me598andrewshould have used a narrower DOF...hahfinally moved in from the wallslauren, andrew, and my flash

Lebaran

Lebaran dalam perspektif peradaban manusia adalah sebuah perilaku budaya masyarakatnya .

Ada yang harus pake baju baru , celana baru untuk mencerminkan sebuah ekspresi “jiwa yang baru” . Lebaran di Indonesia tentu tidak sama dengan lebaran di Amerika , Eropa atau Arabia bahkan di Cina . Dulu semasa saya kecil di Semarang , kalau lebaran ada “dug-der” pesta petasan dan kembang api sambil makan kue cina kiriman dari sahabat-sahabat Tionghoa teman-teman keluarga saya .

Ada sesuatu yang konkrit berbeda antara bingkisan jaman dulu dengan bingkisan sekarang. Kalau dulu “besarnya isi” selalu bisa dibayangkan dengan besar bungkusnya , kalau sekarang bungkusnya besar tapi isinya bisa keciiillll..banget (*contoh yang gampang dilihat adalah kemasan super mie*) Harga ngga beda tapi isi cuman tiga suapan saja , langsung ludes deh..

Saya perhatikan juga kemasan-kemasan lainnya .., hampir semua nya penuh dengan “pesona bungkus”, seperti parsel-parsel dan sebagainya . Keranjangnya doang yang segede anak gajah .

Kembali ke masalah budaya , setelah saya dewasa baru tau ternyata ditempat yang berbeda kebiasaannya juga berbeda pula . Karena itu masih banyak diantara kita yang kembali kekampung halaman yang tujuannya antara lain untuk ‘melengkapi suasana budaya yang ingin tetap dipelihara’

Anda pulang kampung kemana ..

About the Author

jsop

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara.... wong cuman seniman . Ibarat sebuah cermin , cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa . Jangan membaca tulisan seniman bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

15 Responses to “ Lebaran ”

  1. biasanya mudik ke surabaya mas tapi karena tahun ini kondisi jalanan semakin mengkhawatirkan sekeluarga memilih di jakarta aja .

    Mungkin mudiknya ditunda setelah lebaran, bener mas sayang kalau tradisi ini juga ikut punah.

    wass.

  2. Dari bayi sampai sekarang tidak pernah mudik mas. Lha wong asli arek Suroboyo. Sekolah, nganggur, kerja, kawin, ngeramut bojo, mbesarkan anak, semuanya di Surabaya.

    “Ied Mubarak” - “Selamat Idul Fitri”

  3. Apa iya persoalan mudik sekadar soal budaya. Buat aku yang tinggal di luar Jawa, mau nggak mau mesti balik juga ke Jakarta pas Lebaran. Iya lah, ngapain aku mesti di lokasi kerja. Toh libur. Toh mesti ada yang dikunjungi. Sama seperti kawan-kawan kerjaku, menjelang natal atau tahun baru, mereka juga pulang ke negaranya masing-masing. Tujuannyanya sama : melepas kangen.

    Jadi kalau bicara kangen, kayaknya itu kodrati, bukan cuma budaya. Yang aku heran, banyak pengamat yang mempersoalkan mudik, entah itu dilihat dari persfektif ekonomi, sosial, atau psikologi, yang kayaknya bisa ditarik kesimpulan sebagai suatu yang negatif. Oh ya?

    Bahwa hari raya dan mudik akhirnya menyebabkan inflasi (kata ekonom-ekonom yang belum tentu juga enggak mudik), memang tidak bisa disangkal. Kayaknya hal sama juga berlaku di negara-negara luar jika hari rayanya, atau tahun baru, yang dibarengi mudik.

    So, buat saya mudik bukan sebuah persoalan, bukan juga berarti eharusan, tapi persoalan hakiki orang yang ingin melepas kerinduan. Bahwa mudik akhirnya mesti keluar uang banyak seperti beli tiket pesawat yang naik dua kali lipat, so what, toh memang harus ada yang dikeluarkan lebih dan dipaksakan untuk mengambil yang hakiki.

    Lha, Mas Yockie lebih memilih tidak mudik hanya karena takut dianggap orang yang latah dengan soal budaya atau toh terpaksa harus mudik karena ingin melepas kerinduan.

  4. Dimas, segala sesuatu yang berhubungan dengan perilaku kehidupan adalah budaya . Ada yang buruk yang disebut dengan budaya setan , seperti korupsi dan lain sebagainya . Namun ada juga budaya yang baik hingga sampai ditataran budaya Nabi-Nabi , Islam menyebutnya hadist nabi .

    Kalau mau mudik kantong cekak lalu banyak pengamat mencermati ‘berbeda’ itu soal lain kan?

    Saya sendiri ngga mudik lagi , lha eyang dan lain-lain yang di Jawa Timur sudah pada ’sedo’ . Masak mau kangen-kangenan sama tetangganya .. hehe ..(*ada yang rondo lagi*) bahaya ituuuu..!

    @Mas Syafiq: arek suroboyo asli tah..

  5. Pingin mudik ke Malang, tapi kok males desak2an. Lagipula saya ga urgent, jadi jatah mudik saya biar dipake orang lain aja. Mungkin nanti nungguin riyoyo ketupat :D

  6. wah nak iki ‘ngalam ilsa’ .. pancet dolin ndek mbatu tah? hehehe ..

  7. Bung..
    selain mudik, ada ritual yg hadir setiap Lebaran..yaitu menaikkan tarif dan harga..
    dari harga sembako sampe tarif parkir di Malioboro..
    Dgn alasan ..kan masa Lebaran..boleh donk berbagi rejeki setahun sekali..
    Walah sama-sama rakyat kok ya tega ??

    Benni , apa sudah lupa ? yang pantes disebut rakyat itu “sing ndhi tho..”
    koruptor,penjagal,sampai maling ayam juga ngaku a/n rakyat.

  8. Saya harusnya mudik ke daerah pegunungan Kelud, tp kok rada was-was dengan status siaga III, lagi negosiasi supaya ngumpulnya di Jakarta aja.. gak papa sih desak2an, itu seninya mudik hehehehe.. duduk disambungan kreta udah jadi menu mudik yang harus dinikmati mas…

    Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin.

  9. Bawa payung aja siapa tau gununge’ njeblug! , atau pake’ topi zeni yang tahan lemparan batu itu lho..

    Duduk disambungan kereta ati-ati… sering ucul..

  10. Salam kenal Mas jsop. Hari ini saya nyasar ke site ini dan mudah2an tidak terganggu dengan pertanyaan2 saya yg tidak pas dengan tema yg sedang “in” di site.Pakai keyboard apa utk lagu Dia di album Jurang Pemisah ? apa B3 macam punya Jon Lord.Cukup beruntung album ini sdh di Digital Remastered thn 1995an. Lagu2 Chrisye di Album ini tidak pernah disebut-sebut ya pada acara2 mengenang alm.Chrisye karena recording companynya bukan Musica.

  11. iye bos , b3 . Sekarang tinggal gambarnya doank , mo beli lage gak kuwat. Orang jadul ngomongnye: mana tahaaan..hehehe . jijay ya..
    album Jurang pemisah ,punya O’ok (aquarius) bukan aciuw & fams.

  12. wah mas yockie nulis tentang dugderan, mengingatkan saya pada masa kecil di kauman semarang dulu, sekolah di belakang masjid gede dan tiap menjelang ramadhan ada pasar kaget duderan, dna juga menantikan meriam disundut di masjid gede kauman.
    btw, selamat idul fitri mas. salam dari london

  13. Agam F , thanks & sama2 selamat idul fitri ya nanti.

    btw anda disana study apa j travelling
    saya malah sering nunguin dibalik pagar pas meriam mau disundut hehe…mengasyikkan ya .. sambil nge-wedang ronde khas semarang (tepung isi kacang) wuiihh..marem tenan..

  14. Benni, kalau saya berpendapat ‘tidak ada yang salah dengan tradisi mudik’ , justru malah mungkin itu harus dilestarikan sebagai salah satu budaya yang kita punya untuk media bersilahturahmi bersama sanak keluarga .

    Yang jadi masalah adalah sarana dan fasilitas untuk mendukung berlangsungnya ‘budaya’ tersebut semakin sulit dipenuhi karena himpitan berbagai masalah ekonomi . Akibatnya terkesan ada pemaksaan-pemaksaan yang sering terlihat tidak rasional .

    Inilah salah satu problematika negeri ini , bahwa “ada sesuatu yang menjadi salah” padahal kesalahan tersebut akibat dari problematika masalah yang lain .

    Semakin bertumpuk persoalan “tumpang-tindih” tersebut , jelas semakin gagap kita mengatasinya .

    “udah jatuh ketiban tangga , tangganya kejeblos got , gotnya banjir , terseret kekali , dikali banyak buaya , buayanya lapar , masih belum selesai , ternyata kalinya terendam luapan lumpur hingga menjadi dangkal , lalu akibatnya meluap sampai membanjiri kota , lalu disanalah buaya-buaya tersebut beranak pinak , yang pasti saya bukan buaya ..hehehe :)”

  15. saya kerja mas. banyak konser disini, cuma kok musiknya sudah pada nggak masuk ya? yang prog rock the flower kings mau main di London, wah 2 album terkahirnya nggak masuk. yang power metal, kayak nightwish dan sonata arctica, kok saya juga nggak masuk juga ya? jadinya kelihatannya saya lewatkan saja lah konser2 itu

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>