iTu_dUlu

ampun

Kita adalah masyarakat beradab jauh sebelum dunia dibelahan bagian barat mengenal peradaban , tapi itu … dulu .

Kita adalah masyarakat pemurah yang dipenuhi ketulusan keikhlasan serta tau diri untuk tidak merampas hak-hak orang lain , tapi itu … dulu

Kita adalah masyarakat religius yang memahami makna dosa serta segala larangan Tuhan tanpa perlu ditunjuk-tunjukin dalam bentuk tulisan ataupun aturan setiap harinya , tapi itu … dulu

Kita masyarakat yang menghormati adat istiadat dimana kita dilahirkan dengan dilengkapi oleh segala keagungan nilai-nilai tradisi adi luhung nya , tapi itu … dulu

Dunia berubah pikiran manusiapun terus berevolusi untuk bisa berubah , tak ada yang sama selain patung atau benda-benda peninggalan purbakala yang belum lapuk karena terkikis cuaca .

Karena itupula jangan pernah ragu untuk mengatakan kitapun berubah dan tak lagi sama seperti tahun sebelumnya . Kitapun dibuat semakin melek bahwa kebenaran itu justru sering membuat orang untuk bisa berpikir bunuh diri . Bahwa kejujuran itu lebih sering menjadikan kita merasa sakit hati.

Ternyata Tuhan memang Maha Sempurna , dilengkapinya berbagai hawa nafsu untuk bisa digunakan dengan sebaik-baiknya . Diciptakannya rasa keadilan bagi pihak yang satu sementara kondisi itu berarti rasa ke tidak adilan bagi pihak yang kedua serta lainnya.

Dilindunginya orang yang selalu beramal saleh serta rajin menyembah pada-Nya . Namun juga dilindungi orang yang sering dianggap masyarakat jahat dan durjana .

Disudut dan dipojok yang sebelah mana ada celah untuk kita bisa mengatakan Tuhan itu tidak adil ?

Saya hanya ingin mengatakan bahwa kita nggak perlu malu untuk mengakui bahwa kita memang berubah walau mungkin berubah menjadi tidak lebih baik dari hari kemaren , walau mungkin saja berubah menjadi orang yang semakin menurun kualitas hidupnya , sekalipun . Walau kita sudah bukan lagi seperti masyarakat seperti dunia pernah mengenalnya dijaman dahulu kala .

Saat mata terpejam saat hati mengucap berbagai doa saat keheningan dan kekhusuk-an kita hadirkan dalam hati agar bisa berkomunilkasi dengan Sang Pencipta , bukankah berbagai pengakuan serta harapan diampuninya segala kesalahan yang berderet terucap kita sampaikan kepada-Nya .

Seperti biasanya setelah ritual tersebut kita tutup maka kembali lagi kita melakukan hal yang sama secara sengaja tanpa pernah teringat sedikitpun akan segala janji dan upaya permohonan ampun yang sebelumnya fasih kita panjatkan tadi . (baca:ayat)

Gampang saja untuk bisa mengatakan pada diri kita sendiri bahwa “saya memang patut dihukum” . Sebab berlaku munafik kepada sesama manusia ongkos/biaya dampak negatifnya bisa dibayar lunas dengan materi , jabatan atau harta . Atau bisa juga gratis disaat hari raya ke agama-an tiba .

Namun ketika kita sadar membohongi-Nya .., apakah masih perlu kita tanyakan lagi akibatnya . Apakah ada teknologi dari akal manusia yang bisa membuat DIA disorientasi untuk menilai kelakuan kita . Tentu kita setuju untuk mengatakan “Tidak Ada”.

Padahal dengan apa yang kita miliki dan apa yang kita jalani sehari-hari , bisa saja kita telah berulangkali secara sadar berusaha mengelabuinya .

Tuhan koq mau ditipu!

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

10 Responses to “ iTu_dUlu ”

  1. dipikir Gusti Allah iku mbah’e dewek kali yo mas,koq njenengan bisa juga jadi uztads melenium. hahaha

  2. hehe.. seperti yang ditipi-tipi itu ya.
    Ustadz koq punya manager.., bukan untuk mengelola penyaluran amal dan zakat tapi untuk menaikkan rating honorarium tiap penampilan.

    Hebat! Pantes buku Quran / kitab-kitab suci lainnya laku keras . Dan dipajang terang-terangan disetiap sudut-sudut rumah (mungkin biar keliatan orang alim) Sementara istri-istri wajib punya jilbab yang harganya astaganaga .. , yang penting penampilan alim . Persis kaya di Saudi Arabia (katanya lho..) ibu-ibu selingkuh justru nggak ketauan . Lha wong mukanya ketutup semua…

    Kelakuannya setan , siapa peduli … ‘mang gw pikirin’

  3. Jilbab memang masalah hak asasi orang untuk mengekspresikan keyakinan pada agamanya ya mas.Mungkin sama dng suzter yg berkerudung di gereja.

    Nyonyahku sendiri dulu tanpa sy suruh berjilbab ria kemana-mana.Sekrg nggak lagi,waktu sy tegur (agak nasehatin gitu mas) eh..dia malah bilang koq saya kaya nabi yg berhak nasehatin.

    Piye iki mas menurut jenengan..

    mas, saya itu tenger-tenger lama mikirnya…gimana harus menjawab , apa saya bisa…dsb.
    Karena ini sudah masuk wilayah “praktis” maka saya nggak berhak mencampuri urusan nyonyah sampeyan dengan Tuhan , apalagi dengan sampeyan sendiri …, lha…yang dadi bojone’ kan sampeyan bukan saya ..
    Akhirnya saya hanya bisa mengatakan: “selamat menikmati” hehe

  4. kita berusaha (terus) mengelabui Tuhan, padahal Tuhan itu kan ga mungkin bisa dibohongi…untung Tuhan itu ga seperti FPI yang seneng main hakim langsung :D

  5. sekarang kan jamannya musang berbulu domba Pak Dokter, makanya dimana2 kulit domba laku keras soalnya musangnya tambah banyak.

    musang keluar makan ayam dan buah2an, tapi… itu dulu
    skrg musangnya doyan makan duit dan mencari daerah kekuasaan.

    Karena itupula jangan pernah ragu untuk mengatakan kitapun berubah dan tak lagi sama seperti tahun sebelumnya . Kitapun dibuat semakin melek bahwa kebenaran itu justru sering membuat orang untuk bisa berpikir bunuh diri . Bahwa kejujuran itu lebih sering menjadikan kita merasa sakit hati.

    setuju banget yang ini.

    kadang kita dihadapkan pada dilema, haruskah kita jujur walau harus menyakiti seseorang ataukah kita harus berbohong tapi membuat orang lain senang. Saya sering ditanya oleh teman2 bagaimana penyelesaian hal seperti ini, dan jawaban yg saya berikan selalu sama ” Kejujuran memang terkadang menyakitkan, tetapi bukan berarti kita harus berbohong kan?”

  6. hehe.. Tuhan main hakimnya belakangan , nggak kesusu-susu.

    musang keluar makan ayam dan buah2an, tapi… itu dulu
    skrg musangnya doyan makan duit dan mencari daerah kekuasaan.

    Musang ngepet’ itu namanya mas gandhi .

    Dibawah ini ada dua contoh tentang kejujuran dalam perspektif “jujur” bahwa itu ada , namun penuh kebohongan serta jujur yang sebenarnya benar-benar jujur .

    sebuah situasi kejujuran yang lahir diatas kebohongan
    where the truth lies
    jujur yang hadir diatas kebohongan

    kejujuran yang jujur
    ekspresi kejujuran yang  jujur
    Mungkin karena sebab itu ada pameo bahwa “malaikat” hanya menjaga serta menemani kita saat kita masih kanak-kanak.
    Karena begitu kita menjinjak usia lebih dewasa tugasnya aplusan dengan jin kastubi sama jin dan jun

  7. Karena itu juga saya percaya bahwa Tuhan juga menuntut kita berlaku profesional jangan nanggung kaya banci .

    Jadilah orang baik yang dimata masyarakat benar-benar baik . Atau jadilah profesional walaupun dimata masyarakat kita adalah bajingan tengik yang nggak ada harganya .

    Siapakah yang berhak memberi kita ticket “berdosa dan patut masuk neraka” jika analogi saya adalah dongeng seperti cerita robinhood , yang suka merampok hingga kadang membunuh orang kaya .

    Yang pasti hukum sosial masyarakat akan mengadili kita , itu pasti dan jelas . Namun urusan di akherat mungkin saja Tuhan sedikit mengampuni kelakuan orang yang suka mencuri harta orang kaya namun bukan untuk dirinya sendiri , melainkan untuk dikembalikan kepada yang lebih berhak menerimanya yaitu rakyat jelata .

    Jadi jangan sampai ngiri atau cemburu hati nantinya , saat nanti diakherat kita melihat ada orang yang kita kenal selama hidup didunia sebagai bandit dan maling sejati namun koq melenggang digandeng malaikat masuk ke surga , hehehe

    Kembali lagi , sebagai manusia jadilah yang profesional . Urusan salah atau benarnya itu adalah urusan dan hak preogratif Tuhan di akherat bukan urusan pendapat sesama manusia didunia ini .

    Yang penting kita memiliki sandaran yang kokoh pada hati nurani . Sebab hati nurani tidak bisa diajak kompromi kalau dia memang nggak berkenan untuk menyetujui .

  8. beNer jG mas,Spt peNyakit soIal masYrkt (proStitusi).
    SiApa yG peDuli baHwa banYak dr mRk yg …..unt Nyari maKan.

    Tp seRing aParat ga mo tau,maIn tangKep aJa taPi gak ada soLusi meMadai.

    maka dari itu , pelacuran, judi,dunia pemabokan yang dikenal di jawa dengan sebutan “5M” bukan barang baru lagi bagi urusan manusia.Dia sudah ada semenjak bandul keadilan dan kejujuran didunia ini bergerak kekiri dan kekanan .
    Bandul pendulum tersebut baru akan berhenti bergerak dan menjadi diam , kalau kiamat sudah tiba .

  9. yg repot kalo agama dijadikan pembenaran untuk melakukan kekerasan.

  10. Agama adalah sebuah ilmu yang diajarkan pada seluruh umat manusia agar kita siap dan bisa dengan gagah menghadapi “palu” pengadilan yang sebenarnya diakherat nanti.

    Dasar manusia memang sering lupa diri saat diberi kemampuan otak untuk bisa berkembang tak berbatas dan bertepi .
    Diintipnya proses pengadilan tersebut (seolah-olah), lalu dipinjamnya palu tersebut (tanpa bilang-bilang yang punya) untuk digunakan didunia fana ini.

    Dijadikanlah agama sebagai “palu” untuk menyelesaikan problem perbedaan dalam segala hal dan perbedaan untuk semua persoalan.

    Semakin kusutlah hidup kita dinegeri ini .

    Artinya mungkin saat pengadilan itu nanti tiba ,Tuhan akan berkata pada kita :” e’..e’..e’..tholeeee” tole’.. koq kowe nyolong paluku ‘tho…leee”

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara