Tanya_mangapa
Artikel ini sebetulnya sudah jadi ‘draft’ selama beberapa bulan lamanya tersimpan dalam file blog ini. Saya putuskan untuk saya terbitkan saja daripada dia menjadi semacam beban dalam harddisk otak saya sendiri. Toh ini ranah pribadi yang semua orang juga tau bahwa subyektivitasnya bisa dimaklumi .
Terakhir kalinya saya terlibat dan memiliki sebuah kelompok musik bersama ( group) adalah saat bersama Kantata . Setelah itu saya relatif berekspresi secara sendiri walaupun kerapkali mengajak beberapa musisi dalam penggarapannya , namun bentuk komposisi serta lagu yang tercipta adalah gagasan dari saya secara pribadi . Semacam solo karier begitulah kita sering menyebutnya .
Sejak saat itu berbagai kelompok yang dulu pernah saya terlibat disana seperti GB maupun teman-teman dari lingkungan jaman BPB sudah pernah beberapa kali menjajaki atau saya yang mulai menjajaki untuk menengok kemungkinan kemungkinan bisa melakukan semacam ‘reuni’ kembali. Tetapi semua itu berujung dikalimat ‘malas’ .
Mengapa malas , sebab dimata saya semangat untuk reuni tersebut lebih didominasi oleh keinginan untuk sekedar populer kembali , atau bahasa lainnya pengen ‘ngetop’ lagi
(saya tidak menggunakan kalimat sekedar cari duit karena sangat kasar selain kata tersebut juga kalimat yang tak berbudaya hehe..)
Misalnya saat terakhir kali GB ingin reuni beberapa tahun silam , satu tuntutan saya adalah ‘muncul kembali’ dengan gagasan baru yang fresh .. walaupun wajahnya wajah lama (jadul kata anak sekarang) , No problem asal konsep dan pemikiran nggak mandeg sebagai bukti dari tuntutan eksistensi profesi seorang seniman itu sendiri . Artinya juga .. nggak perlu merasa khawatir bila ternyata konsep baru tersebut tidak diapresiasi sebaik masyarakat meng-apresiasi konsep lama yang pernah ada . (album2lama) Disitulah letak pertarungan hidup bagi pengabdian kepada profesi itu sendiri .
Tugas seniman adalah membuka cakrawala pemikiran baru yang harus bermanfaat buat masa depan , bukan untuk sekedar mensyukuri masa lalu . Walapun boleh saja kita sekali-kali merayakan apa yang sudah mampu kita lewati sambil bergembira dan tertawa-tawa bahagia . Namun hati-hati bahwa jangan sampai kita menjadi terlalu suka untuk berkubang di kenangan masa lalu . Mengapa saya tekankan hal tersebut ? sebab tawaran materi dan panggung yang siap untuk menyambut kita sudah pasti ada didepan mata . Dan begitu kita lengah … maka saya hanya akan merasa kita terlalu bangga untuk sekedar mengenakan wajah masa lalu kita dengan menutup nutupi sambil memakai topeng wajah kita hari ini seperti apa .
Apalagi sebagian besar dari mereka masih terlalu suka dengan tampilan tampilan estetika trend masa lalu yang diwakili dengan berbagai super group nya . Tentu sayapun juga suka , tetapi tidak lagi untuk bisa dibanggakan bahwa kita sudah hampir mirip mereka . Bukan berarti bahwa saya lebih suka dengan tampilan estetika trend masa kini dan sebagainya . Dua-duanya sama saja .., bagi saya seburuk apapun wajah dan tampilan kita yang belum se cantik dan se ganteng mereka nggak perlu malu-malu apalagi ditutup tutupi .
Disanalah kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik dari kemaren , itu kurang lebih alasan saya secara pribadi. Apalagi teman-teman tersebut masih gemar bermain diwilayah teory bermusik dengan membanding bandingkan bagaimana cara musisi kalibar dunia berekspresi . Sementara saya tidak lagi tertarik untuk ber teory teory ria . Membuat aplikasi saat ini jauh lebih penting bagi saya , sebab tuntutan kehidupan sekarang ini memanggil tugas senimannya untuk bekerja di area tersebut .
Itulah alasan saya mengapa saya malas untuk ber nostalgia dengan GB maupun teman2 Gank Pegangsaan . Tentu saja alasan saya diatas adalah juga subyektivitas saya secara pribadi .
























Leave a Reply