Sandiwara
Banyak hal dalam hidup kita yang musti disikapi dengan bijaksana . Kita tau dan paham sekali apa yang dimaksudkan-nya . Kita juga langsung bisa membahas persoalan tersebut dalam sebuah diskusi yang hangat dan mengasyikkan .
Pertanyaan saya benarkah kita / anda dalam kehidupan di”kenyataan”nya sudah benar-benar mampu melakukannya . Dan seperti apakah pengertian tentang difinisi “bijaksana” menurut apa yang kita yakini masing-masing .
Mampu untuk mengatakan salah itu salah terhadap perilaku sahabat atau teman anda yang secara norma-norma dan hukum memang salah .
Atau berlindung dibalik ungkapan peribahasa jawa ‘ngono nanging ojo ngono’ /abstain / netral dan tak berkomentar walau kita tau kita sedang berusaha mendustai diri kita sendiri .
Atau bahkan anda mengatakan “benar” pada penyimpangan perilakunya yang salah , sebab anda mempunyai kepentingan lain dibalik itu semua , atau sebut saja agenda tersembunyi dibelakangnya.
Sejauh manakah perilaku manipulatif seperti dalam sirkus panggung hiburan (troupe) boleh kita implementasikan dalam kenyataan di-kehidupan kita .
Atau ada lagi sebuah kesimpulan yang bisa kita pilih dan kita gunakan yaitu ; ketidak tau-an / pahaman kita tentang apa yang sedang terjadi dan bagaimana harus menyikapi apa yang sedang terjadi . Sebut saja perilaku “naif” atau merasa nyaman ber-ada dalam lingkaran ke-naifan .
























adakah persoalan hidup yang ndak perlu kita sikapi, kang?
Saya kadang ingin memelihara mimpi indah ;
“seandainya saja persoalan bermasyarakat kita sudah dilayani oleh aturan yang baik seperti dinegara yang sudah bisa mencapainya”
Maka kita ngga perlu lagi menyikapi persoalan-persoalan diluar persoalan kita dan persoalan profesi kita sendiri .
Sebab persoalan lain sudah ada yang ngurus dan menjaganya sendiri-sendiri .
Disini kita masih harus meluangkan energi untuk mikirin persoalan yang bukan urusan kita , karena langkah persoalan profesi kita belum tentu tidak berdampak /’konsekwensi merugikan’ bagi persoalan orang lain .
Persis seperti blog sampeyan ndoro , aku sebenarnya juga sudah PECAS NDAHE.