BlogMusik

musician.JPG

[intro]

Gambar ini bermakna musik adalah kejujuran , bukan saya seneng menampilkan gambar yang sekedar provokatif , kenapa perempuan ? karena saya laki-laki]

[verse1]

Semalem jam 20.00an saya jumpai dua orang teman baru , mereka berdua saya kenal lewat blog ini , ngobrol kiri & kanan tentang apa saja yang melintas di-pikiran dan semua hal yang ringan-ringan yang berhubungan dengan wilayah aktivitas masing-masing .

Kesadaran sosial selalu mengingatkan agar memberi ruang bagi setiap orang guna menyampaikan gagasan , pikiran dan opini disetiapnya . Untuk hal tersebut , semoga saya tidak melangkahi dan melanggar ketentuan-ketentuan dalam ber-etika .

[verse2]

Karena satu hal yang harus selalu diwaspadai , bahwa kenyataan berbagai pihak dengan espektasi tinggi bila berjumpa / bertemu dengan orang-orang yang mungkin dikagumi atau dihormati ..tak bisa dipungkiri . Kondisi tersebut sejauh pengalaman saya lebih sering menjerumuskan daripada manfaat serta nilai positifnya , terutama bagi saya sendiri .

Maksud saya adalah ; sepanjang waktu yang bergulir , tak jarang kita sering kecewa pada orang-orang yang pada awalnya kita kagumi dengan agak berlebihan , namun pada akhirnya lebih banyak sumpah serapah yang muncul daripada pujian setelah kita memergoki dan menelanjangi isi kepala dan isi perutnya . [tambahin ketawa: hahaha]

[chorus]

Pengalaman memang pelajaran paling berharga untuk bisa membuat kita ‘ringan langkah’ dalam menjalani lakon dalam hidup ini , oleh sebab itu pula tak perlu merasa heran dan menganggap saya secara berlebihan jika saya ceritakan secara blak-blak-an dan terbuka apa-apa saja hal-hal yang menurut saya telah saya kerjakan dengan baik sekaligus semua hal-hal yang buruk tentang diri saya sendiri .

Saya hanya menghindari kalimat ‘salah duga’ dan tentu saja agar bila ada manfaat yang dikemudian hari bisa dipetik dari interaksi sosial diantara kita semua ..maka kondisi tersebut harus diawali dengan suasana ‘cair’ serta tak dimulai oleh arogansi disiplin masing-masing profesinya .

[modulasi]

Seneng..begitulah perasaan setelah saya menutup pembicaraan semalam , karena sudah harus pulang . Padahal untuk ukuran saya jam.24.00 adalah waktu dimana adrenalin kerja saya sedang merajalela , masalahnya saya membawa buntut dan keluarga…jadi memang repot juga . Mereka kan bukan seniman kayak saya….hehe. Istri seniman ..iya…anak seniman iya…, irama kerja behaviors serta sensi-nya? no way..kata mereka .

[bridge]

Ok, changes the subyect

[verse3]

Dari salah satu topik yang dibahas selain “seperti apa dunia komunitas bolg kita” juga usulan Pak De untuk membuat blog satu lagi khusus mengulas / bicara soal musik secara menyeluruh .

Maksudnya mungkin , sebuah ceritera yang dimulai dari sebuah proses awal lalu perjalanan proses kreatif hingga jebrol lahir sebagai jabang bayi yang disebut sebagai sebuah karya lagu .

[chorus]

Betul juga sih… tekhnologi internet harus bermanfaat untuk menyampaikan informasi yang berguna sekaligus mencerdaskan masyarakat untuk memahami dengan cara yang benar bagaimana menggunakan istilah “meng-apresiasi musik” juga dengan langkah awal yang benar .

Ini merupakan satu hal yang menurut saya sangat mendasar.., apalagi jika kita mencermati berbagai istilah hasil penyesatan pikiran yang dirasionalisasikan oleh segelintir kelompok petualang kehidupan .

[verse4]

Sepulangnya dari sana saya berpikir dengan agak sedikit lebih keras … “dari sisi mana” saya harus mengawalinya . Membangun komunitasnya dahulu? (menghubungi orang-orang musik yang kagak gaptek dan mau nge-blog) atau langsung secara aplikatif mengupas persoalan yang ada didalam dunia musik itu sendiri ?

[coda]

hm..Pak De dan Paman Tyo bentar , saya mikir lagi dulu ..

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

6 Responses to “ BlogMusik ”

  1. Langsung take 1 aja, Mas. Soal retake lagi, itu urusan entar. Kalo nunggu teman2 Anda, bisa kelamaan lho. Yang penting ada dulu, baru ngajak orang. Anggap aja ngasih demo tape. :)

  2. wah..ide yang menarik..tetapi juga minta waktu lebih banyak lho mas…bisa nggak? hahaha..

    hehe..gak janji

  3. Paman tyo , itu yang sulit dan ngga mungkin kalau menyuruh mereka (yang senior) agar menganggap layaknya demo tape.
    Karena mereka ngga pernah berurusan dengan yang namanya ‘demo’.

    “kalau suka syukur…kalo engga suka ya sudah..”

    Istilah dan perilaku demo kan bahasa industri dagang . Dalam bahasa seniman? ngga dikenal tuh…hehehe .

  4. Jawaban [verse4]: B (langsung aja bikin sendiri dan mengupas persoalan yang ada)

    Seperti obrolan kita malam itu, blog, bagaimanapun, adalah medium personal. Di sini, dengan demikian, berlaku paradoks “makin subyektif sebuah blog makin bagus ia sebagai blog”.

    Artinya, unsur personal itu sangat penting. Lihat sisi baiknya: setiap orang bisa mudah membuat blog tentang apa saja tanpa perlu berembug dengan banyak orang, atau banyak pihak, atau banyak kepentingan.

    Biar saja nanti blog itu jadi “Blog musik JSOP”, bukan “Blog musik Indonesia”.

  5. Copy darat nggak ngajak-ngajak! Sebel!
    (Padahal biarpun diajak juga gak bisa datang. Lha wong beda kota. Ha ha ha!)

    Untuk soal implementasinya, mengalir saja mas. Nanti kan nemu sendiri bentuknya. Sama seperti cerita di awal, jika ekspektasinya terlalu tinggi nanti kecewa setelah ketemu hasilnya. he he he. Tapi dari sisi lain memang selayaknya kita pasang target juga. (If you put the bar too low, Anda menghina diri Anda sendiri.) Susah juga ya.

    Saya mau jadi penonton … (sambil menikmati hari).

  6. Mungkin memang demikian ya paradigma blog itu muncul dan ada , bahwa ‘personal’ bisa juga dipahami sebagai paradoks sebagai salah satu ketentuan yang bisa saja ditoleransi . Sebab semakin kontroversial blog tersebut , semakin kuat format personal yang membalut image blog tersebut hingga menjadi ‘berbeda’ dan bisa memperkaya khasanah alternatif yang ada.

    Namun Pak De, rasanya saya kurang nyaman (convenient) kalau memposisikan diri disana . Saya nge-blog lebih didorong oleh kebutuhan untuk mencari keseimbangan emosional dalam ber-argumentasi . Sebab jika saya memiliki ‘pembenaran’ maka pembenaran tersebut seyogyanya bukan pembenaran milik saya pribadi.

    Oleh sebab itu pula saya melayani perbedaan argumen untuk digali/dieksplorasi sesuai dengan apa-apa yang saya pahami dan yang sudah saya jalani . Bila ada yang salah katakan salah bila ada yang baik dan benar tentu bukannya hanya bermanfaat untuk diri saya sendiri .

    Selebihnya mengenai blog musik saya pikir-pikir biarkan itu berproses secara alami saja . Artinya kalau memang sudah saatnya dibutuhkan pasti akan muncul nanti. hehe..
    Saya khawatir ..kalau saya ngga sanggup konsisten menjaganya setiap hari .

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara