Jam

jam1.JPG

Ini bukan jam session yang meng-asyik-an , yang biasanya sering dilakukan oleh orang-orang bermain musik .

Ada nge-jam pergi ke resto , artinya bayarnya rame-rame alias patungan .

Ada nge-jam pemancar atau transmiter orang , walaupun dilarang tapi kelakuan yang mengasyikkan .

Ada nge-jam HP atau telpon orang …eh’ sekarang sudah ngga bisa lagi ya..tetapi dulu banyak orang merasa puas kalau sudah melakukan .

Dulu semasa muda saya sering jam session dengan teman-teman , alias pacarannya gantian …hehehe .. sebab gulanya cuman se-sendok tapi semutnya sekampung .

Diantara jam-jam lainnya , ada satu nge-jam yang sama sekali ngga enak dan menyebalkan , yaitu nge-jam dijalanan .

Konon Jakarta beberapa waktu terakhir ini nge-jam total gara-gara / disebabkan oleh pembangunan ruas baru jalan bagi Bas-we’ , simerah menor yang gede .

Para ahli tata-kota mengatakan bahwa pemecahan masalah transportasi dikota-kota besar hanya bisa dilakukan dengan berfungsi serta terjaminnya sarana transportasi publik .

Merubah mindset orang Jakarta untuk mau pergi kekantor dengan menggunakan sarana-sarana tersebut ternyata cukup berkendala . Salah satunya adalah rasa gengsi atau prestise orang kota yang sudah terlanjur punya ‘habit ber-status’ bila mengendarai mobilnya sendiri .

Sepertinya taxi , biskota , sepur sampai ojek dan becak hanya untuk orang-orang yang sedang berjuang mengejar status tadi . Orang ngga mau tahu bahwa ada sebuah rencana rencana jangka panjang yang sedang berusaha dilakukan . Mereka hanya mau tau bahwa hari ini sungguh menyiksa harus membuang waktu ber-jam-jaman untuk satu tujuan yang bila ditempuh berjalan kaki cukup memakan waktu satu jam-an misalnya . Lalu kenapa ngga jalan kaki saja ya….? Ooo…kotor , debu , panas dan tidak aman sebab belum ada pedistrian yang memenuhi persyaratan .

Semua memang serba masih berkekurangan , masalahnya maukah kita bersusah-susah ber-payah-payah untuk sesuatu tujuan yang baik ?

Nah..kalau baru urusan merubah mindset menggunakan jalan dan ber-lalu-lintas saja sudah sulit , bagaimana mengajak masyarakat untuk merubah mindset yang lebih rumit lagi …, gimana ?

Pemerintah daerahnya harus gimana dan kita akan gimana ?

Ya ngga gimana-gimana , gitu aja koq preot .. nikmatin aja dijalan sambil tidur !

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

6 Responses to “ Jam ”

  1. wah di jakatro emang lagi parah banget ya Mas … ?
    strawberry jam enak juga sama roti tawar :)
    berarti di sini mah enak dong, kagak macet. namanya juga kampung pinggir rimba. hukum jalanannnya juga hukum rimba, jadinya banyak sekali orang mati karena diinjek truk. tapi ada juga yang mati diinjek gajah. kemaren malam malah saya ketemu kucing hutan kayak macan. matanya mencorong kayak lampu bus wae.

  2. wuih..enaknya hidup ..masih bisa ngliat kucing hutan…
    DI Jakarta adanya kucing garong , lagunya top lagi , mas

    Saya mau ah..bikin lagu judulnya Kucing ngepet. :)

  3. mas, bikin lagu “kucing garong ngesot” deh. pasti top. dijamin. he he he.

  4. Fraksi PKS di-parlemen: Pemerintah pusat harus punya kebijakan terobosan untuk mengatasi arus pergerakan lalu-lintas jabotabek . Agar egoisme wilayah dapat teratasi

    (*usul pemikiran yang cermat*)

    Pakar analis UI: Pengembangan wilayah perkantoran / perdagangan dan lainnya seharusnya dilakukan dipinggiran kota hingga dapat mengurangi pergerakan keluar masuk Jakarta. Pemerintah tidak boleh tunduk pada selera pasar dan kapitalisme .

    (*rasanya sudah cukup lama kita mendengar gagasan seperti ini , masalahnya ..kapan mau terjadinya…*)

    Warga pondok indah : demo .. demo .. protes

    (*ini yang repot .. masyarakat selalu dibenturkan oleh kondisi antara hak-hak warga yang memiliki kemampuan memilih hunian yang asri , dengan masyarakat umum lainnya yang membutuhkan akses / sarana transportasi . Episode yang selalu diulang-ulang oleh kebijakan pemerintah Indonesia , peraturan yang akhirnya berakibat mengadu domba antar sesama masyarakatnya . *)

  5. Kalau saya lebih suka ibukota endonesya digilir saja. Besok Balikpapan, terus Makasar, terus Palembang, terus Jayapura, gitu seterusnya.

    Karena endonesya bukan hanya jakarta gitu loh …
    Apalagi kalau jakarta yang memang fragile, kena sunami, gimana jadinya nasib endonesya yang diurusi orang jakarta (eh…apa iya ya pejabat di jakarta peduli sama nasib rakyat di daerah?)

  6. Maksufnya sistem administrasinya saja ato sama istana-istananya mas Jusmin ? Yuk kita nanya ke pak Beye mau ngga ya ngantor dikelurahan Bojongsari kecamatan dugulsari Rw.007 Rt.008

    Kalo anggota de-pe-er rasanya sih pasti gak mau , kecuali gajinya dinaikin lagi , kali ya..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara