Situasi

danger.JPG

  • Dilarang bicara artinya melanggar kebebasan hak-hak azasi manusia .
  • Bicara ibu mati karenanya
  • Diam bapak terenggut nyawanya

Penyakit yang menyerang bangsa Indonesia adalah penyakit yang dengan katagori patologi ilmu kedokteran disebut penyakit menular , berbahaya , virusnya berjangka panjang serta sangat mematikan .

Namun janganlah terburu-buru kita meng-identifikasikannya segolongan dengan CA atau kanker sebab kanker belum ditemukan obat penangkalnya yang legitimated , apalagi sudah jelas dia mematikan . Sedangkan penyakit bangsa Indonesia masih berharapan untuk dapat disembuhkan , walau realitas acapkali mendorong kita untuk berpikir tipis kemungkinan .

Kepada anak tertua kita berkata :” nak.., sayangilah adikmu dan bimbinglah agar dia tidak menjadi malas belajar serta lindungilah dia dari pergaulan teman-temannya yang tidak baik.”

Kepada sang adik kita juga berkata:”nak.., hormatilah kakakmu karena dia sangat menyayangimu dan turutilah nasehatnya sebab semua itu juga demi kebaikanmu sendiri.

Dalam kondisi proses belajar dan pembelajaran yang sedang ditempuh oleh kedua orang kakak-beradik tersebut , rukun warga setempat membangun pusat-pusat hiburan disegenap tikungan lingkungan rumah-rumah mereka . Memberikan fasilitas atas nama modernisasi dan kemajuan jaman serta melengkapi hak semua warganya untuk dapat menikmatinya senyaman mungkin , maka didirikanlah:

Panti pijat tradisional ditikungan (a)
Rumah makan 24 jam oom donal ditikungan (b)
Rumah adu ketangkasan serta arena quiz berhadiah di simpang (c)

Namun secara tak diduga-duga , itu semua juga melahirkan situasi panas didalam setiap rumah-rumah warganya . Semakin lama semakin menjadi-jadi , para bapak dan para ibu bertengkar tak habis-habis dan tak selesai selesainya . Mereka saling lempar jurus menyalahkan pihak satu dengan yang lainnya .

Bapak:

Kamu tak tahu diri , sebagai ibu rumah tangga kluyuran , ngrumpi , arisan , shoping, kekantor , ketemu client , meeting , mengejar karir dan sebagainya . Anak-anak yang ngurus siapa ? pembantu ? sekarang bukan jamannya pembantu-pembantuan seperti jaman dulu . Sekarang jamannya ibu merawat / mengawasi dan membesarkan anak agar besar nanti tak tersesat dalam godaan mimpi-mimpi setan jaman .

Ibu:

Kamu yang tidak tau malu , sekarang bukan jamannya lagi perempuan hanya jongkok didapur lalu melayani rumah tangga kayak babu . Sekarang jamannya persamaan gender , perempuan harus pintar kalau bisa lebih pintar dari lelaki , ekonomi tidak usah bergantung dengan suami , saya juga mampu kerja dan menghidupi kebutuhan saya sendiri .

Diluar sana Pak RW 001 dan BU RW 002 , sedang bersitegang mem-perdebatkan batas wilayah kedaulatan warganya masing-masing sebab hal tersebut berkaitan dengan lahan yang akan dipakai untuk dijadikan bangunan sarana publik lainnya , mal dan bioskop 22 .

Disisi yang lain lagi sang Bupati sedang kerepotan didemo oleh sebahagian warga kotanya nya , sebab rencana kerjasama serta pembangunan fasilitas-fasilitas tersebut , tidak merata “pembagian jatah rejeki hasil palakannya” . Tidak adil , tidak merata dan tidak Pancasilais , demikian bunyi tulisan spanduk-spanduk yang berderet sesak memenuhi halaman perkantorannya .

Ditingkat yang lebih tinggi lagi , kelompok aktivis pemuda Indonesia yang sudah lama kecewa atas janji-jani perubahan yang tak kunjung tiba menuntut agar diberikan ruang yang jelas dan nyata . Supaya pemuda bisa berkiprah langsung , bersama menyelamatkan negara .

Namun mereka dihadapkan pada ‘pemuda’ dari sisi yang lainnya lagi , yang saat ini juga sudah bergandengan dan bekerjasama dengan para seniornya untuk bekerja demi menyelamatkan negara (katanya) . Semua harus melewati sebuah sistem yang kita sepakati dalam konstitusi kita , jangan main tabrak , salip kiri salip kanan seenaknya , demikian imbuhnya .

Saya ngelamun dihalaman rumah menyaksikan “WWrrrrooommm….deru Harley Davidson yang dikendarai si joni sedang berhenti dilampu merah , membuat si To’ir pengamen kecil ketakutan sambil menutup kedua telinganya dengan kedua belah tangannya. Ecre’k-ecre’k-nya (tambourine) jatuh dan ditinggalkannya .

Sekembalinya dia hendak mengambil , tambourine itu sudah berpindah tangan pada prokem lain seniornya .

Si To’ir menangis , pulang mengadu pada kakaknya .

Dari belakang saya terdengar istri menghampiri , menepuk punggung dan berkata :
Mas..bolehkah saya langganan pesan singkat ‘ayat-ayat’ suci ini ..? murah koq mas..hanya “..” rupiah perkata tapi manfaatnya banyak bagi kita semua , menurut ibu-ibu tetangga hokinya langsung bertubi-tubi datangnya .

Saya bergumam dalam hati ‘………..’

(*hanya untuk saya konsumsi sendiri dan saya yakin Dia tidak perlu dilapori*)

wass.

About the Author

jsop

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan seniman bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.