Air Seni

urine.JPG

Ini bukan cerita tentang zat air yang ber-karya seni layaknya seni ber-joget atau seni bernyanyi . Tapi ini adalah air seni yang ngga pernah absen keluar dari tubuh kita disetiap pagi . Kecuali bagi orang-orang yang masih suka ngompol yang pantas disebut extra ordinary.

Tentu anda semua pernah mendengar tentang urine_therapy kan ? Paham ngga maksudnya apa .. nah bagi yang belum tau …nih saya kasih tau ..

Konon didalam kandungan air seni alias si-kanciang kita terdiri dari bakteri-bakteri anti-body yang ada didalam tubuh kita masing-masing . Bakteri tersebut secara spesifik mewakili kondisi masing-masing manusianya . Jadi jelas bahwa kanciang si as’oy dan kanciang si sa’oy bakterinya enggak sama dan juga berbeda mutu serta kualitasnya .

Secara eksplisit bisa diartikan juga bahwa kanciang yang ber-aroma ‘astaganaga’ , itu menandakan bahwa yang bersangkutan nggragas atau pola makannya kacau pada umumnya .

Sedang sebaliknya kanciang yang semerbak rada-rada ‘smells like a tropical trees’ menandakan orang tersebut hidup sehat dan selektif dengan mulutnya . Alias cangkem priyayi bahasa jawanya .

Saya sendiri menderita diabetes , level pemula (hehe..sok tau..kaya dokter) . Mengapa saya mengatakan pemula dan sok tau kaya dokter? Jawabannya ; sebab saya alhamdullilah masih hidup normal tanpa perlu suntikan insulin dan masih makan dan minum apa saja , kecuali menghindari gula pasir yang langsung secara total .

Selanjutnya mengapa saya merasa kaya dokter; sebab dalam perjalanan hidup saya semasa dari muda hingga sekarang , saya cukup mengenal berbagai nama obat-obatan farmasi dan sebagainya . Ada untungnya , setiap saat saya berobat karena flu atau apa saja misalnya , dokter ngga bisa aneh-aneh mengeruk isi kantong saya . Sebab selalu saya tanyakan implikasi serta jenis obat yang akan ditulis diatas kertas resepnya .

Kembali soal sikanciang ,

Dalam sebuah buku yang saya jumpai saat saya jalan-jalan ke Gunung Agung , disitu dituliskan mengenai manfaat urine_therapy bagi manusia . Saya baca bolak-balik hingga benar-benar masuk kedalam otak dan mengendap disana . Lalu setelah saya merasa paham dan bisa menyerap secara logika / make sense . Maka saya tanyakan hal tersebut pada kenalan saya yang lebih berbobot dalam soal ajaran agama dibandingkan saya .

Apakah itu tidak mengandung arti dosa? bukankah itu ber-katagori najis juga?

Sebetulnya maaf.., saya lebih concern dengan bau yang ditimbulkannya dibanding hal-hal yang berkaitan dengan agama pada intinya .

Ternyata jawaban yang saya dapatkan adalah itu tidak berdosa sejauh digunakan untuk keperluan mengobati tubuh diri sendiri . Dia menyebutkan sebuah ayat yang berhubungan dengan hal tersebut , saya lupa ayat apa dan bunyinya seperti apa…dan jangan coba-coba anda tanyakan pada saya .

Namun saat itu juga nalar saya berbisik , ya jelaslah…masak mau digunakan untuk ngobatin orang lain…atau sebaliknya , kanciang orang lain untuk ngobatin kita ….wahhh… aje’gile’ lu..!

Maka setelah informasi yang terkumpul saya anggap cukup valid , dimulailah uji coba saya lakukan untuk pertama kalinya . Karena namanya juga pertama kali..maka persiapan serta antisipasi yang harus dilakukan juga terkesan kedodoran . Sehari sebelum saya melakukannya , segala bentuk makanan dan apa saja yang terbiasa masuk ke cangkem nggragas saya berjalan seperti biasanya , termasuk juga kepulan asap rokok…*si racun yg enak itu*

Bangun tidur saya siapkan gelas minuman yang biasanya digunakan minum anggur . Lalu sikanciang langsung saya arahkan kesana …..ppsstt…..begitu bunyinya …. saya stop sampai dilevel 3/4 gelas saja . Sisanya seperti biasa saya amankan di-kloset .

Sejenak saya pandangi gelas berwarna ke-emas-emasan tersebut , dari jarak sekitar satu jengkal dari lubang hidung saya….aromanya…aduhh..mak…amppuuunnn.., persis seperti stable-nya si dJango .

(edited: dJango = koboi jagoan meksiko yang pestolnya ngga pernah kehabisan peluru. ) (stable = kandang kuda bukan kandang kambing )

Terlajur niat dan pantang mundur walau selangkah …. sambil merem dan jari tangan kiri menjepit lubang hidung ….glekk…glekkk…glekkk….meluncurlah sikanciang menerjang tenggorokan saya ……………….hhhhuuuuffffff….begitulah saya mengambil nafas panjang sambil meng-gedek-gedekkan kepala …setelah semuanya terjadi…

Nano-nano..! itulah kata yang paling tepat untuk menjelaskan pada anda seperti apa rasanya. Ya..pedes…ya asin…ya kecut…ya manis….lengkap , semuanya hadir disana . Bagi anda yang seneng permen tersebut ..daripada buang-buang duit lebih baik ikut metode saya.

Hari-hari selanjutnya saya jauh lebih berpengalaman…, alias cangkem saya tidak dimasuki makanan sembarangan layaknya tong sampah , rokok pun saat itu saya stop …air putih hampir setiap dua jam saya meminumnya . Dan itu berjalan selama kurang lebih satu tahunan lamanya .

Saya bisa bertahan sekian lama dengan metode / urine_therapy tersebut , sebab ketika perilaku pola makan serta jenis makanan yang masuk ketubuh kita selektif dan tidak asal apa saja bisa masuk , maka hal tersebut ternyata berdampak pada cita rasa serta aroma sikanciang kita tersebut .

Dia berwarna jernih layaknya air terjun yang sering dijumpai di-pegunungan , dia beraroma dedaunan layaknya kita menghisap udara ditengah-tengah hutan …sungguh..! Dan cita rasanya? dia tak lebih dan tak kurang seperti saat kita meminum air mineral plus cincau (sejenis makanan agar-agar yg dibuat dari sari daun cincao)

Jadi jelas …tak ada rasa jijik , atau geli , atau bau yang…hmmm.. dan yang terpenting adalah hasil serta manfaatnya bukan?

Badan terasa bugar saat bangun dipagi hari , wajah tampak merah ‘sumringah’ saat menatap kaca di-wastafel kamar mandi , rambut terasa lebat tidak seperti biasanya . Dan yang pasti kadar gula atau fluktuasi turun dan naiknya kandungan gula didalam darah saya terkontrol secara alamiah . Tak perlu obat tablet , tak perlu suntik insulin ..hingga sampai sekarang.

Namun cerita diatas tersebut terjadi kurang lebih empat tahun yang silam . Saat ini saya belum merasa perlu untuk melakukannya lagi . Terkecuali anda mau menemani…

urine.JPG

Ada yang minat? hubungi saya 08098888555 ..eh maaf salah ..itu party line , boleh juga dicoba saat anda kesepian .

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

4 Responses to “ Air Seni ”

  1. dulu saya juga pernah nyoba therapi ini mas Yockie,….tapi mungkin karena pola makan saya masih “nggragas” menyebabkan saya belum berani/tegel nenggak si kanciang tadi,….jadi pola makan ya Mas yang akan mempengaruhi aroma or rasa air kancing kita ?

  2. hehe.pola makan sangat berpengaruh , apalagi kalau kita termasuk makhluk pemangsa daging yang agresif ..wah cilaka 12.., aroma dan rasanya seperti daging baru dipotong ..

    Paling bagus kalo kita ikutin gaya selera jerapah atau gajah ..alias pemangsa dedaunan . Karena itu pula , sangat berbeda jauh atsmofir kamar mandi kaum vegetarians dibandingkan dengan kamar mandi masyarakat umum lainnya . Hawanya beda karena racunnya juga beda :)

  3. Air seni memang seninya kehidupan. Kadang mendatangkan derita, kadang kelegaan. Paling menyiksa kalau terjebak kemacetan tapi kebelet pipis. Lebih tersiksa kebelet pipis tapi nggak bisa keluar. Saya pernah mengalami waktu di rumah sakit, 13 tahun lalu, setelah kateter dilepas. Rupanya klep dalam tubuh belum terlatih. Ketika dipasangi kateter lagi, wuhhhhhh kantong urine terisi 1.200 cc! Lega banget setelah seharian perut kembung dan panas.

  4. paman tyo wrote: “Paling menyiksa kalau terjebak kemacetan tapi kebelet pipis”

    Bisa lebih diperjelas secara spesifik perbedaan kaum hawa dan adam kalau sedang dalam kondisi terjebak tersebut ?

    Ini pertanyaan ilmiah lho ..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara