PerawanKu

kuta2008

Beberapa hari lalu saya berada di sebuah tempat / lokasi yang persisnya dulu saya sebut sebagai perawan eksotik sepanjang jaman . Yakni tatapan sejauh mata memandang hamparan pasir dan pantai yang membentang antara Kuta hingga sampai pantai Legian .

Fasilitas camera di handphone bahkan tak sanggup saya gunakan untuk merekam gambaran yang terpampang di kedua belah mata saat itu. Tidak tega rasanya untuk memotretnya .

Ilustrasi yang saya gunakan untuk menggambarkan wajah perawan yang dulu pernah saya kenal dan saya puja sepenuh hati sudah pergi menghilang :

Dalamnya laut sebatas ukuran leher yang saya ibaratkan tubuh perawan yang bisa kita cumbui . Debur ombak dan riak kecil di bibir lidah pantai ibarat gerai rambut perawan yang tersibak hembusan angin liar yang nakal . Hamparan pasir yang luas layaknya molek sekujur tubuh sang perawan itu sendiri disertai tetumbuhan tanaman liar di setiap pinggiran nya , yang juga menyertai ramahnya nyiur kelapa yang menaungi , sebuah oase kehidupan yang melukiskan kemolekan dan kecantikan sesosok perawan sensual utuh menyeluruh dan sungguh ciptaan yang Maha Sempurna .

Menangis hati kecil ketika saya larut meratapi nasib perawanku dulu … , kini. Sungguh betapa biadabnya peradaban manusia Indonesia saat ini , mereka tak pernah merasa bersalah apalagi berdosa pada kehidupan lainnya yang diciptakan untuk menyertai keberadaannya .. Tak lagi disisakan nilai-nilai luhur sebagai eksistensi mahluk hidup yang harus hidup secara harmonis dengan mahluk hidup lainnya … dengan alam yang diciptakan untuk menyertainya . Sebuah design maha sempurna dari Sang Khalik yang secara nyata telah dirusak sendiri oleh tangan-tangan kotor manusia manusianya … yang juga bernama orang Indonesia .

Atas nama modernisasi yang sebenarnya hanyalah endapan mimpi-mimpi orang bodoh yang sedang terobses untuk bisa menangkap angin lalu berkehendak ingin mengurungnya dalam sebuah kandang agar bisa melengkapi daftar koleksi perhiasan-perhiasan yang ada dalam hidupnya .

Menengok dari jendela / pintu kamar tempatku tinggal saat itu ….

Dia bukan lagi perawan pujaanku yang dulu tersenyum eksotis menyapa sanubariku …. dia telah ‘habis’ dan selesai diperkosa hingga sedemikian rupa …. tak ubahnya janda tua pantai ancol bina ria kadaluwarsa yang ada di Jakarta yang sedang ter-engah-engah melayani pelanggan-pelanggan seksualnya .

Seorang warga asing amerika kelas menengah saat itu ikut duduk dan termenung disamping saya …. hampir dua puluh delapan tahun silam dia juga pernah mengagumi perawanku dulu … hanya bisa berbisik lirih ..”why….” dan saya hanya bisa menjawab ” that is why….”

Sebelum pergi meninggalkan kamar .. saya paksakan hati untuk mengambil satu ‘shot pic’ sebagai salah satu catatan kelabu yang ‘menyedihkan’ dalam perjalanan hidup saya hingga sampai hari ini .

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

8 Responses to “ PerawanKu ”

  1. Bulan lalu saya sempat juga menyusuri pantai itu. Malahan sampah lagi banyak2nya. Mungkin “Yg abadi itu perubahan”, sayangnya seringkali perubahan itu koq ke arah yg lebih buruk ….

  2. Mungkin memang sudah bukan rahasia lagi kalau Kuta emang udah ‘rusak’, atau bahkan Bali yang seperti itu . Namun tetap saja kita wajib untuk mengkritisi kondisinya . Nggak boleh diam apalagi jadi bosan.

    Itu orang orang yang duduk di dep.kebudayaan & pariwisata , memang orang-orang bodoh .

  3. Sekarang saya lagi sebel. Hutan Lebak Siliwangi, di dekat ITB, mau dijadikan mall! Gila bener! Emangnya Bandung ini mau jadi mall factory outlet dan tempat makan semua?

    Gila! Gila! Super Gila! BIADAB!

    Maaf, saya terpaksa teriak-teriak seperti orang gila di sini mas. Sama seperti sedihnya mas Yockie melihat perawan alam itu.

  4. Negeri ini dikelola dengan paham berpikir cara saudagar pedagang kelontong bukan dengan strategi bisnis entrepreneur .
    Semua mau dijual dengan pendekatan kapitalistik pragmatik .

    Lihat saja.. ketika kas kosong/menipis maka semua sektor APBN dikenakan 15% pemotongan anggaran , tak pandang bulu bahkan sektor pendidikan pun bernasib sama , artinya apa?

    Artinya tidak ada gran strategi bagaimana mengelola republik yang sedang dilanda multi krisis ini . Yang penting bagaimana menjaga agar kas negara bisa terisi kembali , bahkan bila perlu Pertamina / Garuda Indonesia / Pulau dan pelabuhan-pelabuhan dijual atau digadaikan saja .

    Persis seperti kelakuan pedagang kaki lima yang sedang kepanikan mencari modal kerja .

    Kalau umur/usia bertambah , pengalaman kerja di berbagai birokrasi bertambah , titel dan gelar bertambah …. tapi kelakuan dan cara berpikir seperti itu ….., layakkah mereka di dudukkan di kursi barisan orang-orang terpilih negeri ini?

    Betapa malunya kita sebagai orang Indonesia .. yang ternyata bodoh semua … karena sudah memilih orang yang juga bodoh untuk mengelola administrasinya.

  5. Betapa malunya kita sebagai orang Indonesia .. yang ternyata bodoh semua … karena sudah memilih orang yang juga bodoh untuk mengelola administrasinya.

    Pertanyaannya Mas.. mau sampai kapan kita bodoh begini?
    Diturunkan halus.. terlalu banyak spekulasi..
    Diturunkan kasar.. dikirain teroris..
    Aku sampai pusing-ga-jelas & akhirnya mencoba tidak-pusing..
    Masa.. lagi2.. jalan terakhir yang ditempuh dengan berdoa??


  6. kuke: Pertanyaannya Mas.. mau sampai kapan kita bodoh begini?


    Mungkin paling tidak sampai orang-orang warisan ORBA habis dan tersingkir dengan sendirinya secara alamiah . Alias wafat semua.

  7. oh perawan Q
    Aku sedih melihatmu sekarang

    mari kita semua jaga perawan kita

  8. hehe sekalian kalo anda masih belia .., jaga perawan pacar anda juga mas…jangan diumbar hehehe..!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara