GodBless

cover-huma-diatas-bukit.jpg

Itu tahun sekitar bilangan angka 1975 . Adalah salah satu masa paling bersejarah yang pernah terjadi didalam hidup saya . Masa yang sangat crusial bagi saya sebab dimasa itulah awal langkah karier saya sebagai manusia normal serta sehat jasmaninya dimulai . Lima tahunan sebelumnya adalah masa-masa kelam yang setiap hari harus saya lalui dengan penuh kecemasan penuh ketergantungan dan hanya hitungan menit yang tersisa dalam dua puluh empat jam seharinya , untuk digunakan berpikir dengan waras .

[selanjutnya : page Lagu Indonesia artikel #2]

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

19 Responses to “ GodBless ”

  1. gak nyangka. :(

  2. Melihat berita teve tadi malam.
    Apakah perulangan sejarah atas Mas Iyek …
    Bagaimanapun, semoga saja tidak.

    Anyway, lebih baik menjadi bekas orang buruk Mas, ketimbang jadi bekas orang baik. Apapun konsekuensinya.

    Mengenai musiknya sendiri, versi remake dengan Eet toh jauh lebih dahsyat. Saya kira ini sudah cukup sebagai ‘pembelaan diri’.

    Salam,
    JS

  3. semakin kecil kemungkinan aku ngarepin ada reuni band kesayanganku..wah..ndoboss tenan iki..

    well mas jsop , kebenaran bisa dikalahkan namun memang benar ngga bisa dibunuh , kata pepatah lama.

    salam

  4. mas Jusmin , saya menulis artikel ini sebelum saya mengtahui adanya berita yang anda katakan .

    Dan saya juga berharap semoga tidak menuai polemik yang seolah-olah saya mencoba membangun dukungan . Sebab tidak ada “siapa yang sedang melawan siapa” , kami semua masih berteman dengan baik walaupun tak lagi bekerja-sama dalam bermusik (paling tidak sampai hari ini)

    Bagi saya ini hanyalah sebuah cara saya , untuk dapat mengatakan apa yang sebenarnya terjadi , sekali lagi saya ber-terimakasih pada penemuan media blog ini . Silahkan masing-masing pembaca membangun opininya sendiri-sendiri .

    Terima kasih apresiasi anda pada versi remake-nya , memang kala itu “hal tersebut” yang membuat saya gregetan .

  5. Pancen awrat Mas, kita sudah mengatakan yang benar, belum tentu orang lain juga “menilai, setuju, sependapat” dengan kita. Kita sudah berusaha hidup benar, masih saja ada yang nyari-nyari (di waos “ngungkit-ungkit”)kesalahan/kekurangan kita (wah niki comment ipun nyambung mboten ?

  6. Iya Mas,
    Saya mendukung semuanya kok.
    Maksud saya sayang kalau Mas Iyek nggak belajar dari sejarah. Sangat disayangkan dong kalau tokoh semacam Mas Iyek dll yang reputasinya selama ini bagus terus tiba-tiba tercemar karena ulah sendiri.
    Biarpun pemakainya cuma sebagian kecil saja yang rocker, tetapi toh sampai sekarang stereotipnya masih terstigma atas para rocker.

  7. mas Jusmin, dalam wwcra semalem ketika saya harus menjawab pertanyaan klasik tentang “perilaku rockers dekat dengan narkotik”

    saya jawab : iya . Sedangkan banyak pihak sering mengatakan ‘ah..bukan rocker saja , siapapun bisa dekat dengan narkotik .
    Masalahnya kan dia bertanya pada saya yang sebagai musisi , maka saya harus menjawab sesuai apa yang terjadi di-wilayah saya sendiri , itu saja bukan?

    Kalau saya seorang dokter atau penganalisa masyarakat , tentu jawabannya akan berbeda . Karena saya bicara data sebagai bukti dan acuan .

    salam

  8. ah, saya jadi ingat petikan syair lagu yang menggetarkan itu, “dunia ini, panggung sandiwara .. ” … :(

  9. Pelajaran yang bisa dipetik mungkin adalah , masyarakat harus segara melepaskan diri dari mindset pencitraan yang dibentuk berdasarkan image atau simbol-simbol sebagai lambang kebajikan atau keteladanan .

    Kecantikan memang menawan , keperkasaan fisik memang mengagumkan , tutur bahasa memang memukau . Namun apa jadinya kalau itu semua hanya melahirkan fanatisme sempit yang mengabaikan hakekat kebaikan .

    Alangkah nikmatnya punya istri cantik , setia , dan nggak matre’ . Rumah sederhana namun hangat suasana . Duit juga pas-pas-an tapi bahagia sebab kebutuhan hidup bisa terukur sesuai kemampuan. Dan paling penting anak sehat nggak ketularan perilaku ikut-ikutan teler..hehee..

  10. “nampaknya tiada lagi yang diresahkan dan digelisahkan
    kecuali dihayati secara syahdu bersama…selamanya”

    apa iya Bung?

  11. begitulah hidup bung benni , kita terpaksa harus menghadapi kenyataan pahit , sebab tak rela bila sesuatu yang selama ini yang kita yakini adalah ‘emas’ pastilah selamanya akan tetap emas . Ternyata esoknya bisa berubah ujudnya menjadi loyang .

    Karena itu saya katakan bahwa hikmah untuk masyarakat ini adalah “belajar untuk meng-hilangkan fanatisme sempit dalam hati kita” Sebab hanya Tuhan Yang Maha Esa berserta para Malaikatnya yang tak pernah berubah-ubah .

    Selanjutnya manusia adalah manusia , seorang Nabi sekalipun .

    Beberapa kejadian yang menimpa bangsa kita saat ini adalah representasi dari: Tangan Tuhan Yang Sedang Bekerja .

  12. Hal yang pernah saya tanyakan bersama Tagor Siagian ketika mewawancarai salah satu personel GB akhirnya terjawab di sini.

    Ada yang lebih penting di sini. Kejujuran, tentang “nada-nada yang justru menjadi paradoks, berbalik bagai seorang anak yang dilahirkan namun akhirnya justru menyiksa bahkan ingin membunuh bapaknya sendiri”

    Terima kasih atas penjelasan ini, Mas Yockie!

  13. Sengaja saya bikin dua komen. Ini yang kedua. Tentang raibnya barang. Dulu jadi berita. Tapi saya tak sangka kalau berujung pada interogasi dan “ajakan keliling kota”, sementara personel yang lain diam. Sesak saya membacanya.

    GB adalah nama yang keren, megah, atas rahmat Tuhan. GBU JSOP!

  14. Lah.. demikian toh??
    Berarti menurut njenengan, apa yang ada di media soal jsop vs ian, gak bener khan? Saya masygul jika harus ada episode Jsop vs Ian. Waktu itu saya yang hanya bisa membaca surat kabar pinjam tetangga, tahunya ya JSOP out karena kres sama Ian. Dhueng..drendeng..teng..teng!!! Kaya panci dipukul dekat telinga saya. Masak? Kapan? Benarkah?

    Dengan tulisan ini saya sedikit bersyukur, bahwa episode tersebut tidak pernah ada, setidaknya kalaupun ada bukanlah penyebab Jsop out.

    Secara saya punya idola, saya membayangkan kang Iwan Fals bikin album kaset, side A diarrange oleh JSOP, side B diarrange oleh mas Ian. Wow.. keren kaleeee..

  15. nah wajah ganteng saya sudah muncul. Si Amang sudah saya tendang.
    Btw, gambar njenengan yg di foto itu masih culun, tetapi kok tulisannya ‘Yongki-Godbless’

    Kecil saya dulu, saya memang sempat bingung antara Yongki Suryopryogo dan Youngki Suwarno. Apa itu yang bikin anda ikut-ikutan pola ganti nama jadi Jockie. (Ben beda, ben luwih modern, ben payu) ??

  16. jangkrriikk…! ini nih mas

  17. Orang yang anda sebut ‘vs’ saya itu orang baik hati .. sangking baiknya nggak bisa bilang “tidak” untuk hal-hal yang seharusnya dikatakan tidak. Alasannya menurut saya adalah ; dia khawatir membuat / menghindari orang kecewa atau bahkan sakit hati .
    Tetapi justru ambiguitas tersebut sering memojokkan dan mempersulit dirinya sendiri .

    typical orang jawa yang jawa sekali .

  18. jadi inget lagunya Seurius..”Rocker juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati….”

    Apakah masih ada kemungkinan GB kembali seperti dulu lagi?
    Para punggawa musik rock beraksi lagi..
    Seperti halnya berharap KLa Project bersatu lagi..lha nyatanya sekarang juga pada seret tu..
    Semoga…

  19. Flashback dikit ya mas Jock…

    Masih terngiang masa-masa 90an, mas jock pernah bilang iwan fals bakal menjadi vocalis GB. Dan tak lama kemudian Album Kantata Taqwa I muncul. Disitu warna GB kental banget karena keterlibatan Donny Fatah dan Eet…

    Terus terang, secara musikal antara Album Maret ’89 dan Story of GB dgn Kantata Taqwa I masih nyambung banget!!! Dan ketiga album tersebut benar-benar karya besar musikal yang sempurna banget yang pernah ada dibumi pertiw ini. Dan ketika mas Jock dan eet tidak ada lagi disitu, tak bakal bisa ditemukan lagi karya musik yang sempurna. Sinergi mas Jock dengan Eet benar-benar dahsyat…

    Kenapa eet tidak dilibatkan sih mas dalam album mas yang terkahir ini?????

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara