InVasi_MelaYu

mask

Rupa-rupanya tahun 2008 ini memang harus saya lalui dengan “ngedrumel” sepanjang hari dari sejak awal-awal tanggalnya . (atau memang udah ngedrumel terus yak..dari dulu..? .)

Yah .. apa boleh buat …saya nikmati saja nge’drumelan ini … enak juga koq …….ternyata serasa sambal goreng pete’

Sekarang ini dunia musik di Indonesia sedang dilanda issue lucu dan menggelikan , namun karena issue tersebut dihadapi dan ditanggapi secara serius oleh para pelaku pabrik lagu dan industrinya maka dimata saya dia tidak lagi menjadi lucu dan menggelikan . Namun sudah menyentuh wilayah menyebalkan dan sebentar lagi pasti menjadi memuakkan , lalu wweeekkkk … muntahlah kita semua dibuatnya .

Dimana mana yang menjadi bahan perbincangan pelaku pabrik lagu yang konon nge-trend , sama pelaku penjual lagu yang konon juga internasional adalah nge-top-nya lagu-lagu selera anak band sekarang yang katanya sebuah kemunduran . Berikut dibawah ini dialog saya dengan salah satu dari mereka (saya sebut saja namanya si tole’)

sitole': Gila..mas , masa kondisi musik jadi seperti ini ..

jsop: kenapa emang ?

sitole': Bayangin kita yang susah-susah bikin lagu dengan serius dilalap habis2an sama anak kemaren sore yang main musiknya asal-asalan .

jsop: bisa kasih contoh yang lebih jelas ?

sitole': Lho .. mas apa nggak ngikutin perkembangan .., semenjak beberapa tahun terakhir ini semua lagu-lagu yang meledak , lagu yang mehek-mehek atau yang propaganda selingkuh dll. Sampai-sampai kangen band menjadi icon musik Indonesia .. sangking terkenalnya . Padahal mereka dulu sebelum terkenal jadi anak band , sebagian jualan cendol lho mas..

jsop: terus .. kenapa

sitole': Ya gila..kan.. kalau musik Indonesia mundur lagi seleranya lalu balik lagi seperti tahun 60’an jadi musik melayu lagi … ini sudah “invasi melayu” mas … ke dunia musik kita , demikian serunya sitole’ meyakinkan saya .

Saya jadi tenger..tenger.. lemesss … sambil menatap kedua matanya yang menyorot tajam memancarkan energi kegelisahan yang nggak juntrungan itu . Mau menjawab tapi …koq malasss.. mau diam saja tapi koq sebagai seniornya saya terkesan “masa bodoh” .. halaahh.

Gini deh.. akhirnya saya berusaha mencari kalimat pendek singkat serta nggak ber-tele-tele , tapi bisa membuat dia untuk segera berhenti men-teror saya dengan pertanyaan-pertanyaan “susah” lainnya.

jsop: kamu membicarakan masalah industrinya atau seleranya ?

sitole': Ya seleranya.. mas , kalau industri kan masalah rejeki atau hoki yang menentukan , sambil kakinya menginjak-injak lantai yang tak bersalah apa-apa .

jsop: oke’ berarti masalah selera ya.., kamu orang apa ? maksud saya amerika , eropa , atau turunan melayu yang dari asia itu .

sitole': Ya melayulah mas.. masa gitu aja mesti ditanya lagi…, sungutnya

jsop: Lha sudah tau koq masih heran ……jangan bicara selera dong……tapi bagaimana bisa meningkatkan cita rasa . Karena cita rasa berkaitan dengan pintar / bodohnya kita , sementara selera hanya sebatas suka atau tidak suka . Kalau cita rasa musik di Indonesia masih seperti sekarang ini maka … menurut kamu sudah pintar atau masih bodohkah kita.

Kembali pada kalimat “menyebalkan yang bisa berakibat memuakkan diatas” , masyarakat pelaku industri musik kita sekarang ini… sangking senangnya bermain-main istilah , sampai lupa diri bahwa Indonesia itu bangsa melayu .. ya sudah jelas … akar selera dan cita rasanya melayu .

Mana mungkin orang yang dilahirkan dengan cita rasa melayu langsung harus sama dengan cita rasa Jazz negro atau Klasik Eropa atau kemudian menjadi ‘ROCK’ yang british/amrik tanpa relevansi thema yang kontekstual dan memadai , apalagi secara tehnis dan estetis masyarakatnya mengabaikan proses pembelajaran itu sendiri .

Lalu pemahaman tentang ‘kemunduran’ tadi mereka istilahkan dengan sebutan “INVASI melayu” . Haaallahhhh … tole” toleeeeee”…. manganmu opo seh…leeee’ .

Sungguh betapa kerusakan cara berpikir yang diciptakan oleh industri kapitalis Indonesia.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

6 Responses to “ InVasi_MelaYu ”

  1. bos!
    kalau dulu kite’ nyebutnya kelakuan anak singkong..! Kalo sekarang kali sebutannya kelakuan generasi indomie hahaha..

    memang menyebalkan bos!!!

  2. iye’ gw setuju banget tuh .. kagak ada bedanya jaman dolo ama sekarang .. orangnya aja yang ganti , kelakuannya mah … samee’ ajee’ .. NOL besar eh”… nol kecil (besar masih mendingan kale’..)

  3. Mungkin kita sok gengsi muter lagu2 berbau Melayu nan mendayu…
    lebih hebat dan gaul..kalo yg berbau western..
    apa gito Bos?

  4. bukan di lagunya Ben … , tapi di istilahnya itu lhoo…
    “invasi melayu” .. apaa seeh maksudnya..?

    Kalau lagu Indon seleranya balik kek jaman dulu atau jadi kayak seleranya orang malaysia yang menyeh..menyeh.. itu , bukankah ternyata emang baru segitu pemahaman generasi sekarang sama estetika musiknya ? Salah siapa coba..? masak mau nyalahin masyarakatnya sendiri .. huehehe…, aneh!

    Terus dibilang invasi melayu..lagi , apa pengennya invasi amrik gitu..?

    Itu orang2 industri emang bebal .. begaul sama wartawan yang ngakunya wartawan musik yang juga sama bebalnya . Klop deh

  5. Iya nie……..emang apa salahx ama melayu, wong kita sendiri juga dari ras melayu. Yng penting khan qt suka ya kita dengerin gak suka ya gak usah dengerin . GITU AJA KOQ REPOT (Gus dur said)

  6. hehehe.. soalnya sekarang ada tehnologi untuk bisa ganti kulit mbak.., supaya hidung / mata / rambut dsb bikin orang2 dikampung pada berdecak kagum…*wuiih..wong londo* …dalam batin mereka .

    Artinya mental “inlander” masih bercokol :)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara