The End

the end

Orang selalu diwajibkan untuk berpikir positif agar terhindar dari kemungkinan hal-hal yang bisa menggiringnya kearah yang negatif . Saya sepakat dengan pandangan tersebut , namun disisi lain saya juga tidak sependapat bila jangan pernah membayangkan kemungkinan terburuk atau melarang hati kita masing-masing untuk berpikir merenung dari kemungkinan buruk tersebut .

Sebab hal tersebut sudah terbukti acapkali membuat kita ‘gedandapan’ kalang kabut hingga mata gelap sebab terlanjur buta untuk melihat duduk persoalan yang menimpa kita dengan sebenarnya . Karena itu pula saya ingin ‘ngoceh’ menyimpang dari kebiasaan sebelumnya , semoga saja ocehan ini bisa menuai kesadaran berpikir positif , bukan justru semakin mempersulit kondisi yang ada . Ya… semuanya tergantung kita masing-masing bagaimana menyikapinya memang ..

Indonesia dilanda multi krisis itu sudah jelas semua orang juga sudah tau (hanya otak-otak yang bebal dan ndableg yang seolah nggak mau tau) Dari mulai krisis politik hingga memicu krisis ekonomi lalu menhantam krisis identitas jati diri orang Indonesia itu sendiri . Pada akhirnya kita “bisa” dihadapkan kenyataan terburuk … untuk tidak lagi percaya dengan sebutan Indonesia .

Lalu apakah yang akan kita lakukan masing-masing ?

Sebelum sempat saya ‘nggelandrah’ (menjelajah alam bawah sadar) saya dihadapkan pada sebuah kenyataan yang lebih dulu membuat hati semakin galau . Yaitu krisis yang lebih berskala besar .. “human mankind” itu sendiri , mari kita tengok sekelebatan saja ..

Kepongahan manusia untuk tidak mau tunduk pada kekuasaan alam (tehnologi) sepertinya mempercepat usia planet bumi ini untuk menjadi tidak lagi layak huni . Pernahkah terpikir bahwa isi perut bumi adalah bagian dari ekosistem itu sendiri? Dimana saat dia habis tak tersisa lagi maka konsekwensi ‘ketidak keseimbangan’ pasti muncul.
Belum lagi polusi industri yang jelas sudah berdampak pemanasan global dan terbidaninya dengan sempurna berbagai jenis virus penyakit model baru disetiap harinya . Sanggupkah manusia mengejar untuk melakukan antisipasi dan menaklukan segala dampak dan akibat buruk yang ditimbulkan nya.

Jelas tidak .. itulah kenyataan hari ini yang tampak dipelupuk mata kita semua .

Nah.. mari kita berpikir dalam skala yang terburuk , didalam rumah kita sendiri saja kita sudah berhadapan dengan tiang penyangga yang semakin hari semakin keropos hingga satu saat tanpa aba-aba langsung rubuh menimpa kita semua . Sementara diluar rumah kitapun dihadapkan pada kenyataan bahwa bencana tak habis-habisnya datang secara bertubi-tubi . Sebentar lagi mungkin saja laut bakal menenggelamkan daratan yang kita huni sekarang ini . Gunung tempat kita beristirahat dan berpariwisata berubah menjadi kumpulan genangan lahar yang tidak bersahabat untuk dipandangi dan dinikmati .

Kemanakah kita akan beramai-ramai lari menyelamatkan diri nanti ..

Berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa … itu pasti , tidak usah anda gurui lagi sebab semua orang pasti akan berteriak menyebut nama Tuhan-nya masing-masing . Dan bahkan mungkin banyak yang akan berseru memohon “keadilan” pada sang Khalik . Benarkah Tuhan tidak atau kurang adil selama ini bila semuanya itu nanti terjadi ?

Kita kembali saja lagi pada skala yang lebih kecil yang ada didepan mata kita sendiri . Yaitu skala didalam rumah kita sendiri yang saat ini bernama Indonesia . Yakinkah kita bahwa atap dan genting rumah kita ini tak akan rubuh menimpa kita sendiri , saat kita melihat kenyataan bahwa “de kroposisasi” sudah menjalar seperti sarang rayap yang sudah semakin menggerogoti pilar-pilar penopangnya . Masih percayakah kita bahwa para pemimpin negeri ini adalah orang-orang terbaik yang dimiliki bangsa ini ?

Saya cuman “ngoceh” sambil bertanya , anda yang harus menjawabnya sendiri .. dan jawaban anda bukan untuk tetangga anda apalagi untuk saya . Namun untuk mengisi dan melengkapi perasaan anda , pikiran didalam hati anda sendiri . Semoga ocehan ini ada manfaatnya , sebab saya tak berkeinginan menebar angin yang bisa menuai badai .

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara