Satu Lagi

Saya kehilangan lagi seorang teman , senioritas saya sesama seniman tempat saya berbagi untuk mencurahkan kegelisahan dan kegundahan dalam berbagai hal yang berkaitan dengan sistem pemerintahan kita. Kami hanya sering berkomunikasi lewat telephone dan sesekali bertatap muka secara bersama . Namun tak bisa saya pungkiri bahwa keresahan saya ternyata juga adalah bagian besar dari keresahan hatinya .

Selamat jalan Bung Sophan Sophiaan , semoga arwahmu diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa .

Merdekalah kau disana dengan tenang , amin .

  

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

4 Responses to “ Satu Lagi ”

  1. Turut berduka cita .

  2. Sebulir gandum di padang ilalang
    (untuk Sophan Sophiaan)

    Pada setiap masa,
    Tuhan ciptakan sosok kejujuran di antara kebohongan dan kemunafikan
    Pada setiap generasi,
    Tuhan lahirkan manusia bening di antara wajah-wajah bertopeng
    Sebagaimana mawar di antara semak belukar,
    anggrek liar di tengah hutan purba,
    Edelweiss di kesunyian puncak gunung,
    selalu ada bulir gandum yang tumbuh di padang ilalang
    Selamat jalan kejujuran
    Selamat malam kesedihan

  3. Pasangan abadi panutan buat generasi remaja ya oom.
    Semoga banyak yang mencontoh.

  4. Saya juga merasa kehilangan. Beliau panutan saya, pak…baik kehidupan berpolitisnya maupun keluarga.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara