peMaBuk

universe

Diawal tahun ini saya ingin mengungkapkan satu hal yang menjadi pertanyaan besar ketika semalam di malam tahun baru yang baru lewat , saya menyaksikan derasnya air hujan yang turun dari langit.

…..Apa yang sebenarnya sedang saya cari dan saya tunggu dalam kehidupan besar ini . Pengalaman demi pengalaman serta berbagai peristiwa yang pernah singgah melewati sepanjang perjalanan dalam hidup kita masing-masing , begitu banyaknya meninggalkan persoalan tertunda atau hal-hal yang belum dijawab atau belum bisa terjawab .

Jangan mendorong saya untuk cepat berpasrah begitu saja pada ‘istilah’ serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa , demikian hati kecil saya berbisik . Sebab Allah juga berfirman agar kita selalu berusaha dan kuat menghadapi segala tantangan yang ada seberat apapun bebannya .

Karena itu pula saya tak pernah tertarik sedikitpun juga oleh ‘ajakan-ajakan’ serupa yang saya anggap tidak proporsional tersebut . Bukan saya menentang mereka secara terbuka namun saya lebih meyakini bahwa mungkin memang jalan kita tidak harus sama dan mungkin juga boleh berbeda-beda . Bukankah pahala serta dosa-dosa kitapun juga berbeda-beda…

Bukankah hanya DIA sendiri yang berhak menentukan hukuman atau bonus buat manusia sebagai mahkluk ciptaan-Nya. Bukankah akhirnya kita juga sedang menuju ke titik yang sama , yaitu Kerajaan_Surga_Nya atau Penjara_Neraka_Nya.

Yang sudah pasti dan yang harus diakui adalah , saya merasa masih sering “mabuk” oleh berbagai hal yang menghampiri dalam hidup saya .

Mabuk oleh kebutuhan , mabuk oleh tuntutan , mabuk oleh keinginan . Semuanya itu bisa terjadi karena saya semakin merasa betapa semakin sulitnya kita membedakan antara cukup dengan kelebihan atau antara perlu dengan tidak perlu .

Hidup kita saat ini begitu kompleks dihadapkan oleh berbagai tantangan-tantangan tersebut . Tantangan yang dibungkus oleh berbagai pengertian-pengertian baru yang semakin membingungkan , karena semakin pula simpang-siur makna yang muncul dalam ujud serta bentuk-bentuk baru nya . Sehingga semuanya itu lalu berakumulasi layaknya menjelma menjadi jalinan benang kusut yang semakin sulit untuk diurut .

Apalagi kalimatnya…. ,

kalau bukan ‘tuntutan jaman’ atau realitas modernisasinya jaman .

Dua hal besar yang kita hadapi saat ini ….. . Kebenaran dalam sebuah Kenyataan , sebuah pengertian yang mencoba memisahkan kebenaran dari hasil sebuah penilaian tentang kebenaran yang absolut yang hanya ada diwilayah otoritas milik-Nya.

Namun ini adalah sebuah kebenaran duniawi atau persoalan akal dan pikiran manusia yang seyogyanya selalu berpihak dan selalu berpijak atas pemahaman kebenaran yang tidak mencederai nilai-nilai spiritual ke-Tuhan-an itu sendiri .

Kita tau bahwa kalimat tersebut tidak dapat dipisahkan keberadaan nya antara satu sama lainnya. Artinya segala sesuatu tentang kebutuhan / keinginan / ketercukupan kita adalah segala sesuatu yang bukan boleh begitu saja bebas berkembang tanpa ada batas-batas serta aturan-nya .

Itu juga yang membedakan kita sebagai mahkluk yang disebut manusia dengan mahkluk lainnya yang tidak mempunyai akal dan pikiran secanggih kita . Jelas kita berbeda dengan mahkluk ciptaan Tuhan yang lainnya dan sudah semestinyalah kita juga harus berbeda dalam ber-peri-kelakuannya .

Sudahkah kita berbeda..

Saya sendiri , semakin hari semakin terasa terdesak untuk semakin menjauhi perilaku – perilaku yang dulu saya pahami sebagai perilaku manusia yang seharusnya . Perilaku yang diajarkan untuk mengetahui batas-batas kebutuhan sebagai manusia seperti yang saya jelaskan diatas .

Ya ..mabuk itu tadi .

Mabuk keinginan , selalu merasa ingin menemukan bentuk kepuasan yang baru . Sebab yang lama sudah ‘basi’ dan nggak excited lagi .

Mabuk kebutuhan , selalu digoda dan dirangsang untuk merasa tak berkecukupan . Standar value nya berubah atas nama perubahan jaman .

Terlebih lagi kita dibuat semakin ter-heran sebab semakin banyak orang yang cepat dan mudah menyerahkan konsekwensi dari akibat perilakunya tersebut dengan berlindung dibalik kata “serahkan pada Tuhan” atau “sudah kehendak Tuhan” . Sebuah slogan kering yang semakin sering kita dengar disuarakan dimana-mana , mungkin agar semua kesedihan dan segala ketidak ke-terpuasan yang dialami minimal terasa bisa terobati ?

Seperti itukah mereka mengenal Tuhan ..
Koq meletakkan Tuhan seolah tidak adil dalam bertindak..bukankah Tuhan Maha Segalanya ..Bila demikian maka wajar saja jika ada kekhawatiran bahwa agama dikhianati justru oleh para ulamanya sendiri .

Orang-orang seperti itu sering saya katagorikan dengan barisan orang-orang “mabuk Tuhan”…. :(

Karena menurut saya Tuhan hanya bisa hadir dan melindungi manusia kalau ciptaannya tersebut nggak mabuk hingga lupa diri atau disorientasi kepadanya . Tuhan hanya mendengar sapaan atau permohonan mahkluknya yang ber-kesadaran kepada-Nya , atau bila mahkluknya tidak sedang ngelindur atau mimpi .

Ada langit ..itu jelas tempatnya di angkasa atau diatas , ada bumi itu juga jelas tempatnya dibawah . Ada siang dan ada malam , ada baik dan ada jahat , ada cantik rupawan dan ada buruk rupa serta berjuta-juta plus dan negatif lain-lainnya semuanya punya pasangan jawabannya masing-masing . Tidak ada yang kelebihan dan tidak ada yang kekurangan . Karena sebab itulah Dia adalah Maha Kuasa dan Maha Pencipta .

Semuanya “ada” dan sudah tersedia dengan baik untuk boleh dinikmati sesuai kehendak yang dipahami dan dimengerti oleh mahkluk-Nya sendiri . Tentu saja semuanya itu memiliki konsekwensi , pahala atau dosa . Itulah hakekat keberadaan Tuhan Yang Maha Adil serta Maha Sempurna yang saya pahami .

Semua pilihan ada ditangan kita .. bukan lagi Tuhan yang menentukan ‘peruntungan’ atau ke-naas-an kita . Kecuali satu …. kontrak hidup atau nyawa yang masih diijinkan bersemayam ditubuh kita….. nah untuk yang satu ini memang mutlak Kuasa-Nya sendiri .

Dalam kisah dunia pewayangan (dongeng) buto cakil juga bertanya pada Yang Maha Esa “wahai Gusti…..mengapa engkau wujudkan aku dengan buruk rupa seperti ini ..sedangkan Arjuna kau ciptakan dengan sempurna …hingga banyak ceweknya…”
katanya .

Tuhan hanya berfirman pada buto cakil “…kil…kil…kamu itu hanya belum mengenal saya , penciptamu” .

Disisi yang lain ada juga dongengan seorang Nabi yang berkata “Ya ..Allah.., aku ingin mengabdi dan tunduk padamu serta tidak sedikitpun juga aku akan melakukan sebuah kesalahan yang berakibat dosa”.

Tuhan hanya tersenyum dan berkata “kamu tidak bisa lepas dari dosa , apa kamu mau nyaingin saya..”

Itu tadi dialog dongengan saya saja atau lamunan didalam otak saya saat saya memandangi turunnya hujan di malam Tahun Baru 2008 kemaren .

Selamat Tahun Baru 2008
Yockie Suryo Prayogo

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

9 Responses to “ peMaBuk ”

  1. hehe.. kalo aku mabuk apa ya??
    ndak tau aku.. tp selama ini.. aku lebih senang mikir.. Tuhan itu perwujudan “cinta-yang-membebaskan”.

    DIA kasih.. “Ini nih.. hidupmu..”
    DIA bikinin plot2 untuk tiap2 ciptaan-Nya.. istilah kerennya.. boundary.. tiap2 ciptaan punya.. tapi kan rahasia dunk..
    DIA bilang.. “ada deh.. mau tau aja..”
    kenapa begitu?
    DIA jawab, “biar seru dunk :wink:
    dan DIA bilang lagi, “boundary itu biar kamu ingat.. masih ada AKU loh.. :lol:

    *mikir*.. *jangan2 habis ini dijitakin sama si Mas.. karena katanya.. “Kuke.. lah emang itu maksudku..”*..*tak.. tak..takk* :grin:

    2008 sih.. insyaAllah.. mau melebur di udara aja ah, Mas..

    *hihi.. istilah apa lagi itu ya? ndak tau.. seneng aja nulis itu di posting-an akhir tahun kemaren hehe..*

  2. mabuk biji kedongdong tak..tak..pletak hehe.. terimakasih kuke , kamu terpilih *semoga*

  3. Red rEd wIne and mUch lOve…

    Aq dimaBok asMara aja aH…

    asmaradhana atau asmaragama

  4. Mabok , kayaknya emang itu biang kerok yg bikin dunia ini jadi semrawut..ya boz!

  5. Selamat Natal dan Tahun Baru ya mas, ntar pesennya kusampein … kami tunggu undangan ngopinya ha ha ha …. aku agak bingung buka blog nya kok link nya banyak sekali …
    -James/Philip/Lia Sundah

    thanks Lia

  6. Selamat tahun baru juga, pak

    sama-sama mas hedi

  7. “AKU sering melihatmu marah ketika
    kau melihat orang lain berhasil. Untuk
    apa kau menginginkan keberhasilan
    orang lain? Bukankah AKU telah
    menyediakan suksesmu sendiri? Kau
    tidak pernah mengejarnya jadi kau
    tidak pernah bisa memilikinya!. Matamu
    tidak terfokus pada rancanganKU yang
    dashyat atas hidupmu, melainkan
    tertuju kepada karyaKU yang luar biasa
    terhadap diri orang lain. Jadilah
    seperti air, selalu
    mengalir melewati semua benda,
    menembus semua sisi dan tanpa batas.
    AnakKU, jangan mau dikalahkan oleh
    keadaan, tetapi kalahkanlah keadaan.”

    Sepenggal kutipan Yg ada dalam Otak ku, Buat jaga2 kalo2 ntar ikut2an “Mabok”

    Selamat Tahun Baru 2008 Pak Dokter

    jadi air juga tidak aman 100 persen , sebab kalo airnya mengalir ke got yang kotor bisa terbawa kotor . hehe

  8. Nderek Mabuk Mas Yockie: wingi kekathahen ngombe, nembe sakmeniko eling…Ngaturaken Sugeng Warso Enggal 2008…( agak telat, kemarin masih mabok he…he..hee)

  9. sami sami mas Petrus sugeng Warso Enggal , monggoh ‘dhipun unjuk, unjuk’an engkang wonten kendhi digrujug nggeh’ saget.. sekeco’aken

    Meniko banyu sangking petilasan nipun nyi roro kidul , sehat lan mboten marak’aken mabuk hehe

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara