HM.Soeharto

pak Harto & bu Tien

Biar bagaimanapun Soeharto adalah salah satu pemimpin bangsa kita , karena itu suka atau tidak Soeharto adalah sejarah yang tak bisa dan tak boleh dihapus dari ingatan didalam kepala . Setelah Soeharto tenang dikebumikan sayapun tergerak untuk menuliskan berbagai pandangan pribadi saya . Ini sebuah tangung jawab moral sebagai warga negara yang harus menghargai segala bentuk fakta sejarah bangsanya . [selanjutnya]

web counter

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

8 Responses to “ HM.Soeharto ”

  1. pengalamannya hampir sama dengan saya pak, apalagi kita mempunyai profesi ayah yg sama hahahahahahahaha.

    Ya begitulah, susah untuk meneropong telur yg masih ada cangkangnya. Kita hanya bisa membedakan dengan di rendam ke dalam air, di goyang-goyang ato di teropong ke arah sumber cahaya. Selebihnya who knows?

    Herannya ketika wilayah dalil-dalil kebenaran digunakan untuk melakukan pembenaran atas perbuatannya. “Dia Manusia tidak pernah lepas dari khilaf dan dosa”. Saya cuma bisa bilang.. dikit..dikit khilaf…, khilaf kok dikit-dikit heheheheehehehe

    Ini yg kadang jadi pertanyaan saya, Perbuatan menyimpang yg dilakukan terus menerus dalam keadaan sadar bisa dibilang khilaf? Karena yg ada di otak saya misal dilakukan 1x dalam keadaan tidak sadar ato dalam keadaan yg tidak direncanakan mungkin masih bisa dimaklumi.

    Ya..ya.. saya tau beliau membuat indonesia menjadi bangsa yg berswasembada pangan, kepingin memuji tapi seketika itu juga lenyap kata-kata yg akan saya lontarkan untuk memuji karena ingat tetangga saya yg seorang petani “dihabisi” beserta keluarganya karena di anggap pengikut partai terlarang.

    Bingung..bingung… memikirkan…..

  2. betul mbah, Soeharto memang menciptakan rasa kesejahteraan yang dibangun dari tumpukan kesewenang-wenangan absolut yang tersamar . Sebuah episode panjang yang tak terselesaikan karena kuburu tergulingkan .

    Masalahnya adalah , anak-anak macan peliharaannya yang kini bebas berkeliaran liar semakin terlihat berambisi menguasai tahta bekas kursi sang juragan .

    Mustinya reformasi adalah berarti “mengurung dalam kerangkeng besi lagi macan-macan tersebut”

    Lha..koq yang terjadi malah macan-macan tersebut kini yang bertugas mengelola kandangnya sendiri .

  3. ini baru lihat berita tadi pagi, uang pecahan 50rb an yg bergambar pak harto dicari para kolektor, yg lucu lagi pas pedagangnya ditanya alasan berburu dan mengkoleksi uang tersebut, jawabanya “suharto kan udah kaya, apa salahnya berbagi sedikit dengan kami”. Bingung mau ketawa atau harus bersedih.

    gembira ajeh..mbah..wah, saya masih punya gak ye’…ada juga gambar gareng nih nyang banyak huehe..

  4. selamar pagi mas,
    Menurut pengamatan saya Soeharto koq seperti judul sebuah lagu ya mas.
    Dibenci sekaligus dirindu :)

    mangsut mbak lagu om rinto itu.. temennya pundi-pundi kaca..?

  5. Saya menyimak kalimat yg sampean tulis :

    “….Soeharto paham betul bahwa simbol-simbol kerajaan tak bisa dihapus begitu saja dari memory kolektif masyarakat yang tadinya memang berasal dari bangsa yang tunduk dan menyembah / mengabdi pada rajanya…”

    Pikiran saya melayang ke djaman dahulu ada gelar yg bunyinya : “Paduka yang Mulia – Pemimpin Besar Revolusi – Penyambung Lidah Rakyat ……”
    Betul juga yg sampean tulis he..he..he….100 u/ sampean.

    hehe.. apa kalo udah ketauan kite nggak mampu pake cara demokratisasi , kite usulin aje balik ke buku babonnye’ majapahit mas?

    :roll:

  6. nggak tau kenapa mas tapi koq kita itu selalu bilang , oh.ternyata dia itu baik lalu oh.ternyata dia itu jahat lalu balik lagi oh.ternyata lagi dia itu baik koq..dst diulang ulang lagi.

    sampai kpn mas hrs begitu terus!

    oo..oo ya..ooo..ya..ooo…ya…mangkanya ane’ nyanyi bongkar , jang hehe

  7. sam, gerilya cleaning service semakin kuat lho…liat aja tu diseluruh stat.tv semuanya menjilat-jilat lagi!!!!

  8. hehe nyang kudu diwaspadai kan nyang itu tuh.. saya udah jelasin diatas . Udah jelas mereka semua ini kagak ada hubungannya sama Soeharto dan Cendana . Nebeng momentumnye aje mas sultan . Ditambahin embel-embel atas nama negara dan bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghormati jasa-jasa pahlawannya…..yeee..semua juga udah ngarti.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara