Jiwa & Radar

radar

Kita seringkali menyebutnya ‘jiwa dan raga’ sebagai ungkapan untuk menyampaikan bentuk ke-seriusan atau ke-totalitasan kemauan dalam diri kita . Padahal tanpa disadari hal tersebut semakin cepat juga membuat kita menjadi ‘alpa’ , karena terlalu seringnya memakai kalimat tersebut untuk diterapkan di setiap-tiap aplikasi yang ada dalam hidup kita . Sebab bukankah profesionalisme juga berarti menuntut hal serupa . Lalu dimana ‘alpa’ nya..

Alpanya adalah radar yang bekerja guna men-diteksi faktor urgensi bagi hidup manusia .

Radar tersebut biasanya selalu berfungsi saat otak dan pikiran belum ‘jalan-jalan’ kemana-mana atau bisa disebut saat otak masih fresh ibarat harddisk yang belum diperintah oleh prossecor disampingnya . Tepatnya pagi hari ketika baru saja kita bangun dari tidur.

a. Syukur.. nafas ini masih ada , faktor pertama yang kerapkali kita lupa hehehe..

b. Nah.. dititik moment inilah … kesadaran akan keseimbangan hidup terbaca oleh radar kita. Semua hal tentang apa yang sudah kita miliki / rasakan serta apa yang masih belum kita dapatkan , sesuai kebutuhan hidup kita sendiri.

c. Baru setelah itu (faktor:b selesai) kita akan segera berdiri / biasanya beranjak ke kamar mandi sebab otak diperintah untuk mengeluarkan air seni (baca:kanciang) yang bisa bocor membanjiri bendungan di celana kita bila di acuhkan begitu saja.

Jadi yang terpenting sepertinya faktor : a dan b untuk mengawal 18 jam alam kesadaran nyata kita . Faktor ‘a’ adalah kesadaran spiritual , faktor ‘b’ adalah kesadaran bagi kebutuhan .

Saya mau loncat saja langsung ke ‘b’ , sebab masalah spiritual kita kembalikan saja pada masing-masing urusan personal yang bersangkutan . (lagian saya juga bukan kyai/pastor/biksu dsb..hehe)

Seiring dengan berjalannya peradaban maka semakin banyak temuan-temuan yang kemudian di konsumsi secara rutin hingga menjadi sebuah “keharusan” yang tak terhindar lagi .

Keharusan-keharusan tersebut tidak pernah berhenti dan tidak pernah selesai sepanjang nafas masih kita hirup dan hembuskan . Serta sepanjang kemampuan radar otak kita sendiri bekerja untuk melakukan tugasnya menditeksi berbagai “bakteri aplikasi” .

Jelas ada bakteri yang berguna namun jelas juga ada bakteri yang dapat menghancurkan kita. Sudahkah kita berkesadaran untuk “faktor:b” dengan melakukan service maintenance pada radar kita setiap harinya agar bakteri menghancurkan bisa kita eleminasi pertumbuhannya .

Seperti apakah sebenarnya “peta” yang ditangkap oleh radar kita masing-masing . Peta milik saya jelas hanya saya sendiri yang tahu , demikian juga peta anda hanya anda sendiri yang bisa membacanya sendiri . Namun ketika peta dari masing-masing kita menggambarkan wilayah dan kondisi yang sungguh jauh berbeda dan sama sekali nggak nyambung … maka ,

Disanalah sering kita temui berbagai keluarga / rumah tangga yang porak poranda . Dari kondisi kelompok kecil masyarakat-masyarakat keluarga yang porak poranda bisakah diharapkan terbangunnya kondisi besar masyarakat-masyarakat besar sebuah bangsa atau negara ?

Salam radar ah..

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara