Republikq
Republik Euphoria:
Gembira bersuka cita setelah merasa tak perlu lagi apa gunanya jiwa yang merdeka , setelah merasa tak ada bedanya dijajah oleh siapapun saja , setelah merasa hidupnya sendiri masih aman-aman saja . Setelah semua penderitaan orang lain hanya dimaknai sebatas gambar buram layar bioskop yang bisa disulap serta dipastikan bisa tampil menjadi lebih mengkilap .
Republik Animals
Lumrah dan wajar merampas hak atas sesamanya,sebab hidup hanyalah bermakna bagi mereka yang kuat dan mampu menindas atas lainnya serta luput menghindar dari terkaman kebuasan sesamanya.
Republik Nightmares
Adakah nurani masih tersimpan dilubuk hati diantara semakin berserakannya korban HIV , Drugs , penindasan atas daya hidup manusia serta atas segala daya hidup bagi mahluk yang punya hak untuk hidup .
Republic Hopes
Itukah Tujuan dari rencana perjalanan panjang yang sedang dirancang.
Kami berhak bertanya,
Seperti apakah gambaran masa depan yang sedang dirancang , kami berhak untuk tau sebab negeri ini bukan kalian sendiri yang punya , bukan pula kalian sendiri yang berhak untuk mengatur memiliki serta menguasai sekehendak hati kalian saja .
Akankah kalian bawa kami menuju lorong pintu-pintu kegelapan,dimana tak ada pelita hati yang menerangi jiwa kami . Pelita hati yang selama ini melindungi kami dari nafsu jahat mata gelap dan muslihatnya sangkur yang merayu menggoda tak henti-henti .
Bukankah ibu kita sama ataukah kalian merasa punya ibu baru yang lain , lalu siapakah ibumu?

















Kebaya merah kau kenakan
Anggun walau tampak kusam
Kerudung putih terurai
Ujung yang koyak tak kurangi cintaku
Wajahmu seperti menyimpan duka
Padahal kursimu dilapisi beludru
Ada apakah ibu…
Ceritalah seperti dulu
Duka suka yang terasa
Percaya pada anakmu
Tak terpikir tuk tinggalkan dirimu
Ibuku darahku tanah airku
Tak rela kulihat kau seperti itu
Ada apakah ibu…
saya puter lagu ini mas , ingat waktu nonton sampeyan konser dihalaman 3sakti , sedih….
mas 10 tahun sudah lagu tersebut dinyanyikan , kok belum juga ya kita ini bergerak dari tempat yang lama.
Haruskah (mata gelap dan muslihat sangkur)diatas berbicara serupa seperti dulu.
ah.sampeyan membuat saya sejenak memejamkan mata, mengenang kemewahan romantisme masa reformasi ,ya sedih memang..
Sepertinya banyak juga orang hari ini yang nggak tau rasanya seperti apa,karena jangan-jangan mereka juga nggak pernah mau tau apa yang pernah terjadi dulu. Seolah semuanya ini datangnya secara tiba-tiba, gratis yang diturunkan dari angkasa lewat hubungan suami istri dikasur antara bapak dan ibu mereka saja.Jengkel memang..
Semoga cukup untuk yang terakhir kalinya saja kejadian seperti itu sebagai ujian berat yang pernah diberikan Tuhan pada bangsa ini mas. Kasihan anak-anak kita..
*dengerin cd kantata/swami > Ibu*