas Jusmin .

  8. Semoga ibadah kita dibulan Ramadhan kali ini diterima dan lebih baik dari sebelumnya..

  9. Assalamualaikum WrWb.

    Mas Yockie Yth,

    Mungkin selama ini saya ada kata atau kalimat yang tidak berkenan dihati serta guyonan yang menyinggung rasa.

    Mohon Maaf Lahir Bathin.
    &
    Selamat Menjalankan Ibadah Puasa.

    Semoga kita sekalian selalu dilimpahkan berkah oleh Allah SWT.

    Wasalamualaikum Wr Wb

    Alfie & Keluarga

    terimakasih bung alfie , maaf juga kalau saya membuka luka lama (*HM*) ;)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara