Genit

airmata.JPG

Genit atau kegenitan sebuah kata yang identik dengan perilaku anak baru mau gede atau biasa disebut abg . Biasanya tingkah laku tersebut terpicu oleh adanya kebutuhan untuk mencari pasangan atau juga mencari perhatian orang-orang yang berada di-sekelilingnya .

Genit biasanya melanda pribadi-pribadi yang mengalami kesulitan mendapatkan perhatian , terbukti bahwa figur yang tampan atau cantik rupawan jarang kita temui ter-obses dengan jurus genit – kegenitan tersebut . Oleh sebab itu menjadi sangat wajar apabila sering kita jumpai remaja atau abg yang perfomance-nya kurang beruntung atau bahkan isi kepalanya pas-pas-an menjadi genit – kegenitan .

Lain halnya lagi bila wajah dan segalanya sudah tampan & rupawan namun tetap juga genit dan kegenitan , maka mahkluk tersebut sudah masuk dalam katagori lain yakni kegatelan .

Pada jaman ini sudah terjadi transformasi genit-kegenitan , sifat tersebut sudah tidak lagi didominasi oleh perilaku anak baru gede saja dan juga sudah keluar dari domain asal muasal-nya yakni dunia percintaan . Dia sudah compounded / chemistries dengan wilayah yang lebih luas jangkauannya . Namun yang di-gunakan dan di-manfaatkan hanya sebatas media genitnya saja , selebihnya goal dan sasaran-nya diselaraskan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing .

Didunia politik , perilaku genit – kegenitan sudah menjurus dianggap sebuah perilaku yang wajar-wajar saja sebab opini masyarakat juga digiring untuk berpikir bahwa itu adalah hak azasi setiap orang untuk boleh melakukannya . Yang pada akhirnya jurus tersebut digunakan sebagai cara para politikus bermain diwilayah remaja untuk menggalang dukungan suara dan berupaya menarik berbagai simpati . Baik itu bernyanyi bersama band-band remaja ataupun tampil diberbagai forum dengan aroma serta design remaja kegenitan .

Menjadi terasa menjauh dari norma dan etika , ketika prestasi dan hasil kerja tidak mendukung atau menyertainya . Cara penggalangan simpati seperti itu terkesan dilakukan oleh orang-orang oportunis yang tak berbudaya . Apalagi remaja yang sering di-eksploitasi oleh industri kita adalah remaja impian yang teramat jauh korelasinya dengan realitas mayoritas masyarakat yang ada . Dinegeri ini remaja yang harus dihindari adalah remaja dengan nuansa remaja kampung/desa dan remaja yang layak dicontoh bukannya remaja yang mampu ber-prestasi tinggi dibidang sains atau disiplin ilmu lainnya yang bisa di-banggakan hingga ke-berbagai penjuru dunia.

Remaja dengan bingkai urban-culture lebih dianggap sebagai representasi impian dan harapan , seolah-olah merekalah yang patut ditiru dan patut di-elu-elukan. Inilah hasil nyata dari neokapitalis dan materialisme yang sudah diletakkan dalam mindset oleh mesin budaya , materi dipuja bahkan tanpa sadar mereka telah pula me-nyembahnya meletakkannya sebagai sang berhala , sang mutiara yang selalu didambakan oleh setiap insan.

Keberhasilan remaja semakin tidak lagi diukur dari kemampuan intelektual serta kecerdasan menggunakan otaknya . Tapi bagaimana kesuksesan materi dengan cepat bisa dibuktikannya . Karena itu pula kemolekan tubuh serta kecantikan wajah menjadi pra-syarat mutlak bagi seseorang agar dapat ber-kiprah meraih ke-suksesannya .

Karena itu pula menjadi bintang iklan adalah cita-cita yang di-muliakan dan di-agungkan . Sebab tidak diperlukan isi kepala untuk bisa mewujudkannya .

Penyesatan pikiran sudah sedemikian parahnya merasuki pola berpikir dinegeri ini , entah salah siapa dan siapa yang ber-tanggung jawab atas semua ini , juga sudah semakin tidak penting untuk di-bahas dan di-bicarakan lagi .

Atas nama ……..(malas saya menuliskannya..) apapun juga … kita hanya bisa berbisik dalam hati kita masing-masing , namun saya yakin , bahwa suara ini adalah jeritan dan teriakan nyaring me-mekakkan telinga dari orang-orang banyak yang nun jauh diluar sana ,

Yang masih jauh dari kesejahteraan yang berhak dimilikinya.
Yang masih jauh dari keadilan yang seharusnya melindunginya .

Diruang maya ini , saya juga melihat mulai tumbuh berkembang dan semakin suburnya kegenitan-kegenitan yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah tak layak dan tak patut bergenit-kegenitan lagi .

Mereka merasa telah peduli , merasa telah berbuat , karena merasa telah ‘berbagi’ lewat berbagai cara . Banyak orang merasa semua ini memang sudah wajar-wajar saja , memuja dan memuji berbagai hal yang tak ada kaitannya dengan kesejahteraan bangsa sendiri . Bahkan lebih parah merasa bangga dan berbakti telah bekerja dan patuh serta taat pada industri koloni . Sungguh genit-kegenitan yang ironis..

Mari kita tengok diluar ,
Jangankan berpikir kesejahteraan yang dijanjikan , bagi rakyat yang semakin di-miskinkan untuk menghadapi hari esok saja mereka tak tau bagaimana cara menyambut mentari kehidupan .

Seperti makna bait-bait puisi yang pernah ditulis oleh Rendra dalam’ Kesaksian’ . Mereka terus dihinakan , dibiarkan berlanjut hidup dalam kesangsian . Sementara kita disini dan yang sedikit lainnya , yang merasa telah memiliki dan sedang menikmati kesejahteraan . Dengan tulus & ikhlas , sepenuh hati beramai-ramai turun ke-jalan menebar bunga solidaritas ke-setia-kawanan . Melantunkan berbagai nyanyian tentang kepedulian

Namun tanpa disadari , panggung kemilau dan jalan raya tempat kita berdiri adalah tumpukan tubuh orang-orang yang menderita , yang sesak dengan berbagai tumpukan kesulitan persoalan hidup ………… begitu banyak dari kita yang tak menyadarinya ..

Mencoba menghayati dan merasa ingin berbagi atas kepedihan orang lain sekaligus sambil berdiri diatas kepala dan menginjaki tubuhnya .
Orang-orang harus dibangunkan , aku bernyanyi menjadi saksi , demikian Rendra bersenandung dalam puisinya .

Semakin jelas aku memahaminya , sebuah ke-genitan dalam peradaban manusia .

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

5 Responses to “ Genit ”

  1. Artikel yang menarik, terimakasih. Saya pendatang baru, dapat link ini dari netsains :)

    terimakasih telah meluangkan waktunya kemari , mb/mas nurma . salam

  2. Perang yang sesungguhnya melawan kemiskinan , kapan kah akan dimulai…apakah harus menunggu jatuhnya korban sebuah generasi..?

  3. * Laju pertumbuhan fisik pembangunan yang semu harus dihentikan sebab hanya pemborosan.
    * Obsesi dan berjuta angan-angan harus dikendorkan agar tidak besar pasak daripada tiang .
    * Orang harus lapar untuk bisa diajak berpuasa menuju saatnya berbuka .
    * Orang buta bisa digandeng agar selamat di-dalam menempuh perjalanannya .

    Namun orang bodoh tak akan bisa diajak bicara untuk menyusun strategi atau sebuah rencana . Mereka hanya bisa marah dan mengamuk hingga melewati batas nalar serta logika .

    Karena itu perang yang sesungguhnya adalah perang melawan pembodohan , yang saat ini garda terdepan musuh kita adalah pasukan lawan yang mengusung mimpi-mimpi me-nina bobokkan .

    Secara de facto , panglima perang kita adalah barisan dari departemen pertahanan .
    Namun
    Secara de jure , departemen pendidikanlah yang harusnya bertindak menyusun strategi perlawanan .

    Bukan seperti yang terjadi sampai dengan hari ini , kaum pedagang diletakkan dibarisan terdepan . Jelas kita kalah dalam skill dan network , apalagi modal yang serba pas-pas-an .

    Sementara departemen pendidikan yang ada masih disibukkan dengan menggonta-ngganti kurikulum yang semakin lama justru semakin membingungkan masyarakatnya . Layaknya bocah yang autis , sibuk dengan mainannya sendiri . Atau memang disengaja diperlakukan agar menderita autism .

    Bila ditanyakan , kapan barisan perlawanan akan disusun dan direncanakan ..
    Saya berharap dan selalu akan berharap ..semoga tidak akan pernah terlambat untuk dilakukan …walaupun…

    ah…sudahlah.., sekali lagi semoga masih ada waktu untuk bisa kita kejar.
    Saya bukan presiden , wong cuman seniman
    salam mas.

  4. Waduh … berat nih.

    Boleh protes dikit ya. Kenapa kok kata “autis” yang digunakan? Saya kok merasa ini agak politically incorrect (sedikit berkesan merendahkan penderita autis).

    yang sy maksud dengan autis adalah kalimat metaphors mas ,
    misal: seperti buaya darat , kan buayanya sendiri ngga salah apa-apa :)

  5. yeee… buaya mah tetap buaya mah. tetap salah tuh buaya! ha ha ha.

    nggak ding. nanti buaya darat-nya marah. ngomong-ngomong, kenapa buaya darat berkonotasi negatif ya? buaya kan memang hidupnya di darat, kan?

    lho..mas budi salah… itu kan istrinya pak’aya , kalau buaya beneran mah adanya cuman dipikiran..
    buayangin dehh..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara