Imaginasi

sexy

Rasa , sebuah perjalanan menempuh jarak yang ‘transcendental’ sebab dia berada diruang ada namun tiada . Imaginasi .. demikian kita acapkali menyebutnya sebagai sebuah kata bagi pe-nama-annya .

Sama aja boong kalau orang tak mampu menggunakan fasilitas yang luar biasa ini .. ibarat ’ram’ dia berfungsi memproses dan memperkaya perbendaharaan persoalan dalam kerja otak . Hingga tak ada pertanyaan yang mandeg dan tak bisa dijawab yang sering membuat kita bisa frustasi .

Rasa memang bagian dari cita rasa namun jelas dia bukan hanya barisan selera yang selalu menemani hasrat jangka pendek kita . Rasa adalah akumulasi dari berbagai pengalaman tehnis dan non tehnis yang akhirnya mampu melahirkan cita rasa itu sendiri.

Ada rasa yang harus diaplikasikan melalui wujud-wujud aturan normative sesuai ukuran moralitas yang disepakati , namun juga ada rasa yang hanya boleh kita pelihara dalam benak dan wajib kita semai dan sirami setiap harinya agar tak manjadi layu kemudian bisa jadi mati .

Kali ini saya ingin mambatasi RASA pada ruang imaginasi yang bertajuk “Asmara”

Supaya tidak menjadi kontroversial maka sebaiknya kita sepakati dulu bahwa kita tidak melibatkan berbagai ’dogma’ apapun namanya .

Demikian akhir dari sebuah dialog asmara :

Pria: Sayang…. aku letih seharian nyetir mobil dijalanan (macet karena banjir)
Wanita: keciann..dee kamuuu… taappee’ yaaah
Pria: iyaaaaaahhh…. (dengan kolokannya)
Wanita: ya ..udahh bobok sinihh.. aku pijetinnnn…
Pria: mmmmhh……. kamsyahh yaaaa…. kamu cannteekk deee.
Wanita: maaaaassssss……….(gaya merajuk..)
Pria: iyaaahhh…bebbbbb… (ceilee’..bebeehhh..)

Wanita: arrgghh
Pria: urrgghhh

Selanjutnya … ggrruusssakk … grusuuukkk …..tau sendiri lah…

Tak berselang lama kemudian sang pria meninggalkan komputernya demikian pula si primadona wanita . Masing-masing menghampiri pasangannya sendiri dirumahnya sendiri-sendiri … lalu melanjutkan ’aksi ram imaginasi’ tersebut untuk dituntaskan secara hukum adat dan undang-undang dasar yang disepakati .

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

8 Responses to “ Imaginasi ”

  1. cyberlove? … hi hi hi … :twisted:


  2. budi rahardjo: cyberlove? … hi hi hi …


    hehe.. tergantung ukuran standar moralitas masing-masing untuk cara menyikapinya kan mas..

    “Mas.. kamu baik hati dan saya senang ngobrol sama mas…”

    Kalau terjadi pada sampeyan pasti : “terimakasih atas perhatiannya”

    Sementara kalau saya mungkin : ” akhh.. maca cih..minta no hp nya dong…. huahaahaaa”

  3. ah mosok … mosok saya seperti itu? hi hi hi. gak sekeren itu mas. kayaknya saya lebih mirip mas deh. halah … kan manusia ;-)

  4. begitu ya..? hehe berarti kita sudah mendekati sadar jadi manusia mas… soalnya jaman sekarang banyak yang terbalik. . pengen mendekati jadi nabi .hehe

  5. kalau menurut saya, sah-sah saja pengen mendekati jadi nabi. yang masalah adalah, nggak serius. kalau pengen seperti jadi nabi ya mbok serius gitu.

    pengen jadi manusia biasa aja perlu serius. he he he. harus banyak berguru ke mas yockie nih untuk jadi manusia biasanya. btw, banyak cerita mas yockie (yang bernuansa manusia) juga nyerempet ke saya. halah. sering memang murid ngikut gurunya. termasuk yang jeleknya. he he he.


  6. mas budi: kalau menurut saya, sah-sah saja pengen mendekati jadi nabi. yang masalah adalah, nggak serius. kalau pengen seperti jadi nabi ya mbok serius gitu.


    He.. iya.. iya haduh.. maaf mas .. saya salah kutip tentang maksud yang ingin saya sampaikan , Nabi memang memberi contoh agar perilakunya diikuti (kutipan “salah” saya takabur sekali..)

    Yang saya maksudkan adalah orang merasa halal dan sah memakai simbol-simbol Nabi , padahal isinya gentong dengan soto ayam yang sudah basi. Sama juga dengan perilaku menghujat agama orang lain atas nama agama yang dicontohkan para Nabi .

  7. asamar, cinta, kasih dan nafsu sex…perbedaanya dimana bos?? hehehe
    kan semua juga pake imajinasi..bisa normal bisa liar??


  8. beni: asamar, cinta, kasih dan nafsu sex…perbedaanya dimana bos?? hehehe
    kan semua juga pake imajinasi..bisa normal bisa liar??


    ya jelas beda dong.. tiga komponen diatas tersebut .
    Kan sudah sy jelaskan , ada imaginasi yang hrs di implementasikan ada yang tidak harus bahkan “jangan” .

    Seni itu kan juga imaginasi liar .. dimana kita bisa menyetubuhi atau menelanjangi seorang wanita cuanteek.. tanpa dia perlu menanggalkan pakaian dalemannya… huehehe!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara