Munir
Ternyata Usman Hamid (Kontras) juga seorang pencipta lagu yang oke . Mustinya harkat dan martabat sebuah pesan sosial di-dengaran telinga anak-anak muda kita lewat lagu-lagu perjuangan bisa terangkat kembali seperti yang terjadi ditahun 1970 - 1980′an , semoga .
Gambar diatas saya capture dari handphone saya saat menghadiri jumpa pers dikedai Tempo. Dibawah ini saya sertakan informasi yang dapat dibaca kita semua , bagi anda yang berminat dapat menghubungi langsung ke alamat dibawah ini .
~
Kematian aktivis HAM Munir masih menyisikan sederetan misteri, setelah Munir dipastikan meninggal September 2004 silam. Sudah 3 tahun berlalu, tapi belum jelas tanda-tanda siapa yang harus bertanggung jawab atas kematian Munir.
























mas saya mau ikutan , kebetulan banyak lagu2 saya yang temanya sosial , thanks mas .
Aku pernah sekali ketemu almarhum murnir di jazz rock cafe. dia pakai topi, kayaknya berusaha menutupi identitasnya, tapi toh ketahuan juga. iseng-iseng kawanku yang wartawan coba tanya, ternyata dia tenyata punya koleksi lagu rock yang oke. aktivitas juga manusia…
aku sih sebenarnya bertanya-tanya, buat apa juga mengenang terlalu jauh. tapi kalau memang tujuan untuk “perjuangan melawan lupa”, aku setuju. persoalan munir, juga “korban” memang perlu direfresh terus, biar tidak lupa. aku ingat kata-kata seorang sejarahwan bahwa “kekerasan di Indonesia hanya dapat dirasakan, tidak untuk diungkap tuntas”
Tabik
Mungkin maksud Dimas bukan sekedar “hanya” kan ya. Karena dalam konteks negara ini adalah “pr” hukum yang harus diselesaikan .
Sedang dalam konteks agama , ini adalah “wewenang” Tuhan YME (cabut nyawa) yang diambil alih oleh manusia . Dan seperti kasus-kasus lainnya yang masih gelap , itu semua adalah “pr” bangsa Indonesia yang harus jadi “terang” kapanpun juga itu bisa terjadinya nanti , ‘itu juga soal lain’.
Namun sebagai manusia yang punya tanggung-jawab pada dua arah tersebut , wajib hukumnya untuk tetap berusaha .
salam