Ngoceh_darah

berdarah-darah.JPG

Kemaren Rabu 28 November , sebuah station broadcast menghubungi saya lewat telpon dirumah . Ingin wawancara perihal maraknya heboh penangkapan kasus narkoba akhir-akhir ini . Seperti biasa saya tidak tertarik untuk berpolemik dilayar kaca, demikian saya katakan pada istri saya untuk menjawabnya.

istri: mas Yockie sedang distudio & tidak bisa diganggu , ada pesan ?

station: saya producer berita/news dari SCTV liputan 6 serta liputan petang …bla…bla…bla

istri: telpon lagi setelah 30 menit , akan saya sampaikan .

istri: pa……, bla…bla…bla

jsop: katakan saja , bahwa saya tidak mau urusan dengan isyu-isyu hiburan .

selang 30 menit kemudian:

istri: maaf , mas yockie tidak berkenan untuk wawancara dengan media “hiburan” dalam kasus tersebut .

station: kami bukan dari “hiburan” kami dari liputan 6 , khusus dialog interaktif dan sebagainya …bla…bla…bla…

istri: baik , telpon lagi 15 menit …akan saya sampaikan .

istri masuk sudio lagi : pa….(ppsst! saya potong bicaranya..sebab saya sedang konsentrasi di keyboard.

jsop : sudah saya bilang kan..? saya ngga mau urusan dengan media hiburan untuk soal ini .

istri: dia bukan dari media hiburan..tapi dari liputan 6 / news.

jsop : saya termenung sebentar…lalu , tanyakan nara sumbernya siapa selain saya? kalau memang dari liputan 6

15 menit berselang:

station: bagaimana mbak?

istri: mas yockie nanya ..nara sumbernya siapa ? selain dia .

station : salah satu deputy dari BNN dan mas Henry Yosodiningrat dari ‘Granat’.bla…bla…bla

istri : baik bisa telpon 10 menit lagi…

Setelah istri saya mengatakan pada saya bahwa ada nama mas Henry Yoso disebut , maka keraguan saya berubah , bahwa ini memang bukan seperti dugaan saya sebelumnya .

15 menit kemudian:

Saya terima sendiri telpon tersebut …dan selanjutnya saya sepakati untuk hadir distudio liputan 6 malam harinya .

Disana saya jelaskan serta minta maaf pada sang produser acara tentang beberapa alasan hingga tadi siang terpaksa dia harus menghubungi saya berkali-kali . Jangan sampai salah paham seolah-olah saya merasa ber-akting sebagai orang penting saja.

Lalu ngobrol panjang lebar dengan mas Henry yang sudah hampir 4 tahunan ngga pernah ketemu .
Hari itu juga pukul 6 sore serta 12 malam wib , statement yang saya berikan ditayangkan , sebagai saksi hidup peristiwa kericuhan yang terjadi ditubuh internal kelompok musik kami .

Esok harinya , berdering bertubi-tubi telpon dari berbagai media ‘hiburan’ menghubungi saya .
Saya sudah menduga … saya sedang menyulut api dan mereka siap datang berbondong-bondong dengan membawa drum-drum jerigen penuh berisi pertamax .

Hari ini hp saya matikan .

Sekali lagi saya berterima-kasih ada blog dijaman ini , dimana saya bisa ngoceh sendiri tanpa dibatasi orang-orang yang tidak setuju dengan ocehanku . Sebab ocehanku ini adalah darah beku yang lama menggumpal nyangkut ditenggorokan bebani kelopak mata

Di Blog ini mulutku adalah pisauku , terimakasih Tuhan..Kau beri aku alat bicara

  

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Comments are closed.

elektronik sigara