How..

valentines-day.JPG

Bagaimanakah bentuk idealnya …bagaimanakah sebaiknya…
Dan dilakukan dengan pendekatan seperti apakah seharusnya …

Agar segala bentuk kepentingan praktis di-jaman ini dan segala upaya yang telah dicapai oleh jaman sebelumnya tidak saling kehilangan atau menghilangkan jejaknya . Sehingga proses estafet pencapaian sebuah peradaban yang lebih baik bisa dilakukan secara bersama

Misalkan ‘Valentine’s day’ , jelas adalah suatu bentuk ungkapan rasa solidaritas yang baru bagi kultur di-masyarakat ini . Namun karena kehadirannya memang bermuatan maksud baik dan effect samping aspek buruknya bisa di-filter oleh masyarakatnya sendiri , maka sah-sah saja bila dia diterima sepenuh hati oleh hampir seluruh lapisan masyarakat sosial yang ada . Hingga bisa-bisa saja nantinya menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Indonesia , untuk di-rayakan dan di-peringati secara bersama-sama pula .

Bagaimana dengan “sumpah_pemuda” ?

Bukankah perlu juga untuk tidak sekedar dianggap kenangan sejarah masa lalu , yang hanya bisa ditampilkan dalam bentuk upacara-upacara seremonial yang membosankan. Seperti acara di teve , anak-anak muda bicara seolah-oleh peduli pahlawan dengan baju beratribut merah putih ditambah warna-warni iklan yang membingungkan , padahal selesai acara yang diomongin nggak lebih :”eehh..tadi gw oke gak tampilnya..” . Absurd , beda sekali waktu mereka melakoni hari kasih sayang …. terasa utuh mengusung persoalan jiwa dari hati terdalam .

Bagaimana sih sebaiknya cara yang dilakukan agar kita semua yang punya kepentingan menjaga dan berkewajiban melaksanakan hari besar tersebut agak ‘nyambung’ dengan paradigma budaya yang sudah berkembang hingga sejauh ini . Hingga dia bisa menjadi cair untuk dirayakan dan diperingati oleh seluruh lapisan anak-anak jaman-nya .

Mengapa terkesan meletihkan dan ‘bete’ kalau memperingati hari besar milik kita sendiri. Kita semua pasti setuju dong…itu memang penting juga dan tidak boleh dilupakan …, berarti

Ada yang salah atau belum tepat caranya kita membungkus gagasan lalu meng-aplikasikan-nya .

Lewat musik misalnya…
Bikin acara lomba cipta lagu sumpah pemuda..? basi deh.., atau
Bikin acara lomba lari karung / makan kerupuk..? elo aje yang lari sendirian..
saya mah oging..
BIkin acara lomba panjat pinang..? ah..itu milik tujuh belasan..jangan di-ganggu-ganggu .
Bikin konser rame-rame open air..? ah..yang udah-udah ngajak berantem adu mitos dan ngundang copet…boro-boro inget sumpah pemuda..jingkrak jingkrak ‘please love me donk’ sih iya..

Lalu..apa , saya serius lho..

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

8 Responses to “ How.. ”

  1. selamat pagi mas, ikutan ‘opinion ya.
    Bagaimana kalau dimulai dari melisting semua tema-tema yang berhubungan dengan kekinian , supaya bungkus gagasan seperti mas katakan diatas ‘nyambung’

  2. Lewat lagu (dan video klip) juga masih bisa kok mas. Sebagai contoh, muncul perasaan nasionalisme saya setelah mendengar dan melihat lagu “Bendera”nya Cokelat. Mungkin bagi banyak orang ini cemen, atau kecil, namun bagi saya ini cukup untuk mengingatkan kembali. Bagi saya malah terasa berat untuk mencerna lagu Iwan Fals atau Harry Roesli yang liriknya menusuk langsung. Bisa jadi muatannya memang lebih berat. Atau ini hanya masalah selera saja ya?

    Saya masih menyukai lagu-lagu Harry Roesli yang slow dan sendu, yang bercerita tentang Indonesia, seperti “Fajar Timur Raya”. Saya simpan dan dengarkan lagu ini baik-baik ketika saya berada di luar negeri. Lagu ini selalu membuat saya menangis karena … Rindu Indonesia!

    Saya percaya bahwa karya dan karsa masih bisa mengingatkan (kalau tidak bisa dikatakan menggugah) rasa nasionalisme. Mau bilang, ditunggu karya dan karsanya mas Yockie, nanti malah jadi beban. he he he. Ooopss…

    Oh ya, kita tidak perlu mengibarkan bendera di depan hidung kita (atau lawan) untuk menunjukkan nasionalisme kita.

    Hidup Indonesia!

  3. memang bisa saja lagu membangkitkan semangat seperti itu , namun yang saya maksudkan dalam bentuk sebuah ‘event’, caranya seperti apa ya.? misalnya; festival / karnaval atau konser ..tapi konser seperti apa , kalau kayak woodstock..terlalu cair hasilnya ngga fokus sama sekali .(ini Indonesia)

    Contoh valentine’s day lagi , dia bisa muncul lewat pesta kecil / gathering / bunga bahkan bermusik (konser juga) pokoknya mau rame’ rame’ apa cuman be’dua-an , energinya substance nya sama .

  4. Hmm… bener juga. Masih belum terpikir oleh saya eventnya seperti apa. Soalnya jenis-jenis acara yang ada memang akan cepat pudar esensinya. Mungkin kalau Indonesia dijajah lagi, baru bisa. he he he. Itupun kalau inget. …

    Pemahaman saya, di negara lain masalah nasionalisme itu tidak pernah terpikirkan. Di Canada, misalnya, biasa-biasa saja. Bahkan lebih biasa daripada di Indonesia.

    Pengamatan saya, yang paling wah dan paling mementingkan ini semua adalah … Amerika. Tapi mereka memang sungguh-sungguh mas dan kebablasan. (Maksudnya, setiap hari adalah hari nasional Amerika. ha ha ha.) Nilai-nilai ini muncul dalam film, misalnya. Lihat saja bendera Amerika muncul dalam berbagai film; Rocky. Pokoknya merah, putih, biru (plus bintang).

    Valentine bisa meresap karena betulan menyentuh hati. Kalau kita merayakan upacara atau bahkan event di TV, esensinya tidak menyentuh kepada hati. Semu.

    Kembali ke contoh Amerika, nasionalisme bisa meresap karena memang menyentuh mereka sungguhan. Jika ada sebuah negara, seseorang, atau apapun … mengganggu seorang warga Amerika (tidak peduli agama, ras, kecil, besar, laki perempuan – pokoknya warga Amerika) dimana pun, maka negara pasti akan melindungi dia. Jadi, sungguhan mas.

    Saya mencoba menanyakan kepada diri sendiri, apa makna Sumpah Pemuda? Tidak mengerti lagi.

    begitulah faktanya mas Bud , kita semua ngerti apa penyebabnya (ada sumpah dsb) tapi untuk diperingati setiap tahunnya semakin lama emang terasa semakin basi..sampai-sampai yaitu……kita nggak ngerti lagi .

  5. menurut aq hal itu krn tidak adanya hubungan yg cukup kuat antara makna sumpah pemuda dgn kenyataan sehari-hari kita. jd masalahnya ada pada pemaknaan sumpah pemudat dikaitkan dgn kenyataan sehari-hari bangsa ini. aq lihat makna hut RI jg mulai luntur. org berpikir kita merdeka utk apa? krn kenyataannya ditengah kemiskinan dan keterpurukan, org2 banyak yg korupsi. hampir tak terdengar tindakan yg patriotik. uang utk rakyat miskin aja dikorup. org ga akan bicara makna kalau utk hidup aja masih susah. para pejabat jg kata2nya masih banyak yg dangkal. kepekaannya tipis (barangkali perlu ada undang2 untuk melengserkan pejabat2 yg ga peka, dgn kriteria tertentu). ga bisa memaknai arti hidup bersama, berbangsa dan bernegara. sebagus apapun acara kalaw pemaknaan dan semangatnya ga dahsyat ya hasilnya kurang gress.

    maka kalau mau memperingati sumpah pemuda. mungkin baiknya kita maknai dahulu relevansinya dgn keadaan sekarang. kalaw dulu konteksnya bersatu melawan penjajah, sekarang mungkin konteksnya perlu disesuaikan supaya para pemuda bersatu bersumpah memberantas korupsi, memberantas buta huruf. memberantas kemiskinan.pokoknya berantas semua hal yang ga baik buat perkembangan bangsa ini. sebagai penjabaran arti semangat kepemudaan melawan hal2 yg korup dlm tubuh bangsa ini. diiringi musik yang berkumandang dashyat. minimal iramanya secadas blaze of glory-nya Bon Jovi ataw loose u’r selfya eminen ataw yg lain2.

    aq melihat dgn semakin banyak blog yg memperjuangkan persoalan2 kebangsaan, maka lambat laun kalau org dah banyak yg pada pinter dan 50% bisa akses internet. media semacam blog ini akan mengambil peranan yg cukup besar, dalam menyebarkan paradigma yg asli, bebas birokrasi, bebas ewuh pakewuh dan hubungan berbangsa & bernegara yg lebih bermakna.

    dirgahayu bangsa indonesi!!

    http://www.zulkarmen.blogspot.com/

    dirgahayu bangsa indonesi!! < ------- huruf 'a' nya dicicil buat nanti ya.. kalau sudah lunas..hehe

  6. Nah..itu dia..key entry pointnya “relevansinya” .
    Dari pilihan-pilihan yang ada , barulah kemudian tersaring lagi oleh hal-hal / fakta aktual yang tengah terjadi .

    Memang begitulah seharusnya …, ada gagasan atau kemungkinan-kemungkinan konkritnya?

    misalnya ,

    suatu saat anda ingin membuat sebuah acara atau pesta besar bersama…atau apapun-lah , yang pada hakekatnya ingin melibatkan partisipasi atau perhatian serta kepentingan semua orang .

    terimakasih zulkarmen .

  7. 100% amat setuju ke mas Zulkarmen .
    mas Yockie saya masih percaya agen2 perubahan bangsa ini masih ada dan banyak jumlahnya(pemuda2nya), mereka selama hanya dimarginalkan saja.

    maksudnya: selama ‘ini’ ? …iya memang.
    ada dua faksi di kelompok menengah kita saat ini , satu pihak sangat peduli disatu sisi lainnya mereka yang ditekan oleh penitrasi pragmatis kepentingan industri oportunis yang lebih praktis

  8. semacam pameran sains anak indonesia plus menampilkan produk anak indonesia plus olahraga indonesia (haha..sepak bolanya lagi keok) pokoknya semua semua hasil karya dan kreativitas anak indonesia ,

    lalu digabung musik..rock indonesia yang bersemangat.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara