siAmsoy

eksploitasi.JPG

Disebelah rumah saya tertangkap seorang maling kayu , si amsoy namanya . Setelah bisa kabur dan lari nyebrangi kali , dia ditangkep lagi berkat kerjasama antar lurah desa diwilayah kami .

Konon si amsoy diseret ke balai desa untuk diadili dengan se-adili-adilinya , dia hendak dijatuhi hukuman kurungan berat karena sudah membuat desa kami kebanjiran dan merugikan taman hutan kami sebagai tempat kami memelihari burung-burung sampai babi hutan . Belum lagi ancaman-ancaman dan berbagai akibat yang sering diceritakan oleh orang-orang bule dikoran , tentang bahaya pemanasan kompor gas ..eh’ maap salah bahaya pemanasan ‘nggelobal gas ..maap lagi nggak pake gas ya mas..

Singkat kata ditengah balairung desa terjadi lagi babak sandiwara kuno tapi dipaksa terus menerus ditampilkan , sebab para hulubalang masih senang mendengar dongengan irama dangdut yang me-nina bobokkan . Skenario dari sandiwara memutuskan si amsoy bebas lepas seperti burung jalak yang boleh tertawa terbahak-bahak menyaksikan perkutut yang tak berkutik dikaki langit , maklum dikandangi .

Maka gemuruhlah suasana balairung oleh tempik-sorak para hulubalang beserta sanak keluarganya yang merasa mampu telah turut menyelamatkan ndoronya .

Dipihak lain , berbagai lurah yang tersebar diseluruh penjuru wilayah sekitar perkampungan saya merasa kesal dan marah . Koq sudah capek-capek mbantuin nangkep maling , begitu udah ketangkep dan diserahkan malah dilepas lagi …..

gundul

Sempprrrullll….! begitu teriakkan mereka beramai-ramai hingga suaranya terdengar menggelegar bergetar membelah angkasa .. wuih.. pokoknya kaya bunyi gluduk ..

Sayah memutar kaset kuno yang sudah meleyot-meleyot ndengerin lagu kuno..lagunya ciptaan teman saya, sawung jabo yang katanya orangnya urakan dan cewawak’an itu…

Ooooo..ya nasib….nasibmu jelas bukan nasibku…..Ooooo…ya nasib…..

lagunya masih wenak , sekonyong-konyong orang-orang sekampung berduyun-duyun menghampiri pengen ikut dengerin lagu tersebut , ada yang nyeletuk :

“..lagunya masih enak ya mas…”

Mereka jongkok berbaris mendengarkan lagu dari kaset sayah, tangannya mengorek-ngorek tanah entah apa yang dicari namun terlihat matanya menatap kebawah sambil …….
mbrebes mili..

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

2 Responses to “ siAmsoy ”

  1. Tragedi datang silih berganti . IBU tolonglah bangsa kami .

  2. Mas, kalau di kampung saya, orang yang suka ngembat tanah orang konon kalau mati, mayatnya nggak bisa masuk-masuk ke liang kubur karena liang kuburnya mengkeret terus tiap kali dipanjangin.

    Saya juga lagi nyetel kaset Mas Jabo nyanyiin kampas putih
    “..simpanlah nasehatmu kawan, pergilah tidur bersama mimpi-mimpimu..”

    wah..sekarang mimpi aja sudah susah didapet mas…baru mo merem kepikiran utang , baru mo selonjor ada gempa bumi , baru mo ngrangkul istri lampu mati ..gelap gulita ..yang kepegang si surti sipembantu sirumah sitangga . hayah.. kapan bisa mimpi…

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara