Kesempatan

Hidup adalah sebuah pilihan dari sebuah kesempatan yang digelar dihadapan manusia .
Sering kita tak menyadari keputusan yang ditempuh dan berasumsi ‘mengalir’ saja mengikuti kehendak lingkungan yang seolah menentukan arah dan tujuan .

Bila lingkungan sekitar memberikan kontribusi positif maka kemungkinan ‘pilihan’ yang baik bisa terwujud menjadi kenyataan .

Namun sebaliknya bila lingkungan sekitar menggiring berperilaku negatif maka kemungkinan atau potensi ‘pilihan’ yang salah tak bisa dielakkan .

Hipotesa diatas adalah kesimpulan dari berbagai pendapat yang saya yakin dianut oleh masyarakat kita .

Seperti sebuah contoh :” jangan kau bergaul dengan mereka , karena mereka semua pemabok dan pemaksiat”

Namun benarkah analisa tersebut bisa dipertanggung-jawabkan .

Saya sedang tidak berselera untuk beropini tetapi ingin berbagi ‘pembenaran’ atau bahkan sebaliknya .

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

2 Responses to “ Kesempatan ”

  1. Kemerdekaan itu tergantung berapa banyak uang dikantong, atau direkening. Kalau njenengan dari bandung mau ke jakarta, duite banyak, bisa milih numpak pesawat, mobil sendiri, motor, taksi, travel apa bis. Kalau duitnya mepet, pilihannya cuma bis. Kalau ndak punya duit sama sekali pilihannya nebeng truk kosong ke sukabumi, terus naik atap kereta ke bogor dan jakarta. Atau kalau beruntung, bisa nebeng truk sampai jakarta. Apesnya, jalan kaki dan tidur di masjid.

    Itu berlaku buat kesempatan memilih teman bergaul, memilih istri, memilih rumah tinggal dan segenap pilihan lainnya.

  2. hehe.. leres mas sofyan , nelongso nggeh kalau kantong kopong ‘blas’ . Lha sekarang ini musafir yang tidur di mesjid saja sudah mulai banyak yang diusirin je’.. dianggep gelandangan . :(

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara