Improvisasi

kosong

Sebuah artikulasi daya gerak daya rasa , guna melahirkan dinamika bagi terciptanya sebuah gagasan beserta segala kemungkinan-kemungkinan barunya. Improvisasi adalah cerminan dari rasa sensitivitas seorang manusia untuk mampu mendayagunakan serta me-maintainance dengan baik ‘aksi dan reaksi’ dalam tubuhnya sendiri .

Improvisasi akan berkembang dengan baik bila faktor kualitas kemampuan manusianya sudah mencukupi  . Dibutuhkan sebuah kerangka yang kokoh dan terkonsep dengan baik agar improvisasi bisa bergerak lincah leluasa yang akhirnya dapat menemukan dan mengisi ruang-ruang yang tersedia .

Improvisasi seorang juru masak (cooker)
[yang bersangkutan harus memahami thema dasar bahan / konsep masakannya]

Improvisasi seorang designer pakaian (Indonesia)
[harus memahami ‘nilai’ / kultur lokal berbagai masyarakatnya sebelum mengembangkannya]

Improvisasi seorang arsitek designer
[harus memahami ilmu rancang bangun arsitektur sebelum berpikir inofative]

Improvisasi seorang musisi
[harus paham harmony dan chord serta notasi kemudian cara berekspresi]

Improvisasi seorang politisi dan pejabat negara
[harus paham sejarah secara runtun dan utuh , barulah menggunakan ilmu politik untuk menempatkan/menyusun berbagai skala prioritas serta berkemampuan menyusun subordinansi praktis yang ‘tepat’ , sebagai acuan bagi kerangka berpikir secara politis dan pragmatis]

Dari berbagai contoh kecil diatas , barulah kita sadar dan bisa memahami mengapa Juru masak / Designer baju / Arsitek / Musisi Indonesia dan banyak lagi profesi lainnya yang lebih maju dan lebih modern cara berpikirnya dibandingkan dengan para politisi dan pejabat negaranya .

Sebagai juru masak , saya tidak akan terlalu peduli apabila masakan anda ngawur ndak enak sama sekali .. paling-paling saya menjadi malas untuk mencicipi masakan anda lagi.

Sebagai juru rancang , saya juga idem ditto bila rancangan anda ‘ngglombroh..’ nggak keruanan hingga membuat tubuh saya laksana tontonan sirkus pasar . Paling-paling saya ogah untuk mengenakan rancangan anda lagi , apalagi membelinya ..

Demikian juga dengan profesi-profesi yang banyak dan bertumpuk lainnya . Namun ketika politisi / pejabat negara berimprovisasi ngawur , maka kita tidak bisa meletakkan kasus tersebut dengan kadar dan bobot yang sama seperti reaksi yang kita berikan kepada berbagai profesi yang tersebut diatas. Sebab mereka mengurusi dan bertanggung jawab atas “tumbuh subur atau hancurnya” hak hidup kita semua .

Ibarat sebuah panggung politik dengan bangku penonton yang kosong melompong , dimana kita juga bertanggung jawab atas kosongnya kursi-kursi penonton tersebut . Sebab tanpa ada penonton maka permainan mereka cenderung semakin ngawur sekehendak hatinya saja . Sementara tontonan sepi adalah ancaman bagi bubarnya pertunjukan itu sendiri .

Apa yang bisa dilakukan .

  

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

5 Responses to “ Improvisasi ”

  1. ngelmu politik? lha wong mereka nggak pake elmu itu. justru mereka, para politisi itu, yang jadi bahan kajian sang elmu berikut segala anekdotnya. elmu eh mantera mereka cuma satu: kekuasaan itu asyik punya. :lol:

  2. mas jsop,

    sungguh ngga enak jadi korban improvisasi politikus Indonesia .

    salam.


  3. paman tyo: ngelmu politik? lha wong mereka nggak pake elmu itu. justru mereka, para politisi itu, yang jadi bahan kajian sang elmu berikut segala anekdotnya. elmu eh mantera mereka cuma satu: kekuasaan itu asyik punya.


    hehe.. mirip dengan tehnologi dong .. bukannya kita ‘manfaatin’ tools nya .. tapi malah cuman jadi ‘user’ nya.


  4. andara: mas jsop,
    sungguh ngga enak jadi korban improvisasi politikus Indonesia
    salam.


    ya jangan mau dong mbak :(

  5. mas jckie..bgus2 tulisannya..aku izin share tulisannya k FB ya mas..thks

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara