Republikq

euphoria.JPG

Republik Euphoria:

Gembira bersuka cita setelah merasa tak perlu lagi apa gunanya jiwa yang merdeka , setelah merasa tak ada bedanya dijajah oleh siapapun saja , setelah merasa hidupnya sendiri masih aman-aman saja . Setelah semua penderitaan orang lain hanya dimaknai sebatas gambar buram layar bioskop yang bisa disulap serta dipastikan bisa tampil menjadi lebih mengkilap .

Hewanisasi.JPG

Republik Animals

Lumrah dan wajar merampas hak atas sesamanya,sebab hidup hanyalah bermakna bagi mereka yang kuat dan mampu menindas atas lainnya serta luput menghindar dari terkaman kebuasan sesamanya.

Prestasi.JPG

Republik Nightmares

Adakah nurani masih tersimpan dilubuk hati diantara semakin berserakannya korban HIV , Drugs , penindasan atas daya hidup manusia serta atas segala daya hidup bagi mahluk yang punya hak untuk hidup .

Nostalgi.JPG

Republic Hopes

Itukah Tujuan dari rencana perjalanan panjang yang sedang dirancang.

Kami berhak bertanya,

Seperti apakah gambaran masa depan yang sedang dirancang , kami berhak untuk tau sebab negeri ini bukan kalian sendiri yang punya , bukan pula kalian sendiri yang berhak untuk mengatur memiliki serta menguasai sekehendak hati kalian saja .

Akankah kalian bawa kami menuju lorong pintu-pintu kegelapan,dimana tak ada pelita hati yang menerangi jiwa kami . Pelita hati yang selama ini melindungi kami dari nafsu jahat mata gelap dan muslihatnya sangkur yang merayu menggoda tak henti-henti .

Bukankah ibu kita sama ataukah kalian merasa punya ibu baru yang lain , lalu siapakah ibumu?

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

2 Responses to “ Republikq ”

  1. Kebaya merah kau kenakan
    Anggun walau tampak kusam
    Kerudung putih terurai
    Ujung yang koyak tak kurangi cintaku

    Wajahmu seperti menyimpan duka
    Padahal kursimu dilapisi beludru
    Ada apakah ibu…

    Ceritalah seperti dulu
    Duka suka yang terasa
    Percaya pada anakmu
    Tak terpikir tuk tinggalkan dirimu

    Ibuku darahku tanah airku
    Tak rela kulihat kau seperti itu
    Ada apakah ibu…

    saya puter lagu ini mas , ingat waktu nonton sampeyan konser dihalaman 3sakti , sedih….
    mas 10 tahun sudah lagu tersebut dinyanyikan , kok belum juga ya kita ini bergerak dari tempat yang lama.
    Haruskah (mata gelap dan muslihat sangkur)diatas berbicara serupa seperti dulu.

  2. ah.sampeyan membuat saya sejenak memejamkan mata, mengenang kemewahan romantisme masa reformasi ,ya sedih memang..

    Sepertinya banyak juga orang hari ini yang nggak tau rasanya seperti apa,karena jangan-jangan mereka juga nggak pernah mau tau apa yang pernah terjadi dulu. Seolah semuanya ini datangnya secara tiba-tiba, gratis yang diturunkan dari angkasa lewat hubungan suami istri dikasur antara bapak dan ibu mereka saja.Jengkel memang..

    Semoga cukup untuk yang terakhir kalinya saja kejadian seperti itu sebagai ujian berat yang pernah diberikan Tuhan pada bangsa ini mas. Kasihan anak-anak kita..

    *dengerin cd kantata/swami > Ibu*

    tiba tiba saya merindukan mereka,kebetulan yos ngundang saya sabtu sore besok untuk nonton konser’ini bukan mimpi’ dihalaman belakang rumahnya, Insya Allah saya pengin sekali bisa kesana.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara