KETIKA MALIN MENJADI KAYA
Ditulis oleh: Radhar Panca Dahana
Pekerja seni dan pemerhati budaya
Ketika sang ibu, yang boleh jadi simbol Bundo Kanduang, melepas anaknya, Malin, pergi merantau, bukan sekadar karena ia ingin anaknya itu menjadi kaya raya ketika kembali. Karena ternyata kekayaan telah membuatnya lupa, membuka luka pada rahim yang melahirkannya, hingga membuatnya terkutuk menjadi arca.
Pada masa lalu, tradisi merantau negeri Minang ini lebih dibumbui oleh etos dan semangat mencari ilmu. Sebagaimana ada dalam mitologi . Datuk Perpatih nan Sabatang, yang konon mengembara hingga Yunani,berguru pada Aristoteles, bahkan menjadi salah satu anggota think tank-nya Aleksander Agung.
Selanjutnya : “Ketika malin menjadi kaya”

























Leave a Reply