SedErHana

anak kecil

Saya bukan mau nulis artikel tentang rumah makan sederhana yang notabene sudah tidak sederhana lagi sebab ‘mahalnya’ sudah lewati ambang batas rumah makan padang yang layak disebut sederhana .

Tetapi ini sederhana dalam bingkai berpikir sederhana alias simpel dan nggak perlu mbulet kemana-mana . Walaupun memang defacto hidup ini nggak ada yang se-sederhana yang kita bayangkan dan pikirkan .

Pertanyaan saya yang tidak harus anda jawab bila memang kita merasa tidak perlu untuk menjawab :

Misalnya pemerintah kita nanti sudah lebih berhasil merumuskan teori yang lebih jitu akurat yaitu jalan untuk keluar dari kemelut yang selama ini berputar-putar membingungkan kehidupan kita semua . Namun dengan syarat-syarat minimal yang harus dilakukan .

contoh salah satunya : “Reformasi birokrasi secara total” misalnya .

Akankah anda akan tetap berteriak lantang “reformasi..!” layaknya barisan mahasiswa dijalanan bila ternyata instansi perusahaan ataupun departemen resmi tempat saudara bekerja selama ini harus ditata ulang , atau bahkan harus dibubarkan demi kepentingan orang yang lebih banyak .

Bagi usaha-usaha yang non-pemerintah tentu demikian juga halnya , akankah kita tetap mendukung penguatan kelompok menengah “civil-society” , bila ternyata policy yang akan dijalankan tersebut pasti juga akan membuat perusahaan kita harus gulung tikar.. tentu saja itu juga demi kepentingan orang banyak .

Cukup satu dulu pertanyaan yang harus kita jawab dalam hati kita masing-masing , seberapa pentingkah hidup kita sendiri bila diukur dengan mereka yang lebih banyak jumlahnya . Sebuah pertanyaan klise dan sangat mudah dijawab . Namun kali sekali ini saja hati nurani kita yang harus menjawabnya , bukan suara yang keluar dari mulut kita yang memang sangat mudah disetel dari otak kepala.

Karena itu sebelum anda mengetik kalimat untuk mencoba menjawab , ngobrollah dulu sama yang ada disebelah jantung sampeyan . Atau search Google aja , cari topik lainnya yang lebih menyenangkan hati masing-masing . Sah dan halal juga koq , paling nggak menurut kita .

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

30 Responses to “ SedErHana ”

  1. lihat judulnya kirain mau ngebahas rumah makan padang sederhana yg distributor tunggal PT. Sengsara jaya itu hehehehe *asli ngakak kalo baca itu hahahaha*

    [serius Mode On]

    Berhubung saya Independent worker, reformasi total? siapa takut!!! toh ini bukan yg pertama buat saya, dan walaupun reformasi sendiri pernah melukai saya, apa salahnya mencoba lagi. Yuk mariiii…..

    Misalnya pemerintah kita nanti sudah lebih berhasil merumuskan teori yang lebih jitu akurat yaitu jalan untuk keluar dari kemelut yang selama ini berputar-putar membingungkan kehidupan kita semua . Namun dengan syarat-syarat minimal yang harus dilakukan .

    reformasi tanpa syarat kalo bisa hehehehehe

  2. weeii seTujuhhh aMa siMbah diAtas syapah TakOt..biAr kEbuKa kEdoknYa siApa yg rËformis jAdi2an khan!!!!!

  3. waaahh…. ai binun ai pusing ai mabok neh ngomong lefolmasi *um amin mode on* :lol:

    yg bikin sedih neh kang, semua olang di likiplik ini… eh salah… orang di republik ini… pada ngomong reformasi. semua orang ngomong reformasi total atawa tanpa syarat. tapi yg dilupain orang (kek2nya seh sengaja tuh) ialah bahwa manakala kita bicara reformasi, seyogyanya kita mutlak mengacu kepada sikap mental kita sebagai bangsa yang udah sejak berdirinya emang gak pernah dipelihara dengan baik. sikap mental inilah yang pasti akan menentukan kelak berhasil atau gagalnya kita di dalam upaya melakukan reformasi. tapi ini khan gak.

    di catetan aye dari jaman 17 agustus 1945 (…itulah hari kemerdekaan kitaah… kata alm. mbah mutahar) sampe 62 taon kemudian sekarang, paling gak secara politik kita udah ngejalanin/ngelewatin 4 kali “reformasi” tuh! kurang banyak gimana coba tuh kita nyoba reformasi? tapi hasilnya – kalo gak mo dibilang gagal – ya gini gini aja khan?

    kenapah? ya karena yg di reform selama ini bukan sikap mental. yang direformasi cuma perangkat dan struktur doang. jaman abis merdeka, semua yang berbau belanda disikat dan dimusnahkan, gak peduli bagus apa jeleknya. trus abis itu, pd saat dirasakan kehidupan demokrasi liberal dianggep jelek langsung disikat juga pake dekrit. lanjut lagi, ganti kepemimpinan nasional dan semangat anti kiri menyala-nyala, semua yg berbau kiri: sikaat! terakhir, ganti lagi kepemimpinan nasional, semua yg infra struktur kehidupan berbangsa dan bernegara berbau orba (jelek apa bagus): juga sikaaat! tapi sementara itu, untuk watak/sikap mental bangsa terjadi “pembiaran”, bukannya pemeliharaan. sehingga sikap mental dibiarkan “ngaco” ikut arus zaman dan rezim atawa asli “ngaco” doang. akibatnya, 62 taon gonta-ganti perangkat serta struktur kehidupan bermasyarakat dan bernegara, tetep aja kita mandeg gak bisa maju-maju, karena sikap mental masih gak berobah dari jaman kolonial.

    salah satu contonya jaman sekarang, yg paling beken khan urusan korupsi khan? ok, dalam rangka memberantas tuntas korupsi aja, gak tau deh udah berapa lembaga tuh dibikin: ya bpk lah, ya bpkp lah, ya keitjenan lah, ya KPK lah, ya tipikor lah. hasilnya? gak lebih dari rangkaian tontonan gratis di media liat org2 beken (bekas pejabat/pengusaha dll) yang pada dijeblosin ke penjara doang. tapi sementara itu, yg urusan perkentitan/permalingan/pemeresan mah teteup aja subur di mana2 dengan cara yg jauh lebih canggih dan pada segala lapisan masyarakat. kenapa bisa gini? karena sikap mental yg gak dipelahara dgn baek tadi, karena terlalu sibuk di perangkat dan struktur tadi. dibikin banyak banget lembaga audit dan pemberantasan korupsi, semua orang termasuk rakyat kecil ditakut-takutin pake sangsi, tapi gak ada upaya pendekatan yang lebih manusiawi dan “madani” kepada rakyat untuk mencegah korupsi. :roll:

    menurut aye, suksesnya reformasi (dan juga demokrasi) di negeri ini cuman bisa setelah kita lewatin dulu tahap “masyarakat madani”. suatu tahap di mana semua lapisan masyarakat sudah paham betul arti “pengorbanan” demi tercapainya tujuan masyarakat adil makmur di masa depan berdasarkan suatu penjelasan dan kepemimpinan yang akuntabel pada setiap unit masyarakat yang dapat dicontoh oleh anggotanya. dan bahwa pemberantasan keburukan dilakukan tanpa tebang pilih dan ragu-ragu, serta bukan dalam semangat menjatuhkan martabat orang belaka, tapi dalam semangat penginsyafan dan upaya perbaikan serius di masa depan.

    siapa nyang punya tanggung jawab moral utk berupaya memperbaiki kondisi mental bangsa ini? ya semua orang yang punya pemahaman dan kemampuan utk mengkomunikasikan pesan-pesan kemajuan kepada masyarakatnya lah. yang jadi pelopor ya jelas kudu wakil rakyat, pemerentah, intelektual, dan media lah, sebagai pihak2 yg punya “cengkeraman kuat” untuk memotivasi secara baik segenap rakyat kebanyakan untuk bekerja dengan ikhlas dan tekun untuk kemajuan bersama. :smile:

    bener, sederhana rumusannya kayak kata um yockieeh, ay setujuh. sederhana dalam arti: “kesediaan semua elemen masyarakat utk mengorbankan dulu sebagian kepentingan masing2 atas kemakmuran untuk sementara waktu, demi segera dan secepatnya semua kepentingan tsb pada akhirnya akan terakomodir juga dalam wadah NKRI yang berkemampuan, yang besar, dan yang bangga!” …cieeee!!! :wink:

    itu yang sudah dilakukan oleh banyak bangsa laen yang secara gradual berhasil recover dari segala bentuk krisis dan keterpurukan yang dialami. diorang bisa, mosok iya kita gak bisa seeeh?? :grin:

  4. top markotop,memang begitulah kenyataannya,mas. Memang seniman2 bahasanya lebih lugas dan lebih ngerti gimana cara berkomunikasi secara egaliter.

    Salut euy Pancaran Sinar Petromak :) ini kata mas YockIe lho?

    Bener ya mas Rozny? anda tugas dimana sekarang? salam kenal ya & kapan bikin orkes moral lagi? saya termasuk yg merindukan lho?

  5. wah ada bang Roz…

    Kolaborasi nya kapan nih? ditunggu loh hehehehehehe

    top markotop,memang begitulah kenyataannya,mas. Memang seniman2 bahasanya lebih lugas dan lebih ngerti gimana cara berkomunikasi secara egaliter.

    Hidup Musisi……

    Salut euy Pancaran Sinar Petromak ini kata mas YockIe lho?

    Petromaknya udah ganti lampu neon ya bang Roz hehehehehe :idea:

  6. asalamualaikum, ujang nih.Tabik tabik tabik buat om Ruzny juga deh.Aye jugak sama & sependapat sama om Ruzny. Emang musti cuci bersih pake loundry. Pagi rinso dah enggak mempan kali ya om.

  7. Mas JSOP,

    Lagu kebangsaan Indonesia musti diusulin ditambah satu “Pemuda” lagu Chaseiro mas. :lol:

  8. :shock: wadooohh??? wah, ai binun neeeh… caselo sama pitlumak jadi kebawa-bawa deeh…. :lol:

    tapi, sukurlah kalo ada kesesuaian paham di antara kita di sini mengenai bagaimana caranya menyikapi reformasi dan demokrasi agar tidak jor-joran tapi cuma di sekitar kulit arinya doang dan gak masuk ke substansi pembersihan jiwa insan bangsa dari atas sampe bawah. mudah2an bisa menular pada cakupan millieu yg lebih luas…amin!

    lagi-lagi pake istilah “sederhana”nya um yockieeh, kata-kata kuncinya insyallah dari dulu udah diajarin emak-bapak dan guru2 kita: budi pekerti yang baik (dalam arti yang seluas-luasnya), saling percaya, saling bantu, saling mengasihi, dan sama-sama bertekad kuat ingin mewariskan kehidupan yang bebas atau minim dari derita moral dan material bagi anak cucu kita :smile: susah sih pasti susah, berkorban sih pasti banyak berkorban, cape sih pasti cape banget (tapi gak “cape dee!” lho!) gpp khan? itu semua buat ketenteraman batin kita juga kok ppada ongkhirnyah…. :grin:

    yeeee…. mana neeeh um yockieeh? ke jawa lagi yak? :lol:

    lagi dikebon macul oom..

  9. tuh kan banyak nyang doyan goyang kibul orkes ente ‘ntuh..ops sori psp mah kagak goyang kibul ye’ tapi promosi kaca mate’ item hehe.. Perasaan diatas tadi ada komen yang nanya’in ‘dimane ama kerjaannya sekarang apa?’ deh..

    Kan aye’ juga nggak tau ..lagi riset martabak atau lagi ape’ gitu? eh sorry salah lagi boz , lagi suting dibuliwut ye

  10. yaaahhh…. ntar aye bilang lagi ngelmu kobra, ntar pada ngejaoh lageee… kekekek! wakakak! (*ketawa model generasi anak gw*) iye deeh…aye skarang jadi pegawe negri (*omar baakree! omar baakre!* :razz: ) di deperlu nyang udah ampir dua taon blakangan ini denes di ngindiheh…. sambil nungguin abangnya gilang yg katanya mo ngewakilin acin dateng nuntut produser musik ngindihe atas tuduhan ngebajak lagunya piter pen… he he he…maneee yaak? dah setaon lebih kok kaga ada bunyinya lagi yak? pdhl lawyers produser indihenya dah nungguin jugak tuh… :wink:


    kale’ setelah dikipirkipir ame diti’ung mahalan ongkosnye bang..kale’ni.. yee’ nyang pasti org ngindihe mah lebeh canggih segale2nye dari kite’

  11. [karena kita sedang ngadepin bang jali yang konon cukup legitimate merepresentasikan kaum betawi,maka saya juga berusaha berdialek betawi , muhun maap ye’ nyang kagak mudeng]

    bang’,balek lge soal pak budi pekerti nyang nte’ kate’ diatas.
    Aye’pengen’ denger juga tuh sopini nte’ nyoal ntu’..

    Menurut aye neh’ (nyang taunye ngamen ame ngebacot doank’)

    Sekarang neh’smakin ribet bang kalo mo’manggil lagi pak budipekerti dateng lage’. Sebab kalo dolo nooh sepoloh taon nyang lalu semasa kite’ diperentah ame ‘simbah’, dari “sisi” ini kondisi bangse masih jauh lebih positip…, sebab ya terang aje kan bang’ …ibarat kite’ kudu manut ame raje’…ya pan? kalo berani ngeyel…di “petrus” ntar kite’.

    Nah dijaman leplomasi (kate’alm um amin) kite’ ibarat nurunin raje’kite’ nyang selama ini merentah kite’ , maunya sih kite bisa idup lebeh adil lebeh sejahtera…ya nggak?
    Pada saat kite semua butuh pak budipekerti supaye dateng lage’ , die kagak nongol nongol bang….

    Pertame’ aye juge binun tuh….kemane’ ye die’kluyurannye’..

    Sekarang aye dah ngatri kenape die’ kagak nongol atawa bisa dateng lage’, sebab dia di ‘pilter’ ame ego sektoral nyang dah terlanjur tumbuh berkembang jadi gedeh’…bang.. hayaah..namanye’ ape lagi.. kalo bukan bolak balik percis kaya jaman taon 60’an lage’ “primordialkakek’ane'” .. ntuh ane tambahin lage deh istilah barunye biar aptodet kate’ orang jaman leplomasi sekarang eneh’.

    Nahh…secara nte’ nyang salah sato ahli ngeker substance masalhnye dan secara nte’ juga nyang dari dolooooo ngelotok di salemba diajarin ngelmu politik macem begenean , pegimane’ menurut ente..? Aye tau bang jawaban nte’ bukan untuk gaya-gaya’an ape’ lagi nge’guruin orang pastinye’ (ane’ tau dah.. nte’ kaga ade’ bakat jade’ guru huahaha.., dollooohh pan waktu ente ngajarin si maksum ‘kang baso’ di gang kelingkit murid nte’ laennya aje’ nyabak nyang bandel2 , sekarang pade’ jadi okem semue’ hehehe) …tapi ntu banyak manpaatnye’ untuk nambah elmu perenungan aye….ceileee..( gene neh jadi orang indonesaah..umur dah degocapan maseh juge’ suruh ngerenung trooss..kapan bise’ kerjenye yak..)

    sssookk attuhhh , aye nungguin sambil nyiapin kopi buat nte’ , ame’ singkong yee”.(goreng ape rebus neh?) ato mentah aje’..pan ente’ dolo doyan gegares mentah ..hehe (pake kace mate’ item sambil megang pecut) “kuda lumping dong”…huahahaaha

    [kick-kick’an mah jalan tross bang, nggak bole ade matinye’…ya ngga..ya ngga.]

  12. dudselamat pageee jakaltaaa!!! cieee… kasi fanfare dikit dong intronya…. hueheheh! duileee…page2 dah disuguin singkong suru digegares mentah2! singkongnya blon nyampe perot, nih gigi nyang dah pada rompal pada makin rompal daaah! huahahah! suguhannya mbok nyang lembekan dikit kang…hapermut gituuh… huahahah! anak orok kalee!

    duile kang… ngeker mslh bangse kite mah gak suseh2 amat ane bilang sih. wong realitasnya udah gamblang bener di depan batang idung kite sehari-hari paaan?? sekilas ane listing nih ye..:

    1. pimpinan nasional dan segenep jajaran eksekutip kagak bisa pokus sama prioritas perbaikan. ini jelas akibat kebanyakan target nyang mau digolin, udah gitu penyakit2 di nagri kite ini yg kudu disembuhin kelewat banyak … semuanya mau diberesin sekaligus. yeeee… pemerentahan di mane juge kalo disuruh gitu juga gak bakalan bisa lah!

    2. timbulnya elit politik baru paska reformasi yang sebagian besar masih belon seberape kebisaannya tapi “sahwat kepenguasaan”nye bukan maen tingginye tuuh. seperti “dendem” jaman dulu kagak kebagian ape2 sekarang kudu “nguber setoran”. jadi lupe deh segala kesantunan, segala tanggung jawab moral ke rakyat (bukan konstituennya doang lho). tambah lagi semangat primordialisme (ras, afiliasi politik, agama dll) dipiara teros (“pokoknya sekarang KITA yang atur ini negara…MEREKA jangan dikasih” … kitu cenah!). udah gitu, kalo mau dibilang “ah… yang belagu2 itu khan cuman mereka yg di atas2 aje… yang lapisan bawahnya khan kagak”…apaan? perhatiin aja tuh orang2 yg suka pada demo di bunderan HI atawa silang monas sonoh…. liatin tampang2 mereka deh … aye mah ngliatnya tampang “kamilah penguasa hari ini” tuuh… belagu, congkak, dan sengaja gak mau tau aturan…

    3. semangat dikotomi dan konfrontasi antar sesama juga masih dipiara. saling salah menyalahkan, saling jatoh menjatohkan. makin buduk lagi, kaga ada kedewasaan/kematangan. mosok untuk urusan2 yg sbnrnya sepele malah dibikin big deal dan mau di blow up jadi issue nasional. mosok gara-gara “rasa sayange” doang – misalnya – bisa sampe ada omongan “kita ajak perang aja tuh negara kecil malingsia”… apa yakin bisa menang kalo perang sama diorang? suka pada cepet esmosih gitu seeh… tapi gak dilengkapi sama upaya mengetahui permasalahan lebih mendalam… segitu banyaknya urusan AMPERA yang belon kejawab, udah sibuk mo ngajak perang negara tetangge… hedeh hedeh hedeh!

    4. kite sepakat pan salah satu kunci utama penyelesaian bangsa adalah pak budi pekerti yang akang bilang lagi males dateng lagi ke kite ituh. kalo aye bilang sih doi sbnrnya msh ade di dalem rume kite, tapi doi ngunci diri aja tuh di kamar blakang, nunggu dipanggil tapi gak dipanggil-panggil sama kita orang. kenapa gak dipanggil? karena kita pada dasarnya adalh orang yang tingkat kepeduliannya masih keciiiil banget…

    5. kalo mau dibikin summary perjalanan kehidupan bernegara paska reformasi khan jalan ceritanya kurang lebih gini kang : era habibie: buka mata bangsa akan adanya demokrasi –> era gusdur dan mega: mengisi demokrasi dan reformasi dengan segala trial and errornya –> nah idealnya mah era sby: era pembelajaran civil society dan pengaturan kembali strategi pembangunan –> mudah2an era paska 2009 nanti sudah kita bisa tinggalkan periode transformasi reformasi/demokrasi dan masuk ke era baru memajukan dan menyejahterakan bangsa… cukup dong 10 taonan transformasi?

    6. sayangnya, udah tinggal setaon dua taon lagi masuk era kepemimpinan baru tapi kok ya kita masih seperti terlalu mandeg di dalam recovery kita yak? padahal orang2 pinter di rekiplik ini gak kurang2 deh… ya itu tadi… kurang ada kepedulian… kepedulian utk kembali ke akar budi pekerti ajaran orang2 tua kita… sebab di situlah adanya segala good governance, transparansi, masyarakat madani, prudent and smart economy, prudent and smart planning dll…

    7. makanya kang, ane gak pesimis, tapi skeptis bahwa kemajuan bangsa ini akan tercapai secepat yg kita arepin. dari dolo aye udah naro harapan ke generasi anak2 kita doang. mereka lebih cerdas, gizinya lebih bagus, semangatnya lebih tinggi, kepeduliannya juga tinggi, dan – insyallah – kesadaran sosial serta tanggungjawab moral utk menjadikan indonesia yang bisa diandalkan dan dibanggakan kemakmurannya di masa depan. generasi kita sih sbnrnya banyak juga yg sadar (cieee..sok GR) tapi selama ini agak lengah dan lalai dan udah kepalang “kecebur” juga di kubangan kemandegan bangsa, dan udah agak telat untuk bisa nyembuhin penyakit di atas. satu2nya media kita adalah saling sepakat berbagi pemikiran untuk disebarluaskan terutama utk anak2 kita yang dlm kurun 10-20 tahun ini sudah harus berperan meningkatkan harkat martabat rakyat, bangsa dan negara.

    dui

  13. wwah salah pencet jadi kekirim tanpa di preview doloo… he he he! tapi gak apa deh, sementara emang baru segitu dulu kok sopininyah. itu aja udah kepanjangan… he he he! mahap yeee padaan… boring2 dikit gpp khan? okeeehh…. hapermutnya ada gaak kaang??? huahahahahh!

  14. Oce’deh.. aye kalkulasi nih ye’ ada 3 urusan nyang bisa aye saring pake’ saringan santen dari sopini nte’.

    Semua oran kudu ngarti sampek ngelotok bahwa:

    1. pimpinan nasional dan segenep jajaran eksekutip kagak bisa pokus sama prioritas perbaikan. ini jelas akibat kebanyakan target nyang mau digolin, udah gitu penyakit2 di nagri kite ini yg kudu disembuhin kelewat banyak … semuanya mau diberesin sekaligus. yeeee… pemerentahan di mane juge kalo disuruh gitu juga gak bakalan bisa lah!

    Jadi masarakat juge dikasih tau ampe’ ngelotok bahwa jangan overload ame ekspektasi , hingga kagak nuntut pemerentahnya kebanyakan dan kagak masuk di akal , gitu kali ye bang maksud nte’ pan? (berarti kite’ butuh kendaraan nyang ditugasi khusus untuk halo-halo ke masarakat soal ini pan?)

    2. era habibie: buka mata bangsa akan adanya demokrasi –> era gusdur dan mega: mengisi demokrasi dan reformasi dengan segala trial and errornya –> nah idealnya mah era sby: era pembelajaran civil society dan pengaturan kembali strategi pembangunan

    Nyang ini juga aye’ yakin masarakat kagak “ngeh” aliyas mudeng dah…! diaorang pikir ganti persiden pasti langsung semua-semuanye bisa beres kayak di amirike’. (kebanyakan nonton pelem rambo kali yak..)

    3. Manggil keluar pak budipekerti keluar dari kamar belakangnye’ kata nte'(eh..ntar doloo..kmr belakang ntu’ wc taukk!)Nah sebelum manggil doi , pegimane caranye’? siapa nyang suruh manggil bang? sebab kite’ pan kudu nyatu dulu lagi seperti gambar ame tulisan bhineka tunggal eka nooohh.. Masalahnye mesin politik pragmatis kite’ udeh ngebut kuenceenggnye audubileeeh.. , sampek lupa ada lampu mere’ tapi warna ijo mulu nyang kliatan di mate’. Akibatnye.. ya itu tadi ..kite bisa lihat sendiri pan? “otonomi” nyang kagak keruanan , maju mundur nabrak kiri kanan , sampe ada usulan agar pilkade’ di stop aje..sebab ngawur selain biayanye’ juge tinggi amir. (ane mah setujuhh banget tuh..)

    Belom lagi daerah nyang dah terlanjur kagak mo tau urusan jakarte’, dipikir pemerentah daerah itu udeh kaya ngurusin negerinya sendiri aje’ , kali ye’..

    Balik lagi pertanyaan aye nih , supaye bisa jadiin lago neh’… sapa tau juge bisa meledak-ledak bisa bikin aye jadi kaye huahahahaha…. (ntar ane bagi dah… 10% buat nte’.., tapi… ada tapinyeee’…..ente keluar modal dolo…semilyard aje’..(kecil pan?) ,kalo kagak balik modal? ye… apes namanye’ bang … kite’ ngelamun aje lagi bedua’an lagi dilapak kaki lime’ manggarei noohh….. ente mising punya kan lepis nyang asli.. hehehe

  15. 2 orang aja kocak gini obrolannya, gimana kalo ditambahin 2-3 orang lagi kayak bang Roz ama bang JSOP hahahahaha.

    Wah pendidikan politik cara baru nih, dengan percakapan yg seperti guyonan, tapi meresap nya lebih cepat daripada percakapan yg sok intelek dan hi-tek tapi malah banyak yg gak bisa mengerti. lanjot abang2 de gocapan.

    *maap syaraf tertawa lagi menguasai seluruh bodiku hahahahaha*

  16. Yaaahhh… ancorr dah cite’cite ane’! Setaon inpestasi ngeblog supaye bise maju jadi kandidat berikutnye ..berantakan dahh..!

    Malah jadi bahan ketawaan aje’.. , ente’ sih bang pake’ nongol-nongol ngocol segale’… ane’ bisa-bisa dicap kayak nte’ nyang suka nglawak deh… gara-gara nte’ tuh…ngelucu melulu!!

    Ape aye’ tilpun aje sekalean si jawir kumisan nyang doyan numpak harley dapitson itu bang.. huehehee.. biar miriah aje sekalian ye’..

  17. hihihihi…

  18. jadiin deh bang… si harlei dapitson. Tapi jgn kaget ntar ni blog jadi blog humor huahuhauhuahuahuhau

  19. Ape aye’ tilpun aje sekalean si jawir kumisan nyang doyan numpak harley dapitson itu bang.. huehehee.. biar miriah aje sekalian ye’..

    …sapah? si njoy kang? huahahahah! jangan ah… ntar malahan kite nyang berabe kalo sampe doi malah nangis mumbai (bombay udah ganti nama jadi mumbai paan?) lantaran ter-kenang2 ame die punye kompanion yg tiga biji itu yg udah pd sibuk nerima orderan di “sonoh” lagee!

    lagian, nape jugak jadi aye nyang ketempuan jadi biang keroknyah? yeeeeee….. aye mah paan cuman kebawe-bawe doang sama yu ngocol punya paan? paan aye orgnya seriosa en enosen en (sok) imut punya paan? huahahahah!

    balik ke urusan restoran bundo kanduang…eh salah…sederhana…. eh salah lageee…kok restoran seeh?? dah bener tuh kang … jangan ekspektasinye nyang digedein… justru kesiapannya yg kudu diasah… kesiapan untuk berkomitmen pada cita2 kemajuan, kesiapan utk berkorban demi tercapainya kemajuan (karena punya gambaran nyang jelas en meyakinken atas hasil yg bakalan didapetin dari pengorbanan tersebut bagi kesejahteraan dan ketenteraman bersama), termasup juga kesiapan utk gak putus asa pd saat ekspektasinya makan waktu yg lama sebelon bisa kesampean … gitu khan? gitu khan? (reverb en echo dipol-polin biar “gitu khan” nya gak abis2…. sampe miksernya kluar asep…huahahah!)

  20. ntar dolo.. sebelum miksernya angus, nte’ jangan ngeles dolo bang. Pertanyaan aye’ketige’pegimane urusannye’ .Ente’ kudu tanggung-jawab dolo atuh.. persiden aje pake pertanggong-jawaban koq .

    Manggil pak budipikirtinye lewat jurusan mane’ ama pigimne caranye’ama numpak ape’

  21. Ralat bang, any tarik lagi tuntutan aye hehehehe..
    ngapa jadi ente nyang harus bertanggung jawab ye’.., emang naluri aye nyang ngindonesyah ini masih suka kebawa-bawa aje..

    ntu’ kan mustinye tugas kite semua buat introseksi eh salah introspeksi maksutnye ye bang. nyuk ah..kita nonton tipi aje’ sejenak inget2 jaman baheula.

  22. akhirnya bapak pembangunan kite berpulang :shock:

  23. Yo’i coy..[*sok gaul mode on*]
    Masalahnya sekarang setelah bangunan dibongkar , kapan kite mulai bisa nyusun bangunan baru yang lebih kokoh ama tahan bantingan gitu kan ye?

    Ati-ati lho..aye pernah nulis artikel “everdosis” dimana aye cuman mewaspadai kelakuan masyarakat kite nyang mentalnye’ masih kaya dijaman belande’. Gampang bener muji-muji orang segampang juga menghujat orang .

  24. iye bang… lihat di web ku deh bang, aye maapin pribadinya bukan jabatan masa lalunya hehehehe. Secara aye sendiri masih manusia yg punya hati nurani hehehehehe.

    Nunggu episode Sinetron bangsa ini. Apa yg akan terjadi?

  25. babak baru sinetron republik dimulai ya mbahsangkil,artis pendukungnya siapa ya kira2 :)

  26. mumet mas. saya mau ke prinsip yang sederhana.

    jika memang untuk kepentingan orang banyak, instansi saya mesti dibubarkan … ya dibubarkan.

    itu prinsipnya. hanya saja, yang sering terjadi tidak seperti itu. ketika sedang gembar-gembornya begitu. setelah kita ikut berkorban … ternyata (1) orang lain tidak; (2) apa yang kita korbankan tidak digunakan seperti semestinya (misalnya malah dikuasai oleh orang lain). ini sudah pernah terjadi di instansi saya. gondok gak tuh?

    perjalanan hidup seperti itu mengajari kita untuk tidak percaya. lain kali diajak untuk berkorban – dengan label apapun (termasuk reformasi) – saya hanya tertawa sinis.

  27. Nah kan satu lagi tuh..contoh konkrit kepentok tembok sampek jadi skeptis . Dan aye yakin banget tuh semakin banyak orang yang mungkin tadinya punya itikad baik akhirnya bersikap seperti itu “sinis” masuk diakal memang , siapa nyang tahan ditendang dari belakang hehe ..ketauan kalo dari depan ya mas..kite juga siap pasang kuda-kuda.

    Sepertinya masalahnya memang ada di ‘mentalitas’ , jadi percumah dan hanya buang-buang waktu kita ngomong perubahan sementara mentalitasnya masih mental krupuk , berasa kriuk-kriuk hanya kalo masih baru keluar dari penggorengan .

    wah agenda berikutnye kite kudu ngomong soal mental nih , eh mental sama “mental” tuh beda lho . Bola bekel pan juga mental-mental .

    Sok mas Budi punya dong gagasan soal ‘mental’ pastinye , secara sebagai “oemar bakri” .

  28. “…Ralat bang, any tarik lagi tuntutan aye hehehehe..”

    yaaah…. ‘kang! ente mising aje kek jaman dolo kalo lagi maen cator lawan ane di pendopo perdatam neeeh…. giliran salah jalan trus kebanyakan “ngeper”nya seeh… pantesan aye kalah molo! huahahah! :lol: pan ude jelas stetmen (cieee!) aye tadi paan… ya emang kudu kite ndili nyang manggil si um budi pekerti, atas dasar kepedulian kite… dah gitu baru deh dikenal2in ke org bnyk… kalo blm sanggop ya paling gak ke piyik2 kite ndili dolo paan?? ye gak? ye gak? ye gak?…. (yaaahh…mikser jebol lagi tuh spool dinamonyah…. eh pake dinamo gak seh? :lol: )

  29. huehehe.. gene’ are’ ude’ kaga ade’ mixer pake spool apelagi pake dinamo… emang mesin jait merek singer .

    Ini jaman milinium taok.! pake “ic” taok..! ngerti gak bang ic tuh apaan..?

  30. sebentar ya mas Yockie. saya mikir dulu untuk urusan “mental” ini. maklum, mental saya lagi down … :(

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara