Sape’_elu

jsop11-2007.jpg

Saya baru tau dan menyadari kalau ternyata pilihan saya untuk memberlakukan ‘register aktif ‘ masih juga menuai polemik dan berbagai kontraversi . Sampai-sampai menyebut saya khawatir gaya politik Machievelli segala …hehe…koq sampai sejauh itu menilai saya . Padahal juga sudah saya tulis motto saya ngeblog : Bukan jurnalis bukan Pejabat apalagi Politikus wong cuman seniman . Mungkin perlu saya tambahin lagi satu , bukan juga selebritis , yang dengan ikhlas menyediakan isi perutnya untuk dibahas diruang publik terbuka seperti di media televisi .

Saya juga sudah mencoba untuk menjelaskan motivasi serta latar belakang alasan saya tersebut . Baiklah begini saja , akan saya pertegas sekali lagi maksud baik saya .

Saya ini bukan siapa-siapa dan jangan dianggap ingin jadi ‘siapa-siapa’ yang punya kuasa untuk merubah paradigma modernisasi yang ada , namun melawan pada sistem modern yang merugikan kepentingan hidup saya .. iya . Apapun itu istilah atau bungkus yang mau dipakai , mau kebebasan ber-opini keq , berpendapat keq atau hak publik untuk ngeyel-ngeyel-an atau lainnya . Dan terlebih lagi sebaliknya saya juga bukan orang yang dijaman orba ikut serta dalam paham otoritarian / feodalistik / paternalistik apalagi lulusan p4 dengan berbagai kecurigaan-kecurigaan yang bisa sah ditujukan pada saya .

Saya ini orang ‘netral’ yang tak pernah berurusan dengan birokrat apalagi partai-partai manapun juga atau kampanye apapun juga , baik kampanye politik atau kampanye produk industri makanan atau teknologi atau kampanye golongan artis yang mengusung berbagai tema seperti , artis asiri atau artis Indonesia peduli atau kampanye apa sajalah sampai kampanye perangi pembajakan dan sebagainya . Saya makhluk aneh dimata mereka demikian juga mereka adalah kumpulan makhluk asing yang lebih aneh lagi dimata saya .

[ralat : kecuali kampanye rokok , itu juga atas nama sponsor bagi group musik , bukan atas nama saya pribadi]

Agak beda dengan kampanye peduli sosial seperti akibat bencana misalnya , atau gerakan-gerakan kebudayaanlah sifatnya.. yah…biarpun sedikit-sedikit.. masih ada..lah nama saya berpartisipasi disana , itupun kegiatan yang jauh dari panasnya sorot lampu kamera dan blitz yang mnyilaukan mata dan biasanya berujung ditampilan berbagai media yang mengundang decak kagum kita .

Alias saya ini dari remaja sudah bagian dari golput . Paling tidak sampai hari ini , nggak tau lagi kalau besok , bila ternyata ada peluang bagi perbaikan sistim ber-kehidupan secara keseluruhan dengan lebih baik .

Namun sebagai orang yang biasa-biasa saja sayapun punya hak untuk menggunakan media internet atau blog dengan leluasa / bebas dari tekanan-tekanan apa saja yang membuat saya kehilangan kenyamanan saya dalam menulis .

Tulisan saya juga bukan untuk harus dibenarkan apalagi untuk diikuti bahkan mungkin malah tidak perlu dibaca kalau ada yang merasa hanya tulisan sampah yang tak berguna , ya silahkan saja …. tidak harus suka melayani tulisan saya , sebab sayapun jujur-jujur saja mungkin juga belum tentu suka melayani obrolan anda . Mungkin saja kita adalah dua kutub yang berbeda dalam menyikapi persoalan hidup ini sendiri .

Sebab tulisan saya lebih banyak didorong oleh keinginan saya untuk berbicara menyampaikan isi hati nurani yang selama ini lebih sering dikebiri oleh “penguasa informasi” yang mengelilingi perjalanan hidup disekeliling saya sendiri .

Tulisan saya bukan juga untuk ingin mempromosikan diri seolah saya sebenarnya adalah seseorang yang “wuih” hehe. .atau istilah lain agar naik daun lagi …(istilah yang nggak pernah saya kenal dan ‘ngaruh’ disepanjang profesi yang saya jalani) Karena itu pula sejak awal saya nge-blog , saya sudah berusaha untuk tidak pernah menutup-nutupi segala sesuatu tentang perilaku buruk yang pernah saya lakukan sebelum-sebelumnya .

Dan kalaupun ada sikap protes saya terhadap kondisi saat ini maka maaf.. , sekali lagi saya hanya sedang ingin menyuarakan protes terhadap tembok-tembok yang selama ini membatasi pendapat serta opini saya secara pribadi .

Seperti halnya di Multiply kita juga tidak bisa memberikan komentar-komentar bila kita tak terdaftar sebagai anggouta dari system blog MP , toh biasa-biasa saja bukan? lalu mengapa dianggap sesuatu yang luar biasa bila saya melakukan hal yang sama di WP ini .
Sekali lagi saya tidak ingin dianggap meng-eksklusifkan diri , namun sejatinya dimata saya blog ini adalah dunia maya yang menurut saya dipenuhi dengan muslihat teka-teki dan basa-basi yang seringkali nggak ada mutu dan gunanya ….

ah.basa-basi?…saya sudah cukup kenyang mengkonsumsinya sepanjang usia sampai saat ini .

Di-dunia nyata barulah kita bisa saling mengenal untuk lebih jelas bisa menilai siapakah anda sebenarnya serta siapakah sebenarnya saya . Baru kemudian bisa dipetik manfaatnya secara konkrit hasil kita berinteraksi di alam maya ini. Sebab kalau hanya seribu bahasa lewat internet , kadarnya hanya sampai pada tataran harapan moral saja , dan jelas itu keinginan atau suatu himbauan yang masih absurd untuk bisa di-implementasikan .

Untuk itu pula saya juga menyediakan diri bila diajak bertemu muka atau bila perlu atau ingin klarifikasi tentang berbagai hal .

Kopdar kalau ada yang mengundang saya untuk hal-hal tersebut , saya dengan senang hati melayaninya sejauh waktu dan tempat bisa disesuaikan secara bersama . Kalau nggak ada yang ngundang masak saya harus maksa minta supaya di-undang… , siapa saya sih?

wong cuman seniman yang nggak mau ke-gr-an sendiri ..hehe..maturnuwun ah .

nb: dan sebentar lagi (kira-kira 20 tahunan lagi) saya memang pasti TOP nggak perlu nunggu naik daun segala macam persis seperti kata pak Harto jaman dulu . (tua / ompong dan pe’ot) lha sekarang usia saya sudah 53 anda sekalian berapa? tapi dalam melakoni peranan dan fungsi dalam hidup bukankah seharusnya tidak ada bedanya hari kemaren / hari ini dan hari esok , tetap sebagai manusia kan .. atau ada yang menginginkan saya berubah ujud menjadi kelinci? yang muda dan imut yang kembali melompat-lompat dengan lucunya untuk mencari posisi yang baru dalam hidupnya , ah..waktu saya sudah habis untuk berkelinci ria .

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

10 Responses to “ Sape’_elu ”

  1. wakakak..jadi kambing aje mas….lumayan buat nolong wong cilik lebaran haji…..*kabuuurrr*

  2. jangkrikk..! masih melek aje’ sampeyan..hehee ude jam tige’ nih.., ok tapar dulu ah.., mana besok ada janji diluar rumah lagi :( ngebayangin macet udah bete duluan.

  3. ah blog kan ranah pribadi di jalur publik, pak…jadi santai mawon, disenengin syukur, mboten nggih kebangetan hehehe

    hehe….komentar sampeyan itu lho…nggatheli..temenan.. :)

  4. Lah.. emangnya Mas siapa ya?
    *hihihi.. jangan pake acara jitak-jarak-jauh ya???*

    Blog kan area pribadi..
    Yang suka.. silakan..silakan..
    Yang ga suka.. di-“tendang” aja he he he

  5. siapa aku?
    aku si-gembala sapi ulleelleeii..*jitak jidat*
    kamu tuh main tendang-tendang,cocoknya jadi polwan mustinya.

    udah dulu ya…aku musti menyusuri jalanan kota jakarta yang macet…cet…cet..!

  6. Saat mesti daftar..saya nrimanya biasa2 aja tuh…Suatu hal yg wajar kalo sampeyan juga ingin tahu sedikit tentang kita2 ini.
    Kenapa saya sering membuka blog sampeyan..?
    Yang paling utama, saya merasakan ada atmosfir kejujuran dalam tulisan2 sampeyan itu. Saya juga cukup terkejut dg kepekaan sosial yg anda miliki.
    Oke deh Mas..teruslah menulis !

  7. hehe sing ati-ati lho mas..,aku juga manuisa eh manusiaaaaaa…! *gaya serious band*
    yang bisa goyang kibuullllll *gaya alm.Benyamin*

  8. Bung “penguasa informasi” itu siapa ya kalo jaman ini? Departemen Penerangan kan udah gak ada ?

    Sebagai orang yg bekerja di bidang berita dan informasi, jelas saya tersinggung.. hehehe.. [sok tersinggung] lha cuman buruh aja kok nggaya hehehehe…

    Santai aja bung.. tetep aja pake register aktif.. lha wong masuk terminal aja juga bayar je… mosok di wordpress bisa seenaknya datang dan pergi..
    kau datang dan pergi sesuka hatimu ohh..

  9. Penguasa informasi bukan lagi pemerintah cq departemen-departemen. Tapi binatang-binatang ekonomi yang membangun dinasti baru industri oligarki. Dengan uang mereka membeli semuanya,sampai hukum dan kepala penegak hukumnya juga dikuasai.

  10. Allow…allow maaf mas, om, pak numpang nimbrung lagi he..he,,
    wah lama saya gak bertamu sudah makin banyak perkembangan neh di jsop (ketinggalan, hiks!)
    mas JSOP, saya yakin kalau kita bisa melepaskan pikiran yg ada dikepala kita dan bisa dibaca orang lain rasanya merupakan kepuasan tersendiri (bagaimana dgn Mas JSOP), apalagi kalau tanpa di sen dan sor seperti dimedia-media itu, wuih…asyik. hidup blog! btw usia bukan sesuatu batasan untuk menulis kan, jadi yo mari kita rame-rame menulis mumpung ada ruang dan waktu!(bukan mempropokasi loh!)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara