MuniR

munir

Hari hari ini berbagai kegiatan didepan komputer selain urusan merekam lagu / mengupdate arransemen , hampir 24 jam online internet juga mendengar kan lagu-lagu dimana saya sebagai salah satu jurinya berkewajiban untuk melakukan seleksi berdasarkan topik / thema , kemampuan musikalitas serta totalitas berekspresi .

Lagu-lagu tersebut adalah kumpulan dari materi bagi ajang Lomba Cipta Lagu-Lagu untuk mengenang tokoh Hak Azasi yang bernama lengkapnya Munir Said Thalib .

Secara jujur harus saya katakan dan karena itu pula membuat saya terdorong untuk menuliskannya dan mem-postingkannya diblog ini . Dua puluh lagu yang telah diseleksi oleh panitya penyelenggara sebelumnya , dari sekian ratus lagu yang terdaftar dan masuk , maka saya dan beberapa orang dewan juri lainnya harus menyeleksinya menjadi sepuluh lagu saja .

Secara keseluruhan dua puluh lagu tersebut sungguh membesarkan hati saya , sebab bukan hanya masalah ruang kepedulian sosial yang menemukan kembali komunitas pendukungnya , namun kewalitas meng-eskspresikkan-nya juga jauh dari kesan sekedar provokasi dan protes semata . Sebuah bukti kedewasaan cara berpikir yang mulai berkembang di level ‘masyarakat’ kita . Apalagi pemahaman terhadap cara menata lirik yang diletakkan diatas sebuah melody bahkan komposisi mendesign sebuah arransemen lagu itu sendiri sangatlah membesarkan hati .

Semoga saja momentum baik ini bisa menjadi langkah awal bagi bangkitnya kesadaran pemusik muda lainnya , bahwa masih teramat banyak hal-hal atau masalah lain yang harus diurusi selain sekedar urusan cinta antar dia dengan sejumlah pacar-pacarnya .

Momentum ini akan sangat berarti sebagai upaya pemulihan bagi “satu” dari beratus-ratus permasalahan yang membelit masyarakat atau bangsa kita. Apalagi bila kamar Yudikatif kita esok benar-benar mampu melakukan tugasnya dengan baik .

Paling tidak Munir Said Thalib lah … ukurannya .

Selamat bekerja bagi kuminitas Utan Kayu lewat radio KBR68H nya .

salam.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

18 Responses to “ MuniR ”

  1. Semoga semua yang menyangkut kasus Munir segera tuntas secara adil ya mas.

    salam

  2. Bukan hanya sebatas tuntas sampai ketok palu ya mas , tapi kandungan “adil”nya tidak ditinggalkan/disingkirkan apalagi cuman demi suply/demand trias politika para anggota dewan .

  3. jadi pengen denger nih,kapan beredar mas.Diedarkan kan?

  4. wah … jadi penasaran; bagaimana topik berat ini bisa dijadikan lagu. pengen belajar …

  5. tidak terlalu sulit mas untuk bisa masuk ke atmosfirnya asal sudah fokus ke substansinya , apalagi buat otak seencer mas Budi ..wahhh merem mas kalau anda udah paham darimana cara masuknya. hehehe

    Tapi nanti malah ambivalen? bingung sendiri memprioritaskan sisi engginering dengan sisi non eksaknya huehehehe…
    Tapi kalau bisa berhasil menguasai.. paling tidak balanced lah … wahh geger kalong tuh mas… Orang jadi makin bingung .. ‘itu Budi Rahardjo yang dosen bukan seh..? huahahahahaha…., pasti saya jawab bukan..! itu kembar siamnya huehehehe

  6. utan kayu.. saya sering kesana dulu, tinggal di daerah sempit dengan gang tikus yg berkelok-kelok, dan tiap kesana selalu ngebayangin kalo terjadi kebakaran gimana mobil pemadam bisa masuk ya?

    Munir… Kota malang…hmm… mikir bentar…

    aktivis HAM.. Dibunuh.. arsenik…garuda indonesia.. mikir lagi….

    BIN.. Polycarpus..Garuda Indonesia.. belanda… mikir lagi..

    ah pusing Pak.. saya nunggu lagunya aja deh, dan saya yakin kalo ada Pak Dokter di belakang acara ini pasti oke deh. Kalo udah rilis kabar-kabari ya Pak.

    Iya… kita nungguh sajah.. hasil akhir lagu lagunya , sama seperti kita nungguh sajah hasil sidang pengadilannye ye mbah..?

  7. utan kayu.. saya sering kesana dulu, tinggal di daerah sempit dengan gang tikus yg berkelok-kelok, dan tiap kesana selalu ngebayangin kalo terjadi kebakaran gimana mobil pemadam bisa masuk ya?

    Makanya..mbah… jangan-jangan banjir yang melanda dimana-mana ini juga sudah bagian dari “kebijakan” . Sebab sulitnya akses pamadam kebakaran untuk bisa masuk lokasi tersebut maka akhirnya ada “peraturan daerah” cukup dibetoni saja semua permukaan tanah yang ada…. agar air bisa menggenang secara abadi . Bukankah dengan sendirinya istilah “kebakaran” paling tidak juga sudah bisa diatasi secara alami ? huehehehe

  8. Iya… kita nungguh sajah.. hasil akhir lagu lagunya , sama seperti kita nungguh sajah hasil sidang pengadilannye ye mbah..?

    kok saya pesimis ya kasus ini bakal terkuak? negara ini terlalu berhutang banyak kasus, dan selalu saja aktor pendukung yg jadi korban. Sang sutradara dan aktor utama ayem-ayem aja malah bikin sandiwara baru lagi.

    jujur aje ‘ngkong ane gemes lihat ini rekiplik…

  9. “tujuh belas agosstoss taon empat limaahhh …dst dstd dst…dst…

    (*lalu*)

    …..sampai akhir hayat dikandungggg badaaaannn…., kita tetaaapp….tetaaappp..teaaaapp tetaapppp….”

    Yee” emang dari doloo sudah disuruhhh “tetap teroooss…..”

  10. sayangnya aku gak masuk yg 20 besar itu hehheee..

  11. waahh sayang yaaa… dewan juri hanya menerima 20 yang sudah terseleksi sebelumnya oleh panitya penyelenggara . Emang sudah pasti nggak masuk bung..? a/n siapa seh..? & judulnya..?

  12. Pak nanya yah… semua lagu yg masuk seleksi, nantinya aransemennya bapak semua ato finishing touch aja?

    makasih sebelumnya pak

    *lanjut nyobain kopi flores*

  13. Senin besok saya juga akan minta penjelasan tentang 20 lagu terpilih tersebut . Semata mata hanya ingin meminimalis kekeliruan saja .

    Sebab saya ditelpon rekan ‘senior’ saya yang kebetulan lagunya juga nggak masuk . Saya sedikit agak heran …mengapa bisa.., apakah memang kriterianya tidak sesuai atau apa … Sebab setau saya ‘beliau’ ini termasuk senior dan ‘suhu’ dalam jajaran perkembangan musik Indonesia .hehehe dan bukan golongan musisi ‘mehek..mehek.’ huahahaha

    Ya…belum tentu berarti pasti kriterianya benar atau salah , karena itu bahasa saya adalah “upaya meminimalis kekeliruan” bila itu ada.

  14. mbahsangkil: untuk pasca terpilihnya pemenang hingga sampai proses recording dan sebagainya , belum dibahas tuntas mbah.
    Saya belum bisa menjawab seperti apa nantinya.

  15. oh… makasih info nya pak. Kalo gitu saya nunggu acaranya aja.. kalo bisa disiarkan tv ya baik sangadh, tapi yg utama dalam bentuk CD nya hehehehehehe

    Met Bekerja Pak Dokter…

  16. masup tipi yak.? sambil diiringi penari bences warna warni berlenggang lenggok gemulai nan menyebalkan hati ..huahahahaha

  17. jiakakakakakka…..

    jgn lupa bulu-bulu warna-warni disekujur badannya pak hehehehe

    ini kelanjutan kasus Cak Munir piye pak? kayaknya terakhir sampai pejabat BIN yg interogasi, habis itu ketutupan ma kasus tempe yg melambung huhuhuhuhu.

  18. wah..itu juga belum tau tuh..kelanjutannya , minggu depan ini kalau ketemu dengan teman2 Kontras juga akan saya tanyakan serupa ,saya juga pengen tau sampai dimana prosesnya hukumnya.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara