Mengarang

suharto.JPG

Dulu waktu saya masih disekolah dasar di SD Gergaji (Kristen) dikota Semarang , mata pelajaran yang paling saya cintai adalah mata pelajaran “mengarang” .

Karena pada mata pelajaran tersebut saya bisa bebas ngeluarin uneg-uneg serta menyalurkan segala daya imaginasi saya . Oleh karena itu saya masih ingat .. saya selalu diapresiasi oleh guru-guru saya dengan nilai 9 .

Rupanya mata pelajaran tersebut diabad ini sungguh sangat berguna , karena dipakai oleh hampir seluruh bangsa-bangsa dunia untuk dijadikan ‘tools sebagai entry point mencapai bermacam-macam kehendaknya .

Masih segar dalam ingatan kita , Amerika gembar-gembor meyakinkan dunia bahwa Saddam H. sedang meracik bom kimia pemusnah massal . Padahal tujuan sebenarnya adalah strategi Bush senior agar kontrol minyak dunia tidak lepas dari genggamannya.

Karena dunia ngga menggubris serius , maka Amerika sesumbar akan menemukannya sendiri tanpa dukungan negara-negara yang diharapkannya dengan mengangkangi PBB (sebuah lembaga yang katanya dijadikan sebagai pusatnya ETIKA dunia)

Saat itu saya mulai ragu , jangan-jangan benar kata orang-orang bahwa pbb itu seharusnya ngurusin babu-babu , termasuk tkw kita yang dinegeri tetangga .

Saat ini ada gebrakan baru lagi “SOEHARTO orang terkorup abad ini” dengan kekayaan yang astaganaga…! Saya ngga mau tuliskan disini jumlahnya berapa ..
(*takut jantungan..*)

Saya ngga paham jelas apa motivasi dibalik pernyataan yang berbau politis ini , yang pasti ini adalah hasil mata pelajaran “mengarang” seperti yang saya peroleh di sekolah dasar dahulu kala .

Berikut ini karangan-karangan saya :

“SAYA” :

a.Kekeruhan hukum di Indonesia terbaca jelas oleh dunia .
b.Instabilitas politik masih terjadi dimana-mana karena less infrastruktur administrasi dan sumber daya manusia .

“PBB” :

a.Kompor-komporin aja terus , biar meledug sekalian (persis seperti kasus Irak dengan Saddamnya) . Sebuah isyarat “kerlingan mata” buat Amerika supaya siap-siap …..atau bahkan mungkin “tender” terbuka , siapa cepat dia dapat .
b.Bank dunia yang konon adalah sahabat baiknya pak Harto , kini bersaksi tidak mengenal Soeharto , hanya berurusan dengan hukum dinegara Republik Indonesia tahun-tahun sebelum reformasi. Karena hukum di Indonesia pada saat itu ngga sama dengan hukum yang sekarang .. :)

“LAWYER” :

c.Sang pengacara ‘bapak pembangunan’ dengan santai dan senyum-senyum ‘pede’ nya mengatakan , minta PBB membuktikan satu juta dollar saja harta Soeharto yang diluar negeri , maka dia menjamin Soeharto layak dan patut masuk bui .
(*ya terlalu bodoh kita kalau beranggapan “Orba” ngga ngerti cara “minjem dana” rakyatnya .

Mari teman-teman , kawan-kawan sahabat karib dimana saja anda berada .
Kita mengarang beramai-ramai , agar meriah dan dinamis grafik kehidupan kita .

Yang harus diwaspadai cukup satu , gandeng erat-erat pacar atau istri / suami anda sebelum disabet sama sohib anda sendiri .

Sukses dan selamat mengarang !

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

11 Responses to “ Mengarang ”

  1. wah, kalo mengingat masa2 sma , saya malah paling sebel sama pelajaran PSPB ( pendidikan sejarah perjuangan bangsa ), mungkin jamannya Mas Jockie belum ada pelajaran itu dan sepertinya sekarang pun sudah lama ditiadakan.

    Singkatnya pelajaran PSPB itu dinilai berdasarkan SKALA Sikap kita dalam menghadapi suatu kasus. dari mulai Sangat Setuju, Setuju, Ragu-ragu, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju, dan, wah satu lagi lupa …

    Dan anehnya kita akan diSALAHKAN jika memilih jawaban sesuai pendapat kita, misal contoh ada pertanyaan ;

    1. Pak “Soeharto ” adalah Bapak pembangunan

    Kalau saya jawab Sangat Tidak Setuju saya akan diberi nilai 1 dan klo menjawab Sangat Setuju akan mendapat nilai 5.

    Dulu saya selalu menjawab RAGU-RAGU, jadi dapet nilai tengah-tengah,,

    Apakah mentalitas pejabat-pejabat dan calon pejabat sekarang sedikit terpengaruh sama pelajaran PSP itu Ya,,,,

    Tapi mudah-mudahan tidak seperti saya yg selalu memilih ragu-ragu..

    Lho.. kita ini kan masyarakat dari Republik Ragu-Ragu Indonesia ? ya memang wajar-wajar saja kalau sampeyan ragu-ragu mas..Wong saya juga heee..

    hm..cerita anda diatas itu jamannya P4 ya .., tapi saya setuju tuh dengan P4 diaktifin lagi (Pura Puranya Pengamalan Pancasila)

  2. Sebentar lagi seperti biasa ada perayaan “hari Kesaktian Pancasila”. Dibalik peristiwa itu begitu banyak versi dongeng yg mbulet ….
    Kalo mas Yockie pilih versi dongeng yg mana ? Paling tidak ada 4 versi lho….
    1. PKI dalang G30S
    2. Konflik intern AD
    3. Produk CIA
    4. Kudeta merangkak

    Saat itu saya masih kelas 4 SR, masih sempat dengar siaran RRI 1 Okt ’65 pk 14.00 WIB ada unen2 : “BK dalam kondisi selamat” ; “Para djenderal2 diturunkan pangkat jadi Kolonel”, ……..

    Mungkin sedjarah itu tidak memiliki kebenaran mutlak seperti halnya Matematik atau bagaimana ya…?
    Jadi pasrahkan aja ke audience lebih suka model ceritera yg mana, seperti halnya milih kancut – ada yg suka merk Hings, Crocodile, GT Man, ……he..he…he

  3. hehe.. ;) Pertanyaan mas saya balik , bagaimana menurut mas Indrayana kualitas empat versi dongeng diatas .

    Satu hasil mata pelajaran mengarang yang berharga , dan itu biasanya baru bisa dirasakan oleh orang-orang yang sudah melewati trans-remaja dan menjadi dewasa atau golongan orang tua .

    Bahwa ‘sejarah’ itu adalah hasil rekayasa dari kepentingan sebuah mesin budaya , demi design yang sesuai dengan rencana yang diharapkan bagi masa depan.

    Memang tidak ada kebenaran sejarah manusia yang “benar – sebenarnya”. Karena peristiwa sejarah manusia adalah peristiwa manusia yang hidup dalam wilayah hukum-nya saat itu .

    Sedangkan ‘hukum’ itu sendiri adalah output/hasil tarikan-tarikan dari berbagai kepentingan-kepentingan yang terjadi didalam masyarakatnya yang juga terjadi disaat itu .

    Maka hukum yang ada , tidak juga serta merta bisa dikatakan sudah adil , tapi boleh dikatakan cukup mewakili kepentingan hari itu . Karena jaman berganti / manusia berganti / maka hukum juga harus terus menyesuaikan diri mengikuti proses pergantian tersebut . (tarik-menarik lagi)

    Mas Indrayana , satu hal yang sangat “jitu” sampeyan menganalogikan sejarah , tentu saya yakin bukan bermaksud sinisme sempit namun justru memahami spectrum yang lebih lengkap :

    ……………”Jadi pasrahkan aja ke audience lebih suka model ceritera yg mana, seperti halnya milih kancut – ada yg suka merk Hings, Crocodile, GT Man”………..

    Sejarah = selera = celana dalam , pas! lugas! dan konkrit!
    Apalagi bukankah celana dalam juga bisa ditarik-tarik? , kecuali yang karet kolornya udah kendor..

    Eh..ngomong-ngomong celana dalam sampeyan merek apa..? kalo saya mah yang kuno-kuno aja..yang penting isinya..hahahaha!

  4. Kalo gitu apa artinya sejarah kita dimasa lalu dimata JSOP.

    Apa-apa saja hal yang harus diingat dan dilupakan?

    salam bos

  5. Sejarah adalah tapak langkah etape peradaban , memahami sejarah adalah memahami apa yang harus dilakukan hari ini bagi masa depan .

    Namun rupanya orang mudah terkecoh memahami sejarah hanya dari perilaku tokoh-tokohnya beserta aplikasi-aplikasi permasalahn mereka dimasa lalu , bukan pada “PESAN” yang mereka rancang bagi masa depan.

    Hasilnya adalah sekedar pengkultusan individu yang hanya sekedar mem-fasilitasi suburnya fanatisme .

    Contoh yang sederhana adalah “Soekarno” bagi saya dia adalah “mindset Kebangsaan”. Namun pada saat kita dihadapkan dengan figurnya sebagai sekedar tokoh sejarah , maka kita juga dihadapkan pada perilaku-perilaku peribadinya yang kontroversial dan juga yang menggemari wanita-wanita cantik dan lain-lain. (padahal saya juga gemar..lho , tapi ya..sekedar mengagumi saja sambil ngelamun..hehe)

    Pesan sejarah yang diusung Soekarno cs menjadi bias dimata sejarah berikutnya . Kita seperti kehilangan jejak bangsa ini mau apa dan mau kemana sebenarnya.

  6. Bos.. menurut sampeyan.. siapa yg mengarang istilah orde lama , orde baru…dst.. kok gak dilanjutin ya orde lebih baru..orde paling baru..orde baru-baru ini..

    Sejarah ada yg dihilangkan dan ada yg dibentuk baru ? Padahal ada ungkapan “jas merah ” jangan sekali-kali melupakan sejarah !
    Menurut siapa yg berkuasa, sejarah akan berpihak ?
    Pengarang sejarah itu arranger atau conductor ? hehehe..

    Sorry..kalo rada mawut.. abis siaran sahur.. thx bos

  7. Untuk “mengarang sejarah” saya cukup kagum dengan negara Barat, karena mereka rajin dalam mendokumentasikan (hal yang baik dan buruk). Terlebih lagi saya melihat hal ini cukup mencolok di Amerika, dimana kegagalan itu tidak dianggap sebagai aib. Jadi kegagalan / kesalahan itu tetap didokumentasikan. Ada cerita presiden ini yang kayak gitu, president itu kayak gini, dan seterusnya.

    Memang ini masalah budaya.

    Budaya kita, yang suka menulis ulang sejarah, sebetulnya bukan budaya yang buruk lho. Hanya beda saja. Kalau kita tidak bisa menerima (dan menikmati) hal tersebut, tentu kita akan kesal. Namun bagi yang bisa menerima, hal ini merupakan hal yang lumrah dan justru merupakan ke-khas-an bangsa kita. he he he.

    Kan malah asyik ada Sejarah Indonesia versi 1.0, versi 2.0, 2.1, … Kemudian diupgrade menjadi sejarah versi terbaru, yaitu versi 3.0. Hi hi hi.

  8. kayaknya mau tidak mau harus setuju dengan pendapat BR , bahwa anggap saja ini ke-khas-an Indonesia hehe ..

    Abis.. mau ngga menerima juga ngga bisa menghindari kenyataan yang ada , jadi ya..nikmati aja..

    Ayo mas Budi , bikin sejarah jaman pendudukan sampai jaman peroklamasi ver.1.1 dulu..

    Jangan-jangan Belanda bukan menjajah kita , tapi malahan menolong kita , dia kabur gara-gara memang udah males lama-lama disini , karena udaranya sumpek / panas dan kalau malam banyak nyamuk , kalau siang banyak laler…hehehe

  9. Setelah saya pikir, nampaknya alur pikiran mas Yockie ada benernya. Mungkin memang Belanda bukan menjajah kita, tetapi membantu kita. Terus dia bosen melihat orang Indonesianya nggak maju-maju. Udah dibantuin, nggak maju. Ya udah. Cape deh. Tinggalin aja. Pinter juga dia.

    Kalau begitu, kita tetapkan. Ini “Sejarah Indonesia versi 0.1 alpha”, dengan nara sumber JSOP. (hi hi hi) Sejarah ini akan direvisi sesuai dengan masukan dari pembaca.

  10. Penanggung jawab isi kontent Budi Rahardjo .

  11. Sebenarnya “Sedjarah” itu dianggap sebagai ilmu atau sekedar dongeng di warung kopi sih… ?
    Atau mungkin ‘dongeng’ yg kebetulan di-bukukan .
    Mbok ya..LIPI membuat versi 1, 2, 3, dst ….. lama2 pasti akan ‘mendekati’ kenyataan yg sebenarnya.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara