“pt.Maju_Jaya”

tuan-besar-kita.JPG

Artikel ini berkaitan dengan tulisan opini saya pada artikel Bento (bego dan tolol) sebelumnya . Yakni upaya yang bisa saya lakukan sebagai seorang warga negara yang berprofesi sebagai seniman musik dimana harus juga memahami apa tugas dan fungsi saya sebagai bagian dari rakyat Indonesia .

Sebagai rakyat dari sebuah negara yang ingin maju dalam alam yang lebih demokratis (bukan lagi kerajaan) maka sudah sewajibnya kita mengetahui persoalan / problematik yang terjadi di dapur administrasi negaranya . Sebelum pada akhirnya kita kembali bekerja / bertugas sesuai posisi / fungsi dan profesi dibidang kita masing-masing .

Dibawah ini adalah peta kondisi cashflow perusahaan besar kita bersama yang bernama “Negara Republik Indonesia”

Hutang Negara Republik Indonesia per April tahun 2007

Total hutang = 62,25 milyard US dollar atau dalam kurs mata uang rupiah kita = 575 triliun [US dollar = 9200]

Beban dan tanggung jawab peninggalan ORBA yang berwujud cicilan yang terus harus kita bayarkan = 26,6 triliun (0,8% PDB)

Di tahun 2007
Pendapatan pajak dan hibah Negara Republik Indonesia : 723,05 trilyun
Belanja Negara Republik Indonesia 2007 : 763,57 trilyun
Defisit Negara Republik Indonesia tahun 2007 : 40 ,52 trilyun

Di tahun 2008
Pendapatan Negara Republik Indonesia 2008 : 761,38 trilyun
belanja Negara Republik Indonesia tahun 2008 :836,41 trilyun
Defisit Negara Republik Indonesia 2008 : 75,3 trilyun

Crash program: untuk mengatasi angka defisit pertahun yang semakin meningkat

Sampai Tahun 2008 ini sudah 30 BUMN dijual dan ada banyak lagi yang sedang ditawar-tawarkan/belum laku meskipun sudah mulai banting harga .

PT.Maju Jaya adalah representasi dari kondisi perusahaan Negara Republik Indonesia.

Anda semua dan saya disini adalah salah satu dari “Stake Holder” perusahaan besar tersebut. Sudah cerdas dan pandaikah kita mengelola perusahaan kita sendiri dijaman Globalisasi ini .

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

4 Responses to “ “pt.Maju_Jaya” ”

  1. kuke menjawab.. belum Mas.. :roll:

    mestinya sih.. sudah harus lebih cerdas dan tricky.. biar tuh hutang beres ya.. mengingat.. saya masuk kategori stakeholder-hijau yang akan menanggung beban selama beberapa tahun ke depan.. sebelum serah terima ke next-stakeholder..

  2. Kalau dalam sebuah perusahaan (PT) ada beberapa strategi yang bisa digunakan untuk recovery , misalnya : rescedulling, restructuring, refinancing .

    Apalagi untuk sebuah PT besar yang berlogo Negara ? Kalau alasannya adalah kebuntuan politik yang bisa melahirkan regulasi yang berpihak pada Negara . Mengapa tidak segera dicanangkan “Solusi Politik” manifesto gerakan reformasi yang harus bisa menembus kebekuan yang membelenggu . Apapun yang menghalangi , siapapun yang merintangi .. lawan dan terjang saja ..rakyat pasti ada dalam barisan .

    Apa memang tak berhasrat untuk mau ..? sengaja mengulur waktu . Yang penting jabatan yang disandang aman dan tidak diganggu-ganggu .

    Enaknya jadi pejabat negara … kalau hanya mikir pergi kekantor ibarat berdagang ke pasar tanah abang .

  3. Bagaimana kalau ada solusi logis, tetapi tidak populer? Kalau di perusahaan kan ada “solusi” PHK, misalnya. Kadang langkah ini mesti diambil. Tapi masalahnya tidak ada orang yang berani mengambil tanggung jawab itu karena bakalan tidak populer.

    Tapi sebelum itu, perlu dipahami dulu. Apakah para stakeholder itu ingin PT Maju Jaya benar-benar maju? Atau yang diinginkan adalah *diri sendiri* sebagai pemegang stake yang maju?

    Kadang ada konflik. Perusahaan bisa bangkrut, tapi diri rugi. Atau, perusahaan (mulai) maju, tetapi ada pengorbanan dari diri (tidak terima deviden dulu, atau bahkan harus invest – menggelontorkan uang, waktu, tenaga, pikiran).

    Kebanyakan … pilih yang pertama. Peduli amat PT mau maju atau tidak. Selamatkan diri dulu. Kalau PT ini bangkrut, kan bisa pindah ke PT lain. (Singapore hanya 1 jam dari sini!)

    Itu mas.


  4. budi rahardjo: Kebanyakan … pilih yang pertama. Peduli amat PT mau maju atau tidak. Selamatkan diri dulu. Kalau PT ini bangkrut, kan bisa pindah ke PT lain. (Singapore hanya 1 jam dari sini!)


    itulah korupsi tahap pertama yang harus disingkirkan dulu dari otak manusia Indonesia.

    Sulit..? iya…. memang tidak ada yang mudah ..kalau sudah berurusan dengan penyakit yang namanya “korup”. Dia selalu berkembang biak dengan subur lewat “mental”.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara