Sehat

Sehat jasmani dan sehat rohani , seperti apakah gerangan rumusan serta penjelasan konkritnya .

Konon sehat rohani diukur dari seberapa jauh kemampuan manusia menyadari dan menjalankan kesadaran spiritualnya dalam hal ini adalah iman serta ketakwaannya pada Yang Maha Esa . Yang juga melibatkan kemampuan diri menyikapi persoalan dunia dan persoalan akherat .

Sehat jasmani jelas lebih mengacu pada kondisi fisik manusia itu sendiri , artinya semua organ tubuh mampu dijaga dengan baik dan berfungsi secara normal hingga batas usia yang ditentukan .

Namun bagaimanakah cara kita mengukur kondisi sehat jasmani sampai dengan hari ini . Penelitian bahwa olah raga setiap hari dan tubuh yang kekar belum tentu mengindikasikan metabolisme tubuh berfungsi dengan baik dan sempurna . Misalnya sering saya temui tubuh tegap seperti Ade Rai tetapi ternyata ‘ngeplek’ kayak layangan kertas yang kehujanan .

Konon perilaku seksual atau aktivitas biologis lebih akurat untuk dijadikan tolak ukur seberapa sehatkah tubuh kita .

Bicara tentang seksual serta aktivitasnya tentu tak bisa me-nge-nyampingkan faktor usia yang menyertainya . Dulu semasa saya muda dan sudah menikah hingga berusia 45 tahunan aktivitas kekantor tersebut jujur saya tepati setiap hari tanpa mangkir seharipun kecuali kantor sedang libur seminggu dalam setiap bulannya . Namun absen di ‘pos’ penjaga jalan terus .

Artinya saya yakin saya adalah pegawai negeri yang baik yang ngga pernah bolos kerja . Artinya juga saya yakin saya sehat jasmani . hehehe

Kini diusia yang mendekati angka terbalik dari masa-masa tersebut saya hitung-hitung cuman 3 hari dalam seminggu saya masuk kantor , wah sudah tergolong tidak sehatkah jasmani kita .. saya jadi ragu .

Sebab setiap saya menikmati pemandangan / panorama gunung dan bukit yang indah-indah , rasanya pengen masuk kantor terus … wedus tenan!

Kenapa ya ? saya sudah konsultasi ke dokter untuk minta obat penyembuhnya namun katanya obat generiknyapun belum pernah ada .

Dasar kambing.. anda sendiri gimana , kambing apa ayam atau jangan-jangan malah bebek .

Ini tentu istilah yang lebih condong dialamatkan bagi kaum pejantannya .

Nah..lalu bagaimana dengan yang sebaliknya (kaum hawa) tentu harusnya sama saja ..wong namanya juga manusia . Tapi bagaimana dengan yang numpuk dijaman ini “single parent” nya .

Ah..saya lupa..pasti juga banyak jalannya tuk menuju roma .. itu rahasia wanita hehehe .

Kembali pertanyaan pada kaum pejantannya saja , betina bukan hak kita mencampuri kecuali dia mau terus terang dengan sendirinya …ya monggoh jeng

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

4 Responses to “ Sehat ”

  1. mas jsop, menawi kulo koq tergantung pemandanangipun , menawi sae’ njeh mlebet kantor menawi bluwek kulo luwih becik mbolos kemawon. :)

  2. hehe..sampeyan ngga takut kondite menurun ? karena sering mbolos ?

    Btw , seni itu juga bersifat “liar” , dan bisa menjadi sulit untuk dikendalikan bila kesehatan rohani tak terjaga setiap waktu .
    Seni bisa ‘menelanjangi’ bulat-bulat seseorang tanpa ‘harus’ dia membuka seluruh pakaian yang menutupi tubuh .

    Karena itulah , salah satu pentingnya sholat lima waktu ditepati . Sebab itulah juga , saya sering sulit mengendalikan imaginasi liar tersebut (*saya masih bolong-bolong*)

    Atau mungkin saya harus tinggal digunung kali ya…jauh-jauh dari kota besar seperti Jakarta .

    ‘Paradoks’

  3. Apa mungkin perlu variasi dan inovasi mas. Jarang masuk kantor jauh lebih baik daripada pindah kantor. Namanya juga sampun sepuh. Lihat gunung memang sejuk tenan, tapi kalau harus mendaki, mengke dhisik, sayah.

  4. mas kris, saya agak kurang setuju lho apabila predikat sampun sepuh itu indentik dengan tidak bisa “naik-naik kepuncak gunung..tinggi-tinggi sekale’…hehehe..”

    Tergantung merawat stamina mas..(makan dan tidur / sport teratur) semua pasti tok’cer.

    wah..kalau ngga ada ikatan moral sebagai instrumennya rohani , saya masih pengen diadu masuk sirkuit F1 , soal menang atau kalah kan urusan lain lagi hahaha..!

    Lalu pendapat sampeyan soal : “jarang masuk kantor itu lebih baik dari pindah-pindah kantor” , saya setuju sekali .. (*asli…pegel dan ngilu mas..*) hehe..

    Tapi dasar wong lanang .. naluri celuthak ngga bisa pergi jauh-jauh ! padahal bojoku yo’ isih tetep ayu lho , tapi meripat iki koq rasane’ celamitan ae’..

    Saya baru saja selesai take vocal (maksute dubbing suara) wong wedhok-wedhok enom lan ayu-ayu ..

    Sing pegel meripatku mas, wedus tenan!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara