Sekilas Dodo_Z

Saya mengenal almarhum secara langsung saat melayat jenasah orang tuanya dikediamannya sekitar jl.Darmawangsa Kebayoran baru diakhir tahun 70’an . Saat itu Donny Fatah yang mengajak serta memperkenalkan saya dengannya .

Pernah sesekali bertemu di studio (Jackson rec) dimana dia kerap melakukan aktivitas rekamannya disana bersama Vina Panduwinata dan sebagainya . (ditahun 80’an) Lalu setelah studio Jackson berakhir , almarhum sering saya jumpai di GINs studio . Disana rupanya base-camp nya saat itu .

Satu ciri-ciri khas dari seorang Dodo Zakaria yang saya kenali yaitu “komik Kho Ping Hoo” tak pernah lepas dari genggamannya . Dan kalau lagi membaca komik ..sejengkalpun tak akan bergeming meskipun ada bom yang meledak disampingnya . Dan konon bila sedang rekaman , semua orang harus sabar menunggu dia menyelesaikan bacaannya , walaupun jadwal atau shift sudah mau habis … tak ada orang yang bisa memisahkan Dodo dengan komik .

Selanjutnya beberapa tahun setelahnya (1990’an) almarhum pernah mengundang saya dikantornya (studio) dibilangan kompleks Wijaya Center, kami berbincang panjang lebar dan kemudian almarhum tertarik serta berkeinginan untuk terlibat bersama saya diwilayah aktivitas kebudayaan .

Lama kami tak berjumpa secara langsung lagi , hingga bertemu muka kembali saat saya datang melayat almarhum Chrisye dipemakaman Jeruk Purut Jakarta Selatan .

Almarhum tampak sehat dan gemuk sekali , sambil mengenakan stelan atasan blazer serta bawahan serupa sarung ikat Dodo Zakaria nampak berupaya menampilkan karakter ke Indonesiaan-nya .

Sekali lagi dia menyatakan keinginannya untuk berkolaborasi musik dan almarhum juga bercerita panjang lebar tentang aktivitasnya akhir-akhir ini di lembaga departemen budaya&pariwisata . Kami berdua ngobrol panjang lebar disebuah rumah makan tepat disamping makam Jeruk Purut tersebut lama setelah prosesi pemakaman Chrisye berakhir.

Saya terkenang kembali kepada Billy Budiardjo yang juga tak sempat merealisasikan gagasan kolaborasi musik hingga meninggalkan kita semua . Demikian pula dengan almarhum Dodo Zakaria , dua kali pernah menyatakan gagasan tersebut pada saya namun akhirnya Tuhan menentukan hal yang lainnya.

Selamat jalan Do..! ,

Kamu yang duluan meninggalkan kita bukan kita semua yang meninggalkan kamu . Kamu yang duluan menghadapi persoalan berikutnya sebelum akhirnya kita semua menyusul dibelakangmu .

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun.

Malam ini akan kutengok jasadmu .

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

13 Responses to “ Sekilas Dodo_Z ”

  1. Saya ikut kehilangan juga. Kenapa kalo musisi hebat seperti bang Dodo dan om Billy itu cepet berangkat ya… rencana Tuhan memang misteri.

  2. Iya .. begitulah cara Tuhan mengatur alam semesta dan seisinya

    Logika dan nalar manusia tak akan pernah mampu menyentuhnya , yang kita tahu dan sering merasakannya adalah perasaan kehilangan karena ‘kepergian’ yang tak akan kembali lagi.

    Sementara dibalik misteri tersebut , mengajarkan kita mensyukuri satu hal yang pasti , yakni ‘kedatangan’ sesuatu yang baru lagi .

    Mungkin artinya “kepergian adalah kedatangan” begitu pula sebaliknya .

    Kebahagiaan adalah kesedihan , demikian seterusnya .

  3. Selamat jalan juga, Mas Dodo. Baca kesaksian JSOP saya jadi heran, karena terceritakan saat melayat Chrisye dia masih tampak sehat.

    Alm Billy? Wah kita juga kehilangan orang hebat. Saya suka racikan sound beliau dalam Orang Gila-nya Fals.

  4. Saya sependapat , bagi saya mereka bukan hanya pandai secara tehnis bermain musik , namun yang sangat bernilai adalah kemampuan otak kanannya melahirkan gagasan-gagasan yang fresh.

    Tengok bagaimana Billy Budiardjo menterjemahkan orchestra dilagu Airmata emas hitam , hanya seorang arranger orchestra yang ‘dewasa’ yang mampu melakukannya seperti itu .

    Sayang…lagi-lagi ini “Indonesia” , karya genius seperti itu seolah lewat saja tak bernilai dikuping “wartawan musik” sampai “pengamat musik” di Indonesia .

    Tapi kalau ada sesuatu yang baru dari seberang sana , mereka langsung heboh…..layaknya “ngerti” dan “mewakili” .

    Juga tengok bagaimana Dodo Zakaria menulis lagu seperti “Didadaku Ada Kamu” , “Kumpul bocah” dan lainnya . Jelas sebuah tema dan pendekatan yang berbeda diantara banyaknya lagu pop Indonesia .

    Tapi orang hanya terpukau karena penyanyinya saja , dan karena lagu tersebut menjadi terkenal saat itu . Selebihnya ‘prestasi’ seorang komposer tak pernah tersentuh .

  5. Kronologis secara singkat :

    Satu bulan setelah saya bertemu dengan almarhum (+/- April 2007) Dodo mengeluh rasa sakit disekitar perut dan terasa sulit buang angin dan sebagainya .

    Masuk RS.Cinere , serta diagnosa dokter Dodo menderita sakit di ginjal (penyumbatan batu) lalu dilakukan tindakan operasi seperlunya .

    Keluar dari rumah sakit almarhum merasa sudah lebih sehat dan meneruskan gaya mengkonsumsi makanan yang menurut temen-teman terdekatnya “susah dikasih tau” .

    Tak berapa lama kemudian mengeluhkan rasa sakit yang sama dan kembali lagi masuk RS.Cinere .

    Kali ini dokter rumah sakit tersebut tidak berani mengambil tindakan apa-apa , sebab ditemukan CA pada ususnya . Dengan stadium yang sudah sangat tinggi .

    Almarhum dipindahkan ke RS.Pertamina , serta dokter setempat melakukan tindakan operasi pemotongan usus yang bersangkutan. Diberitakan bahwa CA yang menyerang usus almarhum sudah membatu dan dikatagorikan stadium empat .

    Konon usus almarhum hanya tersisa +/- satu meter dari usus normal manusia yang katanya mencapai (15 meteran?) ,saya sendiri tidak tau persisnya .

    Praktis almarhum sejak terakhir saya temui dibulan maret 2007 hanya punya lima bulan tersisa , untuk akhirnya meninggalkan kita semua .

    Sebuah kurun waktu yang amat sangat pendek bahkan almarhum-pun tak pernah menyadari bahwa mungkin sudah sejak lama CA mengidap didalam tubuhnya.

    Tuhan memang menentukan namun manusia wajib berusaha , sudahkah kita semua melakukan tindakan preventive secukupnya dengan tidak mengkonsumsi makanan lemak atau kolestrol berlebihan atau bahkan merokok .

    Nah .. yang terakhir ini untuk saya sendiri juga , semoga bisa cepat saya mampu menjauhi asap brengsek tersebut .

    Mari kita camkan bersama , usia anda dan saya akan berakhir bukan karena hitungan jumlah angka semata .
    Masa muda dan menjadi tua adalah keniscayaan , orientasi serta gaya hidup adalah pilihan .

  6. Alm Mas Billy … he’s truly genius behind the stage.
    Aransemennya untuk Ebiet betul-betul jenius, genuine, fresh dan punya jiwa.
    Sangat disayangkan bahwa orang umumnya lebih mengenal penyanyinya ketimbang komposer dan arrangernya.

    Untuk saya seorang Mas Billy ini melebihi Andrew Lloyd Weber.

  7. mas Jusmin , saya tuh pernah ngomong serius sama almarhum dan rada-rada ‘menekan’ dia .

    Saya katakan waktu itu “Bil..elo itu bisa sekaliber Zubin_Mehta dengan Wagner Orchestranya , kalo elu mau serius!”
    (maklum dia itu orangnya super cuek) , dan lagi-lagi dia cuman cengengesan aja waktu saya omongin begitu .

    “males gw yock..” saya ingat jawabnya pendeknya waktu itu . :(
    Entah kenapa saya menangkapnya dia “down” mental semenjak terakhir kerjasama dengan Ebiet dan Jackson rec. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi……

    Tapi sekali lagi saya akui dia sangat cerdas . Bukan hanya soal musik saja , politik bahkan sampai Islam dan Al’Quran dia mampu menanggapi dan mambahasnya .

    Saat ini di alam sana pasti mereka semua tersenyum-seyum dengan tulisan blog ini . :)

    Ada Harry Roesli , Embong Rahardjo , Dodo Zakaria , Chrisye dan banyak lagi …..pasti lagi nge-band kali ya…

    Oke’ selamat nge-band bro!

  8. Saya tuliskan disini sebuah pesan lewat sms pada ponsel saya. Kalimat bijak dari seorang kerabat.

    Life and death is the privelege of God .
    We play our role based on love all – serve all.
    With love u serve then u find many moments of happiness.
    Be happy when u r sick , because u can feel other people’s suffering .
    So that we can serve more .

    written by kidyoti

  9. Saya penggemar Musik Billy J. Budiardjo..

    Dari film yg prnah dia buatkan aransemen, musik untuk Ebiet, Yana Julio(selamnaya Cinta),Katon Bagaskara (Negeri Di Awan)dll..
    Semua musiknya menakjubkan..sampai sekarang saya rasa belum ada musisi yang bisa menandingi dia!!! Benar2 musik punya jiwa, perasaan yang dilam…trus terang klo dicermati, musiknya almarhum bikin hati saya melayang, berimajinasi tinngi…namun di zaman sekarang saya amati ga ada musik berjiwa dan jenius seperti itu lagi!!
    Mass…punya ga foto Billy j. Budiardjo???
    Kirim ke email saya ya Mas Jsop

    Thnksss

    Aguz (Denpasar)

  10. Aguzz..

    Ini alamat email saya : aguz@live.com
    Kirimkan foto Billy j. Budiardjo ya mas!
    Thanks Mas!!!

    Fans Budiardjo!
    Aguz (Denpasar)

  11. saya nggak punya foto BillY , sorry mas

  12. hey smua.. i’m Billy Budiardjo’s daughter..
    seneng banget denger semua orang ngomongin hal2 luar biasa ttg ayah saya…
    that made me missing him even more.. :(
    love you daddy..

  13. Denissa…, kamu pasti udah nggak inget sama oom ya..?
    beberapa kali kita pernah ketemu di Gin std. waktu Denisaa masih relatif ‘kecil’ dan gemuk2 hehehe..

    Salam buat mama ya!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara