MANDAT

RAKYAT :

rakyat

1. Jangan kelabui mata kami dengan berbagai acara seremonial/formal seolah memikirkan nasib rakyat .
2. Jangan diantara kalian hanya pintar bertengkar seperti anak kecil yang juga atas nama rakyat .
3. Jangan hanya pintar merayu kami disaat rakyat kalian perlukan guna mencoblos selembar kertas tanda gambar
4. Jangan kalian bebankan dosa para petualang politik masa lalu dan dosa pelaku ekonomi hari ini diatas pundak rakyat .

a. Kalian dipilih oleh rakyat dan di gaji oleh rakyat untuk memikirkan penderitaan rakyat agar rakyat tidak lagi menanggung derita hidup yang berkepanjangan .

b. Kalian dipilih oleh rakyat karena rakyat punya kesadaran yang baik untuk mengikuti aturan agar mendukung terciptanya sistem ke-tata-negara-an dengan baik .

c. Kalian telah mencederai kepercayaan yang telah diberikan rakyat atas sehelai kertas tanda gambar yang di coblos oleh rakyat.

d. Kalian telah membiarkan dosa segelitir orang yang jelas dan nyata-nyata telah membuat rakyat semakin menderita , kini dosa merekapun beban ekonominya kalian lemparkan lagi diatas pundak rakyat untuk memikulnya .

Kalian pikir .. kalian itu siapa .. manusia setengah dewakah yang ada di benak otak kalian setiap saat kalian berkaca muka didalam kamar mandi , didalam rumah-rumah terhormat yang disediakan bagi para wakil rakyat ..

Atau jangan-jangan kalian benar-benar telah ber metamorfosis menjadi tikus got yang rakus dan serakah . Bila demikian adanya .. maka bersiaplah untuk dibasmi oleh rakyat sebab rakyat tidak ingin hidupnya di kelola oleh barisan tikus got .

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

7 Responses to “ MANDAT ”

  1. Kalo pake konsep bumi-hangus.. kira2 bisa ber-efek lebih baik ga, Mas, buat ngatasin semua itu??

    Meski ga menjamin juga sih.. spora2nya udah nyampe ke mana2 sih :(

    *yang lagi berduka-cita dengan pemblokiran2 gitu itu loh..*

  2. hahaha.. saya baca postingan kamu berkali-kali .. kesannya koq hanya karena berduka gara-gara “pemblokiran” utube dll. lalu kamu berpikir sampai ‘bumi hangus’ huehehe..

    Sabar atuuhhh.. mana “kepala dingin” si anak angin yang selama ini saya kenal.

  3. memuncak.. memuncak.. hehe.. malu aku :)
    iya ya.. biasanya aku cuek :D he he..

    yah habisnya lama2 bikin kesel.. dari banyak hal yg kemaren2 itu loh.. ditambahin ini.. ada2 aja..

    pembunuhan “karakter” udah, pembunuhan “sosial” udah, sekarang pembunuhan “pengetahuan”.. walah..

    maksudku.. kenapa pemerintah ga blokir aja tayangan2 TV yg ga mutu??
    dalihnya.. ntar kan ga ada hiburan, TV itu media pendidikan juga..

    ahhh mendingan baca buku lagi ajah aku.. masih ada deadline kerjaan buat hari Minggu.. hehe..

    *kembali-ke-alamnya hihihi*

  4. lha wong diberi mandat untuk menyelesaikan RUUK DIY aja gak rampung-rampung… :???:
    trus piye karepe iki, Jogja penetapan atau pemilihan ??
    Sultanku Gubernurku !!!!

  5. Apa iya mereka itu mengemban ampera
    masih ngerti artinya ampera gak ya
    bukan jalan ampera lho:(

  6. Strong>

    beni: lha wong diberi mandat untuk menyelesaikan RUUK DIY aja gak rampung-rampung… trus piye karepe iki, Jogja penetapan atau pemilihan ?? Sultanku Gubernurku !!!!

    Mengatur dan mencampuri Yogyakarta artinya memporak porandakan ketahanan lokalitas kultur/budaya masyarakatnya . Hampir semua wilayah adat/budaya lokal sudah dirusak oleh sistim penyeragaman terpusat .

    Karena itu tak mengherankan bila “Kohesi Berbangsa kini Rapuh”


  7. sultan: Apa iya mereka itu mengemban ampera
    masih ngerti artinya ampera gak ya
    bukan jalan ampera lho:(


    jalan ampera di kemang maksudnya hahaa..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara