Gamang

malaikatpun-menangis.JPG

Seorang perempuan bercerita kepada saya , mengungkapkan isi hati serta berbagai perasaan yang selama ini berusaha dia sembunyikan , selama ini dia sepele-kan serta selama ini dia abaikan , remeh..;ujarnya walaupun pada kenyataannya terasa betul beratnya membebani pundaknya .

Dua tahun usia perkawinan yang telah dijalaninya namun terasa dua abad waktu ini berjalan tersendat-sendat melewati hari-harinya . Terkadang dia berbalik arah secara sekonyong , secara mendadak .. , rasanya seperti baru dua bulan kemarin usia perkawinan ini dimulai , tuturnya pada saya .

Ini kisah nyata bukan sebuah dongeng dari bibir saya , saya akan berusaha untuk memberikan sebuah pemetaan , tentang samudra laut kehidupan , yang jauh dari rasa aman untuk dilayari biduk / bahtera sebuah rumah tangga .

~

Perempuan tersebut relatif masih muda , sekitar dua puluh lima tahunan-lah kira-kira umurnya. Saya juga sempat heran dan bertanya padanya apa yang memotivasi mereka untuk memutuskan satu kesepakatan berumah tangga di usia yang se-dini itu . Yang jelas perkawinan mereka jauh dari peristiwa ‘kecelakaan’ atau dalam bahasa sederhananya ‘hamil duluan’ atau bahasa betawinya ‘tengsin’ . Atau ada juga lagu remaja sekarang ini yang sedang populer ‘kamu ketauann ..': (*sedikit maksa..tapi ya di pas-pas’in saja*)

Secara ekonomi kehidupan mereka berdua jauh dari katagori orang susah , mungkin karena latar belakang kedua orangtua yang relatif mampu , otomatis faktor pendidikan dan peluang mencari pekerjaan juga menjadi lebih mudah mereka dapatkan . Sang suami mengelola sebuah perusahaan advertising dan sang istri setelah lulus di fisip senang terlibat dalam berbagai aksi kegiatan sosial . Kemudian tampaknya akhir-akhir ini lebih sering terlihat menghabiskan waktunya sebagai seorang presenter yang bermasa depan cerah disebuah teve swasta.

Persoalan mereka sangat sederhana ; tuntutan jaman yang mendorong setiap orang agar berfungsi dan memberdayakan segenap kemampuannya secara optimal , telah melahirkan situasi yang tak pernah mereka berdua bayangkan . Yakni ‘kekosongan rumah tangga’ , atau saya ibaratkan ‘kesepian rumah tangga’ ,

Dia adalah sebutan dan kata lain dari ‘kualitas rumah tangga yang dibawah rata-rata’ . Artinya secara fisik bisa saja kita ‘rekreasi nafsu’ bergumul bercumbu diatas ranjang setiap harinya atau secara ekonomi bisa saja meja makan kita berlimpah-ruah dengan berbagai hidangan yang kita inginkan.

Namun sofa panjang yang tergolek kaku didepan layar televisi pada umumnya , menjadi saksi yang bisu dan mati bahwa sudah tak ada lagi kehangatan berkomunikasi yang mampir dan hinggap disana semenjak tembok rumah itu berdiri lalu disebut sebagai rumah sebuah keluarga .

Tak usah di-ceriterakan secara mendetail apa yang terjadi , sebab ini sudah menjadi gambaran situasi yang terjadi dimana-mana yang menimpa hampir sebahagian besar generasi kita . Khususnya diawali dari generasi dikota-kota besar selanjutnya penetrasinya perlahan-lahan namun pasti merambah kepada generasi lainnya diberbagai wilayah , hingga suatu saat menyentuh generasi-generasi di-berbagai penjuru kampung dan desa .

Jangan pernah anda merasa begitu yakin bahwa apa yang anda miliki saat ini aman-aman saja . Jangan pernah anda merasa suami atau istri anda diluar sana bebas dari ancaman tergoda . Dan kita sendiri juga jangan munafik untuk tidak terbayang-bayang berselingkuh “…………………” seandainya bertemu dengan seseorang yang didamba apalagi dia terasa merangsang hasrat seksual kita .

Sejauh tak ada orang yang mengenali wajah kita atau memergoki kita ….. maka kita ibarat musafir yang plongah-plongoh atau celingukan dipadang pasir yang sedang terkesima oleh oase fatamorgana yang menyejukkan pandangan mata .

Perselingkuhan bathin dengan mudah bisa kita kelabui dengan mata , namun tak ada obat atau anti virus jenis apapun yang mampu menghapus dia dari harddisk otak pikiran kita.. ketika dia telah meng-kontaminasi seluruh isi kepala .

Karena dia bukanlah ujud sebuah angkara yang berwatak durjana . Dia adalah cinta yang lain yang tumbuh dari cinta yang sudah ada . Dia tetap sebuah cinta dengan segala keindahan dan kesuciannya .

Saya menatap wajahnya yang cantik , muda , dan sedikit menampakkan keletihan dipelupuk matanya …saya katakan bahwa ini tantangan jaman milik generasimu ..saya mungkin bisa memberikan contoh persoalan , namun pelaku hari ini adalah dirimu sendiri .. apapun resiko dan konsekwensi yang akan kamu hadapi , percayalah….kamu tidak sedang sendiri .. kamu beserta generasimu saat ini harus bersama-sama bangkit dan menemukan jawabannya . Atau bila kau biarkan dirimu hanyut mengalir tanpa arah yang jelas , suatu saat kalian bisa benar-benar hanya sekedar menjadi pasrah .

Memandangi wajahnya… , memandangi sebuah peradaban yang mengusung sebuah proses perubahan yang cepat dan revolusioner , perubahan yang mestinya membawa harapan baru bagi semua . Sayangnya kita selalu terkesan lambat dan terlambat mengantisipasi kecepatan angin yang menerpa , sehingga kesadaran barulah tiba ketika dampak terjangan badai yang telah berlalu menyisakan puing-puing yang teronggok menumpuk didepan mata .

Mata…ya lagi-lagi mata..dia memang sebuah anugrah yang luar biasa , selain dengan mudah mampu mengecoh logika , dibaliknya juga tersembunyi barisan malapetaka yang menanti dengan setia .

Kita hanya terlena oleh sejuk dan sepoi-sepoi hembusannya , sambil termangu-mangu mengagumi betapa eloknya pantai ini menghadiahkan matahari yang ingin rebah di-peraduannya …. Namun disaat badai tak diperkirakan datang dan menerjang , seperti barisan turis dipantai yang berlarian tanpa celana dalam kita panik mencari perlindungan … semua kalang kabut …hiruk pikuk …berlarian sambil menutupi kemaluannya sendiri-sendiri .

….Persoalan mereka memang sederhana , namun disaat untuk persoalan yang se-sederhana itupun tak ada jawaban tak tersedia .. maka hanya kegamangan yang menakutkan yang mereka punya .

Sampai nanti waktu yang akan memberikan jawaban dengan sebenar-benarnya ..entah .. mungkin besok ..atau mungkin juga lusa ..

Mereka seperti barisan panjang yang sedang menunggu giliran dan mengantri di-loket-loket perpisahan ..

Tampaknya..

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

8 Responses to “ Gamang ”

  1. mas sapa sih orgnya? jadi pngn tau deh..selidikin ah yg sekrg lg deket siapa ya..wkkeke..
    Btw ,gmn kalo yg blom kawin ..tp udah kayak gito? haha..soalnya rada2 mirip neh…Mas jng bikin org jd takut kawin atuhh.. :(

  2. lupa..mo bilang aq dah donlod ..hiks…lagunya mngharu biru dehh..sapa yg mo nyanyiin nanti mas?
    *hiks…sambil meres sapu tangan neh mas..* Mas bisa aja deh ..kalo bikin lagu spy orng jadi sedeh…:)

  3. karena saya belum menikah, jadi saya ga bisa komentar…
    tapi lagunya khas sampeyan banget ya… bernada kontemplatif :D

    terimakasih mas hedi , wah ada lagunya tuh ‘enaknya jadi bujangan’ ..orang sekarang mah bilangnya jomblo ya? , tadinya saya pikir jomblo itu sejenis goreng-gorengan , golongan combro

  4. Saya tuh kan cuman ngingetin dia aja ..(pasti dia juga sudah tau kan?),

    Perkawinan itu kan komitmen yang dibuat antara dua orang . Outputnya jadi satu yakni disebut keluarga . Selanjutnya keluarga punya komitmen pada lingkungannya yang disebut aturan ber-masyarakat .

    Disini kita sering dibuat disorientasi … , masalahnya yang disebut masyarakat itu yang mana ? yang postmodern apa yang tradisional ? belum selesai dengan pertanyaan tersebut…sudah harus dihadapkan lagi pada kepentingan adat .., adat yang mana yang mau dipakai ? Adat Indonesia apa adat lokal ? difinisinya seperti apa? Kalau adat lokal sudah jelas dimana posisi lelaki dan dimana posisi perempuannya ….tapi itu kan sudah out of date dan kuno . Kecuali kamu hijrah kembali kedesa lalu tinggal dengan lingkungan serta adat yang berlaku disana .

    Kalau adat Indonesia , adat Indonesia itu rumusannya yang seperti apa ? yang menuju globalisasi atau Indonesia ‘transisi’ yang belum bisa lepas dari romantik paternalistik & feodalistik ?

    Harus pilih salah satu … ngga bisa asal ‘tradisi sebagai topeng pemantes’ aja ..

    Apa iya kamu tega membuat orang tuamu menderita hingga terkena serangan jantung , hanya karena kamu dianggap mengkhianati tradisi mereka? Mereka berserta tradisinya kan masih ada serta sepakat diselamatkan bukan? (budayanya), kecuali kita memang sudah ikhlas dan tega mempeti es kan apa saja yang berhubungan dengan perilaku dan keteladanan mereka . Kita itu bukan hanya kamu dan saya lho…tapi ada 250 juta.., katakanlah +/- 150 juta banyaknya yang berkepentingan .

    Lain lagi kalau kita hidup di amerika , jangankan yang sudah kawin , begitu menginjak dewasa saja orang tua sudah tidak punya hak apa-apa atas segala-galanya tentang kita. Kita sudah dituntut untuk bisa melakukan apa saja untuk negara ..sebab, kalau kita sakit ..negara yang membiayai masuk rumah sakit , kalau kita lapar negara yang ngasih makan , kita bodoh ..negara yang nyekolahin .., kita ngga punya duit…negara yang menyediakan pekerjaan supaya kita punya gaji , kita males apalagi nyolong ..negara yang menghukum kita …bukan orang tua . Karena yang ngasih makan dan nyekolahin dan ngasih pekerjaan bukan lagi mereka .

    (edited:) Sebab itu pula KKN antar keluarga minimal sudah bisa dihindari , artinya ortu sudah ngga bisa cawe-cawe dng persoalan yang berkaitan dengan kepentingan hukum negara . Disini?…anak lurah aja sering punya fasilitas yang dibedakan dibanding anak hansip ..

    Point yang mau saya sampaikan : ini Indonesia nek’..suka atau tidak suka disinilah kamu berada serta dilahirkan sebagai manusia .

    Pintar-pintarlah membawa diri untuk menyiasati situasi . Jangan memaksa…, percuma.. kamu akan membentur tembok yang dibuat orang tuamu beserta barisan leluhurmu sendiri .

    Jadi ngga perlu takut kawin .. selain memang enak dia juga bermakna celavi .

  5. Waktu baca post ini di RSS reader, saya langsung mau kasih komen belagu, “Wah harus jadi lagu nih…” Ternyata sudah. Lha mana lagunya Mas? Saya mau lho.

    ‘roughly’ udah bisa disimak .. tinggal nyari vox yang agak sedikit paham ‘value nyinden’ , biar muatan ekspresinya bisa kayak kita sewaktu ndengerin kate bush.

  6. Memang nasehat yang keluar dr pengalaman langsung terasa beda dengan diajarin dibuku . Aku yakin banyak manfaatnya tuh mas buat pembaca yang sekedar lewat.

    nasehat manjur ki’mantebmangkuwongwedhokkutangemlorotnyuwuntombo
    hehe..guyon lho..’jok dipikir temenan..

  7. Sekedar sebuah ilustrasi , saya menemukan “link ini” saat sedang meluangkan waktu menjelajahi ruang hampa di tata surya ini .

    kami sama-sama sepakat bahwa masing-masing kami tidak punya akar. kehilangan kemampuan untuk berpegang pada hanya satu tanah, satu tempat, satu alasan. bahwa apa yang aku percayai, misalnya adalah sesuatu untuk bisa memberiku pijakan, memberiku arah. tapi aku nggak akan pernah bisa benar-benar terhubung dengan sebuah tempat dengan sekelompok orang. setidaknya untuk saat ini

    aku bilang kalau aku mungkin ubur-ubur. yang mengambang dan nggak pernah lekat pada sesuatu, kalaupun itu yang menjadi ukuran akar

  8. […] [Link terkait: Cinta Perempuan Itu, Gamang.] […]

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara