Budi Utomo

Meluruskan dan memaknai arti sejarah adalah kewajiban pertama sebagai landasan untuk membangun kecerdasan masyarakat bangsanya . Hari ini (seratus tahun yang silam) adalah awal dari agenda di deklarasikannya sebuah gerakan masyarakat intelektual yang dimotori oleh Dr.Sutomo (saat itu beliau masih pelajar , belum bergelar doktor) Pada tahun 1908 itulah awal mula gagasan Dr.Sutomo beserta kerabat dan kawan-kawannya untuk mempersatukan seluruh pemuda di tanah air , guna merencanakan agenda Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 .

Gerakan Dr.Sutomo tersebut sepakat menamakan dirinya sebagai Gerakan Budi Utomo , yang berarti Budi yang Utama . Maka seyogyanya pemerintah Indonesia segera mampu merevisi keputusan-keputusan politik masa lalu yang salah kaprah dalam menentukan tanggal serta sebutan/istilah bagi sejarah perjuangan bangsa Indonesia diawal sebelum tercetusnya Proklamasi Kemerdekaan.

Seharusnya Hari Kebangkitan Nasional adalah hari disaat para Pemuda yang mewakili wilayah seluruh Indonesia tersebut melakukan Sumpah Pemuda-nya. Sedangkan hari ini yang berkaitan dengan gerakan Dr.Sutomo bisa disebut sebagai Hari Budi Utomo

COMMENT di MULTIPLY

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

4 Responses to “ Budi Utomo ”

  1. paling susah untuk meluruskan sejarah…
    sudah lupa tuh…

  2. Dalam kasus ini mungkin lebih tepat disebut “memaknai”sejarah kali ya bung benni , bukan meluruskan .. hehehe

    Thanks

  3. Seharusnya hari ini bangsa kita sudah berdiri kokoh ( lha sudah seratus tahun bangkitnya Mas) :lol:

  4. Akhirnya…hari ini tgl 26 Mei 2008 , ada sebuah artikel bagus di harian KOMPAS (halaman depan) “Menemukan Kembali Boedi Oetomo”. tulisan: Daniel Dhakidae

    Setelah sekian lama ini saya selalu mengalami kesulitan untuk bisa memberikan jawaban yang legitimate dan ilmiah , mengapa saya benci bukan kepalang dengan “orang-orang pintar” di Indonesia ini yang selalu bangga dengan cas..cis..cus.. berbahasa asing (Inggris dsb) Padahal ngomongnya di Indonesia dan untuk masalah2 juga masalah orang Indonesia sendiri , juga dari orang Indonesia kepada orang Indonesia yang lainnya .

    Modernisasi serta internasionalisasi atau bahkan mungkin kehebatanisasi .. kalau kita sering ngomong wess..wess.ewess… untuk menjelaskan sesuatu agar terkesan “cerdas”. Ternyata bukan hanya sekedar bermuatan “kolonialisasi bahasa” seperti yang saya khawatirkan , namun sudah menukik lebih jauh pada apa yang dinamakan dan disebut “jatidiri” manusia Indonesia .

    salam.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara