Pa’PaYah

papapayah

Sekarang tepat pukul 1.06 am , saya baru saja selesai merekam sebuah lagu baru , saya beri judul pa’payah’ . Begini kurang lebih draft liriknya :

Pa’payah (bukan pepaya) , mangga pisang jamubuuu..

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

6 Responses to “ Pa’PaYah ”

  1. weks.. ilustrasinya lumayan lah… sesekali mengeraskan yg di bawah bukan melulu mengeraskan yg di atas huehuheheuh

    Lagunya mana Pak? Kios belum buka yah?

  2. lhoh…mengeraskan apa mbah..? yang dibawah ? .. jempol kaki maksudnya.? Koq jempol saya malah terjadi yang sebaliknya ya .. mungkin kedinginan karena hujan yang bertubi-tubi ini huehehe..

  3. Ini juga masih berhubungan dengan mitos hehe.. dalam pemikiran yang berbeda lagi .

    Payudara besar dan semakin membesar dipersepsikan ‘seksi dan merangsang’ , padahal jelas bila dipandang secara estetik kecantikan dia ‘ndlewer’ nggak keruan-keruanan .

    Juga fungsi payudara sebagai tetek yang bermanfaat menghasilkan air susu untuk bayinya menjadi di nomer duakan . Orang cenderung untuk menempatkan payudara hanya sebagai instrumen seksual yang hanya berguna bagi mata dan tangan.

    Contoh gambar diatas adalah analog betapa bodohnya perempuan tersebut diatas , merasa memiliki sesuatu yang indah yang padahal justru sebaliknya . Saya mah.. lebih kagum dan terpesona melihat yang baru tumbuh ‘mruncel-mruncel’ dibanding gambar diatas , jika payudara dilihat dari perspektif keindahan atau kecantikan .
    Yang begitu… koq malah dipamer-pamerin.. pa’payaaahhh..

    Apalagi nyang dibawah ini … halaahh… udah gila kali ya nih perempuan …
    toket bengkak

  4. namanya Wongso Subali..[Wongnya Ora Sepiro, Su…nya Segede Bola Voli]..heheh

  5. Bola volly juga maseh kalah gede taukk.., itu bola bowling nomer extra large

  6. Thank you very successful and useful
    site I have received the necessary information
    özel hastane

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara