Muak & Mual
Saban hari saya baca saya lihat saya dengar gembar-gembor kerasnya suara-suara mengumandangkan semangat rasa nasionalisme berkebangsaan dan ber-Indonesia .
Dari pemberantasan korupsi yang ujung-ujungnya salah satu anggota Komisi Yudisial / lembaga hukumnya malah terlibat kasus korupsi , kemudian ramai ‘diramaikan’ dan langsung diperiksa KPK .
Pemilihan calon anggaota KPU juga melahirkan masalah transparansi dan akuntabilitas , langsung dikecam Oom Teten Masduki ICW .
Sementara pemilu dan pemilihan presiden 2009 , getaran gempa buminya sudah mulai terasa . Para pesilat dan pendekar cuap-cuap sudah terlihat berduyun-duyun turun melewati lereng-lereng bukit menuju tempat perhelatan ‘adu kemahiran serta akrobat’ , layaknya hiburan badut-badut dipantai Jaya Ancol .
Serangan dari luar juga masih tak henti-hentinya bertubi mengantri , bagai tusuk gigi tajam yang tak sengaja menukik ke-dinding gendang telinga karena sangking enaknya kita dibuat merem-melek . Padahal maksudnya untuk mengganti tugas cutton bath yang habis. Serangan dari mana sih ? apalagi kalau bukan dari si Malay nya-sia itu.
Dari sejak Subandrio 1963 mengumumkan “musuh” sebagai panggilan resmi bagi negeri jiran tersebut hingga sampai ke kasus Ambalat dan sebagainya lalu melebar lagi sampai pbb (maksudnya problematika babu-babu) dan terakhir Rasa Sayange’ yang diklaim mereka karena terlanjur sudah dipake’ buat promosi parawisatanya .
“ngelu..deh..!”
Kita sih semangat-semangat saja mempertahankan rasa kesatuan nusantara ini , apapun namanya . Mau Indonesia keq’… , Indonesah keq’… , Indonsia… keq’… , ngga penting lagi . Yang diperlukan sekarang “isinya” bukan bungkusan yang selama ini sering menipu kita dengan pepesan kosongnya.
Koq masih bisa-bisanya … setiap periode lima tahunan tereak-tereak “ayo semangat..!” , “ayo tunjukkan rasa persatuan dan harga dirimu..!” atau ayo..ayo…lainnya….. . AYO MAJU MUNDUR! biar kaya sepur langsir sekalian.
Ibarat seorang bapak yang berteriak setiap pagi harinya kepada anak-anaknya..”Ayo sekolah..jadilah orang yang berguna..dan sebagainya!”
Padahal sekolahnya ngga ada .. (belum dibangun) , atau sekolahnya ada tapi ngga bisa bayar uang pangkalnya . Karena ngirit? dan mau menipu kepala sekolah? , bukan bos….! karena memang kaga ada duitnya…,mengapa koq sampai ngga ada duit buat nyekolahin anak?….. Ya ..karena pemerintah belum bisa memenuhi janji konstitusi untuk menyekolahkan warganya sendiri , sekarang masih asik-asiknya merintahin orang terus .
Dan mengapa ngga kerja ? kaga ada pekerjaannya bos..! Lhoo.. bukankah banyak cara untuk menyiasati lowongan kerja ?
Kate’ orang betawi: nyang haram aje ude’ suse’ … jangan lage’ ente’ nyari nyang halal..!
Jadi artinya apa? artinya kita masih berputar-putar pada janji-janji mau sejahtera , mau pintar , mau meng-global dan mau konsisten untuk menjalani hidup secara demokratis , tapi ya baru janji… (*masih mending kan daripada celotehan: “ngga janji deeh..”*)
Dan corong TOA janji-janji tersebut biasanya selalu berisik menjelang pesta badut-badut jaya ancol diatas tadi . Setelah pesta berakhir lalu segera berubah strategi .. bunyinya musik dangdut yang melenakan dan memabukkan dan sesekali dijadikan “sarana pidato bantahan untuk kritik-kritik yang pedas dan legitimasi atas nama konstitusi yang sah” .
Jadi kritik dari rakyat atau bahkan oposisi cukup dijawab dengan diskusi / urun rembug kompromi atau pembenaran versi pemerintah sendiri . Bukan untuk ditindak lanjuti sebagai sebuah keinginan atau bahkan perintah dari para stake holder pemilik negara dan republik ini .
Lihatlah perilaku pejabat negara sampai para anggota dpr (pake huruf kecil saja) yang ribut urusan tunjangan gaji sampai selingkuh vcd , sudah berhasilkah mereka melakukan fungsi dan tugas mereka sebagai para wakil rakyatnya .. ? atau para wakil partainya ? no comment , saya tidak ingin menyebar fitnah dan black campaign , silahkan anda berpendapat sendiri .. bebas ngga dipungut tagihan dan voucher pulsa hp.
Lalu.. apa artinya artikel ini ?
Ya artinya saya muak dan mual dengan perilaku bangsa saya sendiri , apalagi pada para pemimpinnya. Tapi …apa iya lalu saya mau membenci bangsa saya sendiri , seperti ucapan SBY saat berada di New York beberapa waktu berselang : “Saya sedih melihat banyak orang Indonesia men-jelek-jelekkan bangsanya sendiri dan seterusnya”
Ya….jelas tidak ….., kalau saya bukan menjelek-jelekkan karena membencinya tapi justru kecintaan saya yang besar pada bangsa saya sendiri yang tak rela diperlakukan terus-menerus seperti ini . Hingga menimbulkan perlawanan pada kondisi yang saya anggap …. memang harus dilawan dan dihadapi ..lewat cara dan apapun yang kita punya dan kita miliki . Kalau bedil jelas saya mboten gadah.., tapi kalo ecek-ecek…tamborine ..nah..saya punya.
Perlawanan juga bukan untuk menghancur leburkan.! tetapi untuk bisa dibenahi oleh orang-orang yang seharusnya membenahi … apakah saya juga merasa mampu untuk membenahinya?… Ya jelas tidak juga dong Oom..! saget menopo kulo…. (ampun tanglet maleh nggeh..hehe)
Kalau tidak bereaksi ..apa harus diam saja dan cukup te’lak-te’lok… memandangi tivi yang sudah mengintervensi ruang privat saya sendiri , sambil mendengarkan ocehan iklan dan mencoba menelusuri alam /pola pikir mereka-mereka yang merasa sudah mampu berperilaku lebih baik ? bagi jaman ini.
Atau malahan saya ikut-ikutan aja dalam peran komedi yang dalam bahasa dewa-dewa “komperehensip dan holistip” . Yang inti maksudnya ada di akhiran kata “sip” dan “tip”
Jadi saya tutup dengan sedikit nasehat mbah buyut saya , jangan lupa “SIP” & “TIP”
























jangan muak dan mual mas. mungkin perlu jalan-jalan dulu, kayak saya menyepi dulu kalau lagi muak dan mual. btw, mas suka the flower kings? saya mau nonton nanti November 11
he..manusiawi aja , ada saat cuaca dark sebagai awal brightness lagi , anda di london jalan-jalan mah enak , dingin bersih dan ngga ada laler
di jakarta jalan-jalan ke public area malah pulang jadi stress , mau nyepi & gelar tikar dipinggir empang nanti disangka gembel
Flower kings? asik , titip mata dan telinga aja .