Sandiwara

tontonan-sirkus.JPG

Banyak hal dalam hidup kita yang musti disikapi dengan bijaksana . Kita tau dan paham sekali apa yang dimaksudkan-nya . Kita juga langsung bisa membahas persoalan tersebut dalam sebuah diskusi yang hangat dan mengasyikkan .

Pertanyaan saya benarkah kita / anda dalam kehidupan di”kenyataan”nya sudah benar-benar mampu melakukannya . Dan seperti apakah pengertian tentang difinisi “bijaksana” menurut apa yang kita yakini masing-masing .

Mampu untuk mengatakan salah itu salah terhadap perilaku sahabat atau teman anda yang secara norma-norma dan hukum memang salah .

Atau berlindung dibalik ungkapan peribahasa jawa ‘ngono nanging ojo ngono’ /abstain / netral dan tak berkomentar walau kita tau kita sedang berusaha mendustai diri kita sendiri .

Atau bahkan anda mengatakan “benar” pada penyimpangan perilakunya yang salah , sebab anda mempunyai kepentingan lain dibalik itu semua , atau sebut saja agenda tersembunyi dibelakangnya.

Sejauh manakah perilaku manipulatif seperti dalam sirkus panggung hiburan (troupe) boleh kita implementasikan dalam kenyataan di-kehidupan kita .

Atau ada lagi sebuah kesimpulan yang bisa kita pilih dan kita gunakan yaitu ; ketidak tau-an / pahaman kita tentang apa yang sedang terjadi dan bagaimana harus menyikapi apa yang sedang terjadi . Sebut saja perilaku “naif” atau merasa nyaman ber-ada dalam lingkaran ke-naifan .

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

2 Responses to “ Sandiwara ”

  1. adakah persoalan hidup yang ndak perlu kita sikapi, kang?

  2. Saya kadang ingin memelihara mimpi indah ;

    “seandainya saja persoalan bermasyarakat kita sudah dilayani oleh aturan yang baik seperti dinegara yang sudah bisa mencapainya”

    Maka kita ngga perlu lagi menyikapi persoalan-persoalan diluar persoalan kita dan persoalan profesi kita sendiri .
    Sebab persoalan lain sudah ada yang ngurus dan menjaganya sendiri-sendiri .

    Disini kita masih harus meluangkan energi untuk mikirin persoalan yang bukan urusan kita , karena langkah persoalan profesi kita belum tentu tidak berdampak /’konsekwensi merugikan’ bagi persoalan orang lain .

    Persis seperti blog sampeyan ndoro , aku sebenarnya juga sudah PECAS NDAHE.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara