R’U’UdeYaqin

keadilan.JPG

Aliran dana kepenegak hukum (bacaan:Kompas 10 nov 2007) . Dana dari Bank Indonesia 100 milyard yang antara lain 68.5 M untuk biaya bantuan hukum , mungkin bayar lawyer , aparat jaksa , aparat hakim , polisi , wartawan atau entah siapa lagi . Yang pasti julukan seniman atau musisi tak tercantum untuk dibagi.., alhamdullilah (*walaupun rugi..*).

Dan sisanya 31.5 untuk bayar ke-loket de-pe-er untuk memesan rancangan undang-undang yang baru , sesuai kebutuhan agar orang-orang yang terlibat bisa aman tak terganggu serta selamat sejahtera .

Hal tersebut diatas terjadi pada periode pemerintahan sebelum ini , atau sekitar tahun 2004 dan baru disampaikan ke KPK pertengahan bulan november pada tahun 2006 yang baru lalu .

Pertanyaan yang muncul dibenak saya dan pasti jadi gerundelan nggak mutu dibenak seluruh rakyat Indonesia jika mereka mendengarnya :

1. Pantas saja di-dekade dimana makro ekonomi sedang kesulitan , muncul orang sukses materi dadakan . Terutama orang-orang yang mempunyai kemampuan membaca peta lalu mengarungi lautan per-undang-undangan . (*silahkan kira-kira sendiri*)

2. Pantas saja kasus BLBI yang tempat sarangnya tikus got beranak-pinak , bisa berubah diperlakukan seperti memelihara Taman Nasional yang berisi binatang primadona , dengan penuh kasih sayang .

3. Dua tahun lebih , dari 2004 hingga 2006 atau tepatnya menunggu periode pemerintahan yang berganti , barulah laporan yang ‘seperti’ dibawah meja ini muncul kepermukaan bumi. ( ada apakah ini..? koq lama sekali menyelidikinya ..? ) Terjadi krisis dan mulai tidak akurkah didalam lingkaran kekuasaan saat ini ?

Yakinkah anda pemerintahan sekarang ini akan men-tuntaskan pe-er jangka pendek tersebut , sebab ini berkaitan dengan prestasi yang akan melengkapi agenda pemilu 2009 nanti bukan ? Atau pura-pura udah nggak mau ikutan lagikah , biar rakyat yang memilih lagi dengan sendiri.. dan sandarkan lagi semuanya atas nama polling pen-citraan , bukankah kita sangat senang dengan pen-citraan dan popularitas yang dibentuk oleh hantu-hantu ekonomi ? ah ..andai saya jadi raja (*kata Andy Riff*) , seratus milyard saya biayai sebuah konser mengundang seluruh seniman seisi jagad ini , katakan pada dunia kalau kita masih ada . Maksudnya masih punya harga diri . (*sayang .., mimpipun tidak diberi..*)

Orang-orang yang terlibat dalam kasus diatas belumlah pensiun secara keseluruhannya , masih banyak diantara mereka yang saat ini menempati jabatan serta posisi pemerintahan yang sedang berjalan .

Yakinkah anda pemerintahan kita hari ini akan mendorong percepatan penyelesaian proses keadilan yang berhubungan dengan hajat hidup seluruh rakyat Indonesia . Lalu dengan lapang dada menerima kenyataan bahwa barisan aparat-aparatnya yang ada saat ini penuh dengan koreng dan borok busuk yang baunya memuakkan .

“Serahkan pada mekanisme hukum dan perundangan yang berlaku”….jawab mereka tegas!

Justru lewat celah itulah yang selama ini menjadi pintu dan jalan keluar maling-maling melakukan pembenaran atas segala kelakuan bejatnya .Bingung?…ngga usah bingung…semua bisa dibeli….biasa aja mas …santai…belanda masih jauh!

Atau malahan kita semua akan diajak berdendang bersama melantunkan lagu tentang segala kerinduan agar kita bisa merasa damai dan melupakan sejenak pedihnya bagaimana cara mencari makan dengan terhormat . Sementara anda lengah , saya berkiprah ….WuZzzz…

Lagi ..

Sebuah pertaruhan antara stabilitas kekuasaan dan semangat memperbaiki keadaan serta satu hal yang tak kalah penting adalah …arah demokrasi kita yang patut kita pertanyakan.

NB:Dipihak lain kelompok opportunis ekonomi yang tercipta adalah orang-orang yang gesit bermain jurus silat serta lincah jungkir-balik kiri dan ke-kanan mempertunjukkan keahlian untuk turut dalam arena lomba permainan kehidupan , yang judul lakonnya masih sama : “adu bejat” .

Lalu pertanyaan yang muncul dalam benak kita : “dimanakah posisi saya berada” ..jangan-jangan sayapun ‘naif’ merasa tak berdosa , sementara uang untuk menghidupi keluarga saya adalah aliran dana yang lekat dengan gelimang keringat dan derasnya airmata rakyat kecil yang tak tahu apa-apa.

Merdekakan dulu diri kita masing-masing , barulah kita akan direstui untuk berteriak lantang:
“Merdekalah dengan sesungguhnya Bangsa Indonesia .”

mbahpaidjo.JPG
…….merdeekaaa……..sayup lamat-lamat suara mbahpaidjan dari gubuk sebuah desa menyahut..

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

2 Responses to “ R’U’UdeYaqin ”

  1. Babak baru harapan besar masyarakat kepada masa depan pemerintahan ini diuji kembali .

    Hari ini Badan Kehormatan DPR-RI berjanji tidak akan pandang bulu dan akan men-tuntaskan pelanggaran kode etik anggautanya sampai se-akar-akarnya .

    Termasuk kepada anggauta DPR-RI yang saat ini sudah tidak aktif lagi.

    Kita hanya mampu berharap dengan sungguh-sungguh , agar masa depan sebuah negara jangan lagi dipertaruhkan hanya untuk melindungi segelintir kelompok orang dan kepentingan politik pragmatis semata .

    Mari kita saksikan , apakah ini akan berjalan sesuai harapan atau kembali berakhir diujung anti-klimaks dari episode kisah sandiwara kuno , dongengan masa lalu .

    Bila ber-proses dengan baik , maka dalam kurun waktu yang tak terlalu lama akan kita saksikan bersama-sama rontoknya satu demi satu tokoh-tokoh yang tak terduga . Disanalah genderang reformasi akan terdengar mengawali gegap gempitanya lagi .

  2. [Seminggu setelahnya:]

    Konon dokumen yang terkait dengan arus aliran dana , siapa penerimanya atau nama-nama yang terlibat didalamnya ada dalam genggaman Badan Kehormatan DPR-RI.

    Apakah BK DPR-RI akan menyimpannya dimeja mereka sendiri dan melakukan investigasi seolah ini hanya urusan dan hak mereka sendiri? mari kita lihat nanti .

    Sementara sohib saya Teten Masduki (ICW) sungutnya sudah mulai terlihat naik sambil ngomel berharap dokumen tersebut harus diamankan oleh KPK agar tidak dikutak-kutik sama tikus berkepala manusia .KPK sendiri tidak bisa meng-oper persneling menuju gigi dua karena semua langkah pemeriksaannya tertumbuk pada kitab hukum pidana KUHAP yang ada .

    Disisi yang lain ada geliat anak-anak asuhan dibawah pengawasan Badan Kehormatan DPR-RI yang saat ini sedang disoroti dan diperiksa (fraksi-fraksi di DPR), justru malahan bersama ketua Badan Kehormatan DPR-RI sendiri , membentuk tim pemeriksa yang baru lagi .Seperti biasa namanya tim khusus .

    Mbbbuletttt…, itulah Republik Indonesia yang dikelola dengan gaya remaja abg. Semua jalan menuju ‘cilukba’ mudah dicari dan ditemukan pembenarannya .

    Kita berharap tim-khusus bukan jelmaan tim-tikus yang dari jaman otoritarian dulu sudah beranak-pinak . Apa ini cucu-cucunya ya..?

    Mari kita tunggu apa yang akan terjadi seminggu kedepan nanti…

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara