Tak Usah Panik

demokrasi

Esensi Demokrasi bukanlah kebebasan untuk berbicara , tetapi alat kontrol segala bentuk kekuasaan agar tidak menyimpang dari tujuan serta menjadi semena-mena [Plato]. Sebagai sebuah alat kontrol , setiap individu maupun secara lembaga mempunyai hak serta otoritasnya yang telah ditentukan masing-masing sesuai batas dan wilayah kewenangannya .

Rakyat sipil secara individu maupun secara organisasi kemasyarakatan , semuanya sah dan legal dimata hukum yang berlaku untuk melakukan kritik . Namun “Hukum” yang adil tidak hanya berjalan searah . Hukum yang adil adalah hukum yang mewakili rasa keadilan semua pihak yang dilindunginya

Bangsa Indonesia secara teoritis mengenal hukum sebagai Panglima Tertinggi baru semenjak abad ke 20 yang lalu . Oleh karena itu proses pembelajaran yang dibutuhkan untuk menegakkan hukum itu sendiri masihlah teramat jauh dari sebutan Hukum yang adil .

Jaman Reformasi adalah jaman dimana pemegang kendali kekuasaan pemerintahan Indonesia di kritisi habis-habisan atas nama demokrasi itu sendiri . Namun disisi yang lain sudah saatnya kini diperlukan kedewasaan berpikir dan pemahaman yang lebih utuh tentang makna demokrasi itu sendiri oleh barisan oposisi nya . Disinilah bangsa Indonesia terasa terlepas dari kendali kesadarannya .

Demokrasi hanya dipahami sebagai hak azasi semua orang untuk boleh seenaknya saja bebas berbicara / bebas mengkritik / bebas mencaci dan menghujat antar sesamanya . Traumatik sejarah masa lalu telah memfasilitasi sebagian besar masyarakat Indonesia untuk melampiaskan semua dendam sejarah masa lalunya . Jelas ini sungguh keliru .

Oleh karena itu , seyogyanya kita bersyukur jika pemerintah Indonesia tanggap untuk mengantisipasi kondisi yang ada dengan merencanakan berbagai aturan / regulasi , yang dapat melahirkan kondisi “proses percepatan” , agar Demokrasi tidak mengalami krisis dan ter degradasi maknanya secara berlarut-larut.

Pemerintahan demokratis tetap harus di kritisi agar tidak melenceng seperti apa yang saya utarakan diatas , namun masyarakat dan berbagai lembaga2 kemasyarakatan yang ada juga harus lebih dewasa serta dituntut lebih cerdas dan bertanggung jawab untuk menyampaikan segala bentuk kritikannya . Yang didalam bahasa sederhana , berarti : “jangan asal njeplak” .
Namun kritikan harus dilandasi dari fakta obyektif yang terjadi di sekelilingnya .

Karena itu tak usah resah ataupun takut menghadapi segala bentuk “PERUBAHAN” , sebab perubahan bukan untuk ditakuti namun untuk diatasi dan dijalani dengan sebaik-baiknya .

salam.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

27 Responses to “ Tak Usah Panik ”

  1. Hari ini (15.00) account sya di Multiply di block , ternyata bukan hanya saya saja . Tetapi ada pengumuman dari ISP bahwa Multiply dan beberapa layanan sosial lainnya terkena blokir .

    Pemblokiran itu sendiri atas anjuran Surat Menteri Kominfo Nomor: 84/M.KOMINFO/04/08 tanggal 2 April 2008.

    Alasan pemblokiran adalah untuk mencegah beredarnya film “Fitna” di udara Indonesia . Ada dua hal yang bisa kita cermati dari kondisi tersebut .

    1. Over Reaktif pemerintah Indonesia dalam menyikapi kasus tersebut.

    Pencegahan serta penangkalan segala bentuk ancaman dari luar seyogyanya disikapi dengan metode memperkuat “Pertahanan dari dalam” (internal) bukan berusaha membatasi jalur pen-distribusiannya . Apalagi jalur distribusi jaman ini sangat ter fasilitasi tehnologi dan temuan-temuan baru yang akan semakin sulit dicegah dan dibendung . Keniscayaan Globalisasi (ruang udara terbuka) tidak bisa dihindari lagi.

    Langkah yang harus ditempuh oleh manusia dalam menjaga kualitas peradabannya adalah dengan meningkatkan kualitas setiap individu orangnya .
    Jelas dalam hal ini Pemerintah Indonesia masih berpikir dan bekerja memakai cara dan paradigma lama . Yaitu sistem “cekal” . Sebuah bukti lagi bahwa demokrasi kita memang demo-demo an yang krasi-krasi an .

    2. Terblokirnya sebagian besar jaringan ISP , ternyata diduga karena ada unsur ketidak sengajaan. Atau salah program .. hehehehe..

    Hebat sekali orang Indonesia itu… akibat salah program … bisa menyebabkan sebagian besar jaringan lain yang tak berhubungan terkena dampaknya . Sebegitu rentannya kah sistem informasi yang dikuasai oleh orang Indonesia ..?

    Berarti dugaan saya tidak salah sepenuhnya .. bahwa orang Indonesia itu cuman pintar “gaya-gaya an”

  2. Aku keki.. ga bisa cari referensi lagi di YouTube, Mas :( hiks..

    *aku & teman2 blogger pada bikin posting deh.. tentang itu..*

    Ga ada itu demokrasi.. *emang pernah ada gitu?? sejak demokrasi dikumandangkan??*

    Mungkin pemerintah pikir.. itu cara paling simple dan aman untuk menghindari amuk-massa di beberapa region tertentu..

    Tapi apa itu namanya ga memanjakan orang2 yang hobi panasan & bikin kerusuhan dengan mengatasnamakan SARA??

    Malam minggu kelabu.. :(

  3. Benar mas,kita wajib prihatin dengan cara2 penanganan berbagi soal oleh pemerintah kita ini. Sangat tidak dewasa dan terkesan reaksioner.


  4. kuke: Aku keki.. ga bisa cari referensi lagi di YouTube, Mas hiks..


    sabar.. paling juga cuman sebentar .. hehe
    sementara melamun aja dulu .. hihihi

    Mungkin pemerintah pikir.. itu cara paling simple dan aman untuk menghindari amuk-massa di beberapa region tertentu..


    hm.. rasanya sih enggak ya .. tapi paling tidak secara politis ‘case’ ini jadi ‘suply’ menu untuk mengalihkan persoalan yang sedang krusial .. hehe
    sekali tepuk dua / tiga nyawa .. kena hahaha


  5. andara: Benar mas,kita wajib prihatin dengan cara2 penanganan berbagi soal oleh pemerintah kita ini. Sangat tidak dewasa dan terkesan reaksioner.


    “Kesadaran” harus selalu terjaga , jangan mudah ter-provokasi . Masyarakat madani / civil society adalah lilin yang menerangi hati nurani , bukan api obor yang tak terkendali saat disiram bensin .

  6. Iya, aku juga kesal, karena wireless internet aku juga gak bekerja setelah ada “ultimatum” dari Mbah SBY.

    Kayaknya, ISP yang aku pakai keblokir karena salah program atau hal lainnya, karena tiba-tiba saja tidak bisa bekerja. Aku jadi bertanya, apakahdepartemen kominpo atau Polri punya orang yang kredibel dalam soal teknologi informasi.

    Aku akur dengan pendapat Mas Yockie. Bodoh kalu kita berpikir kebebesan informasi di jalur terbuka bisa diblokir.

    Lagi pula, bukankah kita jadi bisa belajar ketika “lawan” (kalaupun kita menganggap demikian) menjelekkan kita. Jadi buat apa panik atau marah, bahkan seharusnya kita berterima kasih ada pihak (lawan) yang menyentil, meski itu menyakitkan. Dan bisa jadi sentilan itu sebetulnya adalah bentuk kekalahan atau kebodohan mereka dengan melakukan pembenaran.

  7. malam minggu tadi pukul.20.00 wib. Saya berada di Plaza Senayan lalu login ke Multiply.com dengan menggunakan WLAN/server ISP CBN , ternyata bisa login .. namun tak bisa diakses untuk comment dsb.

    Rupanya memang tidak semua ISP kasusnya sama seperti ISP yang saya gunakan (BigNet).. aneh bin ajaib
    Desas-desus yang beredar kekuping saya bahwa kesalahan program ‘cekal’ ada di ISP nya Telkom .

    Mari kita sama-sama prihatin.. modernisasi kita memang ibarat ngebut diatas lumpur . Jadi maklum saja kalau mlengseh-mlengseh nggak keruanan .

    Siapin radio HT aja lagi .. siapa tau diperlukan lagi hehehee…


  8. dimas: Iya, aku juga kesal, karena wireless internet aku juga gak bekerja setelah ada “ultimatum” dari Mbah SBY.


    Belum tentu instruksi langsung dari pak presiden.. apa iya presiden keburu dan punya waktu untuk ngeblokir internet .. hahaha

    Lagi pula, bukankah kita jadi bisa belajar ketika “lawan” (kalaupun kita menganggap demikian) menjelekkan kita. Jadi buat apa panik atau marah, bahkan seharusnya kita berterima kasih ada pihak (lawan) yang menyentil, meski itu menyakitkan. Dan bisa jadi sentilan itu sebetulnya adalah bentuk kekalahan atau kebodohan mereka dengan melakukan pembenaran.


    Ingat kasus dengan “Malaysia” , wong hanya karena disebut “Indon” saja lalu pengen ngajak perang .. padahal ketika “insiden pulau” nggak rame2 amat .

  9. TUH KAN….. sekarang jam:1.59 am , iseng2 saya nyoba login lagi ke Multiply …. hehehe tokcer ..

    “Panas2 tahi ayam” masih sama kelakuannya kayak jaman dulu … *otaknya sama seh…* huahahaha

  10. Mas, aku yakin bkn ISP Telkom yg bikin gara2. Malah justru akses via Speedy dan Flexi itu gak sempat ngalamin blokir sama sekali. Meski detik bilang grup Telkom terblokir, tapi nyatanya tidak. Silakan cek tulisan para blogger lain. Mohon diklarifikasi pernyataan Mas Yockie tsb.


  11. anis: Mas, aku yakin bkn ISP Telkom yg bikin gara2. Malah justru akses via Speedy dan Flexi itu gak sempat ngalamin blokir sama sekali. Meski detik bilang grup Telkom terblokir, tapi nyatanya tidak. Silakan cek tulisan para blogger lain. Mohon diklarifikasi pernyataan Mas Yockie tsb.


    lho.. saya kan tidak mengatakan secara eksplisit bahwa ISP Telkom ‘pasti’ dialah penyebabnya kan..? Mohon anda baca lagi kutipan dibawah ini .

    jsop: Rupanya memang tidak semua ISP kasusnya sama seperti ISP yang saya gunakan (BigNet).. aneh bin ajaib
    Desas-desus yang beredar kekuping saya bahwa kesalahan program ‘cekal’ ada di ISP nya Telkom .

    Kalimat desas-desus adalah issue yang belum bisa di pertanggung jawabkan keabsahannya , namun bukan berarti tidak boleh dikatakan , bukan?
    hehehe… salam & terimakasih atas komen sampeyan

  12. Fitna dicekal..
    Ayat-ayat Cinta jalan terus… :smile:

  13. Fitna.. fiitna…fitan..fitacimin … apa seh tuh..
    Urusan provokasi murahan saja bisa bikin heboh sampai pejabat2nya kayak kebakaran jenggot..

    Mau dijungkir balikkan seperti apapun istilah nya.. selama kita secara vertikal mengabdi dan setia pada setiap ajaran dan larangan-Nya … maka jangankan manusia , srigala dari lain tata surya pun tak akan pernah bisa menghasut dan mempengaruhi keyakinan kita. (maksudnya seh mahkluk bule dari planet lain, yang mukenye serem kaya barongsai getoh) hiy.. takut

  14. Waduh…Sedih banget mas sumpah, cape kalo terus mikirin pemerintah kita..bisa stroke.. saya tidak tertarik sedikitpun dg film fitna..tidak tertarik dengan provokasi siapapun…!!!! kenapa saya jadi ga bisa masuk multiply? ga adil pamarentah…!!!!!!!siapa yang tolol ini???hahaha sakit…

  15. hehe anda gak bisa masuk kesana sekarang ?
    Koq saya masih bisa ya..hm beda ISP beda regulasi ya..

  16. Dari sejak dahulu, bahkan dalam jaman Orde Barunya pak Harto sekalipun, Internet kita itu bebas. Belum pernah ada masalah. Itu contoh demokrasi yang luar biasa. Negara lain (Singapura, Cina, dll.) memberangkus Internet. Kita? Tidak! Saya sangat bangga. Sambil membusungkan dada ke dunia, saya bisa mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia berjalan. Lihatlah dunia Internetnya.

    Sampai … baru-baru ini. Tiba-tiba saya menjadi malu. Malu menjadi warga Internet Indonesia.

  17. hahaha, bener mas, ga usah panik. Masi banyak jalan menuju ilmu pengetahuan, yakinlah kita pasti bisa kreatip dengan kondisi ini. Masalah pemblokiran dll, saya pikir para pembisik pemerintah, para pakar telematika pemerintah dibalik semua telematika indonesia harus rajin2 membisikkan hal yang benar dan wajar adanya tanpa ada kepentingan tertentu. :P


  18. budi rahardjo: Sampai … baru-baru ini. Tiba-tiba saya menjadi malu. Malu menjadi warga Internet Indonesia.

    Sebab waktu itu user internet jumlahnya belum se-banyak sekarang mungkin mas.. karena itu “ancaman” orang pintarnya dianggap hanya segelintir saja .. hahaha

    Sekarang internet sudah mampu menembus desa-desa , sementara mereka mungkin masih memahami tehnolgi komunikasi dengan paradigma lama (pake handy talky dsb) hahaha.. break..breakk.. rogerrr… Oleh karena itu… supaya nggak keliatan ‘bodohnya’ … lalu libas saja lewat “hukum” yang merasa mereka miliki hak nya sendiri.

    Judulnya “orang bodoh yang ketakutan” dan solusi kita lewat mekanisme hukum,adalah:
    “Hukum bukan kalian yang punya , Hukum harus dikembalikan untuk melindungi seluruh hak-hak kepentingan rakyatnya”

    Kita rakyat bukan…? atau karena kita “elite” dan sebutan itu tidak termasuk dalam kamus pemerintah tentang definisi “Rakyat” .. ? hayaaahh. panjang lagi dehh huahhaha


  19. jonijontor: hahaha, bener mas, ga usah panik. Masi banyak jalan menuju ilmu pengetahuan, yakinlah kita pasti bisa kreatip dengan kondisi ini. Masalah pemblokiran dll, saya pikir para pembisik pemerintah, para pakar telematika pemerintah dibalik semua telematika indonesia harus rajin2 membisikkan hal yang benar dan wajar adanya tanpa ada kepentingan tertentu.

    heh.. masalah “oknum” ya mas… huehehe , kalau memang benar2 bisa dibuktikan , maka ini adalah urusan dapur kotor mereka yang baunya menyengat sampai ketengah lapangan hahaha..

    Kalau ada bukti bahwa mereka pake’ bumbu masak “basi” , KPK harus segera bekerja bukan..?

  20. Jadi ingat edisi istimewa Tempo tahun ini. Kartun zaman demokrasi liberal bebas mencaci-maki lawan politiknya. Tapi apa itu menimbulkan kerusuhan? Ga juga. Semua orang cukup dewasa untuk ditikam kritik. Tak perlu demo-demoan apalagi menyerang konsulat negara tertentu.

    Kalau ada bukti bahwa mereka pake’ bumbu masak “basi” , KPK harus segera bekerja bukan..?

    Hehehehe, setuju. Masih banyak jalan… KPK, MK, kalau perlu minta bantuan tekanan dari negara luar, kenapa tidak?

    (Kontras termasuk yang bisa dimintai tolong ga yah? :roll: )


  21. (Kontras termasuk yang bisa dimintai tolong ga yah? )

    nanti mas… kalo tiba2 saya “hilang” , tolong telponin Usman Hamid .. huhehehhee

  22. Saya usul nih mas.. Gimana klu p.menteri ituh sbaeknya bikin blog juga.. Biar bs ngobrol sama2 geto.. Secara masyarakat kan kita jd jelas dng persoalnnya..kekeke

  23. masih bisa mas cuma pake hape… :cry:

  24. saya bisa koq ?

  25. Mendingan energinya dipake mikir jalan keluar… seperti beberapa teman yang sudah “bisa bongkar” blokiran…

  26. Sebenernya yang di blokir sampai sekarang tuh apa aja seh?
    Saya nggak ngikutin persis sih.. dunia per blokir2an ..
    Setau saya MP dan beberapa site yang yg biasa saya kunjungi oke2 aja ,tauk deh besok.
    Kecuali yuotube kale ye’ kudu lewat jalan tikus .. hihi

    Yang saya kagak ngarti tuh .. ape sih rencana atau gran strategi pemerentah ini .
    Berharap bisa menjaga stabilitas ? apa iya stabilitas nasional terancam gara2 film konyol
    Menghina martabat Agama ? bukankah Agama juga mengajarkan bagaimana menyikapi penghinaan ..?
    Menghina negara Indonesia ? memangnya dengan memblokir semua akses sosial internet lalu bisa membuktikan bahwa bangsa kita tidak pantas dihina ..?
    Menunjukkan rasa solidaritas umat Islam diseluruh dunia ? dengan mengorbankan lokal2 genius tehnologi internet nya..? Lalu apa hasil yang diharapkan yang bisa bermanfaat bagi kemajuan peradaban bangsanya ?

    *gak mudeng*

  27. Tidak ada target tidak ada rencana om
    Cuman panik .

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara