Film Kantata

Sedikit yang bisa saya review lewat tulisan disini mengenai film Kantata . Mengingat nasib dan proses pembuatan film tersebut sudah  menyita waktu yang spektakuler “luar biasa” lamanya , 17 tahun lebih . Lamanya waktu tersebut bukan pekerjaan “day to day” yang jelas meletihkan , namun lebih banyak “nongkrong” mengendap di gudang (yang bocor pula) sehingga sebagian besar dari scene2 yang ada keburu rusak tak bisa diperbaiki , karena berkarat. Jadi “meletihkannya”nya dalam katagori letih yang “lelah” dalam penantian .

Jangan ditanya siapa yang bersalah atau siapa yang harus bertanggung-jawab , sebab semenjak dari awal dari pembuatannya sendiri memang tidak ada “komitmen” yang jelas , siapakah penanggung jawabnya . Selain hanya film tersebut akan disutradarai oleh 3 sekawan sineas Indonesia . Mereka adalah : Erros Djarot – Slamet Rahardjo dan Gotot Prakosa.

Awal konser Kantata Takwa di Stadion Utama Senayan adalah awal dari proses filmisasi tersebut dimulai . Tidak ada panduan story-board ataupun sampai dengan skenario seperti lazimnya orang-orang bila hendak membuat film. Karena itu pula tidak ada pembagian peran , seperti peran utama /pembantu dan lainnya . Semua orang (kami berlima : Setiawan Djody / Rendra /Iwan Fals / Sawung Jabo dan saya) adalah pemeran utama sekaligus pemeran pembantu dan peran-peran apapun lainnya yang nantinya dibutuhkan . Demikianlah garis besar penjelasan  yang diberikan pada saat kesepakatan untuk membuat film tersebut hendak dimulai.

Maka yang terjadi kemudian adalah , proses shoting yang dilakukan ketika Kantata mengadakan konser-konser diberbagai daerah / kota . Yang antara lain di Jakarta – Surabaya – Solo –  dan sebagainya . Sepanjang perjalanan menuju kota-kota tersebutlah kegiatan film tersebut berlanjut , dimana kami memanfaatkan kota-kota seperti Demak / Jepara / Parangtritis-Jogyakarta / Tawangmangu-Solo .Umumnya tempat dimana situs-situs sejarah bisa dijumpai .

Bertahun-tahun kemudian , kita memang sering bertanya-tanya antar satu sama lainnya ..:”gimana tuh nasib filmnya…dsb.” . Ya bagaimana…? wong dia kehujanan di gudang gue… bukan lagi basah…tapi udah kerendem air ; demikian Erros Djarot berkata untuk menjawab pertanyaan yang ada. Lalu ..yah…seperti biasa kan.. sebagai orang Indonesia pada umumnya…”ya sudahlah..ikhlaskan saja..” Dan kita semua akhirnya memang “Ikhlas..las..las”..hehehe.. (udah nggak ada bayaran…rusak pula…) . Pernah saya berkata sama Erros : “yah..udah capek-capek (kagak ada honornya) hilang pula…!” , lalu dijawab juga : “elu pikir cuman elu doang yang capek…, semua crew juga capek…alias gratisan semua” hahahaha..!

Namun akhirnya , melalui proses tehnology digital yang berkembang sampai dengan saat ini , ada beberapa scene yang ternyata masih bisa ditolong untuk diselamatkan . Kerja rendering tersebut konon dilakukan di Sydney Australia oleh Gotot Prakosa dan kawan-kawan dari TIM. Sayang sekali setelah kami menyaksikan apa yang bisa di-edit dan ditata kembali ( dari scene-scene yang bisa terselamatkan )… begitu banyak adegan dan kisah-kisah dalam shoting kala itu yang menempel dalam benak saya , kini sudah tak bisa saya lihat lagi . Ya..mereka , scene-scene tersebut sudah rapuh berkarat dan rusak hingga tak bisa ditolong lagi . Gallery Picture diatas adalah bagian-bagian dari film yang saya “capture” dari DVD.

Namun betapapun berbagai kekurangan serta keterbatasan yang bisa dilakukan untuk merangkai kembali gambar-gambar film tersebut , ada satu hal yang sungguh tak ternilai bagi kita semua . Yaitu “spirit” . Kantata telah membuktikan bahwa proses Kreativitas seniman tak boleh macet dan mandeg hanya karena masalah biaya . Hari ini ketika saya mengharapkan terjadinya kembali proses interaksi antar sesama seniman yang ada …. betapa semakin sulitnya.

salam.

COMMENT ON MULTIPLY

Foto2 lain Kantata di Multiply

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

71 Responses to “ Film Kantata ”

  1. wah eman banget ya pak, padahal Kantata dianggap sebagai salah satu adikarya

  2. Mas, kalimat terakhir itu…”proses interaksi antar seniman makin sulit…”
    Bisa lebih spesifik lagi mas….? ada apa gerangan….?
    Soal-e di negeri sana, mis. Led Zeppelin-band yg berdiri th 1968 masih bisa manggung lagi di bulan Des 2007 dan diulas berbagai media dunia termasuk Kompas (Budiarto Shambazy).
    Waktu Kantata di Stadion Senayan, sy juga dateng bareng2 puluhan ribu penonton lainnya….saat itu rasanya fenomenal banget.Kalo gak salah menjelang pertunjukkan, Kompas Minggu mengulas 1 halaman penuh tentang KT ini….dan ada kalimat “…Setiawan Djodi minta Jockie supaya men-drive semangat ng-gitar-nya yg menggelegak….”.

  3. @Hedi: ya…, tetapi dari selluloid yang masih tertolong masih “lumayan” koq . Daripada nggak ada sama sekali hehe…
    Lagi-lagi khas orang Indonesia : “untung..aja..masih ada sedikit , coba kalo nggak ada sama sekali…!”

  4. @indrayana: Beda jauh sekali mas…kondisi musik Indonesia jika dibandingkan dengan di negara2 yang sudah maju.Terutama karena perilaku masyarakatnya (yang mengapresiasi.) Disini jumlah masyarakat yang peduli “karya” dari sisi pandang “kesenian” masih sangat minim jumlahnya. Jauh lebih banyak masyarakat yang meletakkan fungsi “dengarannya” , untuk dimanfaatkan bagi “selera” (kesenangan)

    Sedangkan selera / kesenangan itu sendiri sudah jelas “lahir” karena pengkondisian secara massive lewat berbagai metode / cara. [penitrasi pen-citraan lewat media promosi & penguasaan produk2 “icon” pada distribusi].

    Maka ketika dalam sebuah komunal masyarakat , hanya “selera” yang diberi ruang luas untuk bisa bergerak dan berkembang , maka hanya hal-hal yang bersifat pragmatis-lah yang selalu punya peluang dimunculkan dan mendapat dukungan dari berbagai ranah industri dagang dan informasi kita.

    Karena kurangnya “atensi” pada dunia “kesenian” , hal tersebut membuat dunia kesenian itu sendiri semakin jauh dari “sirkulasi” perputaran uang atau roda ekonomi masyarakatnya . Akibatnya praksis-praksis yang bergelut disana semakin “kekeringan” dari fasilitas untuk bisa bergerak dan untuk bisa bekerja.

    Secara konkrit , bagaimana seniman bisa memberdayakan diri kalau untuk melengkapi kebutuhan hidup & makan sehari-hari saja juga sudah ngos’ngos’an. Alih-alih banyak saya temui teman-teman yang terpaksa “kompromi” dengan hidup . Antara lain sekedar menjadi bagian dari pelaku industri “hiburan”. Main di cafe2 untuk nyanyi lagu2 nostalgia misalnya , lalu pulang , kerja rutin / bulanan , persis kayak orang kantoran. Tapi ya apa boleh buat….mereka tidak punya pilihan .

    Saya sendiri (selama tidak kurang dari 6 tahunan lebih akhir2 ini) sudah mencoba berkali-kali untuk membangun dan menggerakkan “komunitas” diantara sesama musisi , tetapi karena saya juga bukan orang kaya (yang banyak duit) , akhirnya saya sendiri nggak sanggup lagi untuk terus2an membiayai keberlanjutan komunitas2 tadi.

    Di Indonesia sekarang ini…jangan berharap akan ada perhatian dari “kalangan-kalangan” yang kalau diluar sana secara “moral” ikut berperan memberikan solusi2 jalan keluar atau bahkan sampai men-subsidi apa yang harus dijaga dan dibiayai.

    Apalagi kalau ada seniman misalnya yang mengharapkan “Negara” akan berfungsi dengan sendirinya , hehehe..jangan mimpi mas..(tengok nasib Gesang dll) Hal tersebut memang harus diperjuangkan / diupayakan . Bukan hanya diam dan sekedar menunggunya di tikungan atau di kelokan perjalanan hidup , kan..? InsyaAllah hal ini pula sebagai salah satu motivasi yang melatar belakangi “ber-koar2nya” saya di blog ini .

    Jadi insyaAllah juga saya nge-band bukan sekedar untuk mikir isi perut saya sendiri…Kalau mau sekedar pengen banyak duit dan aman…, sudah dari sejak dulu hal tersebut saya lakukan :)
    Mengenai pertanyaan anda soal “SD” main gitarnya dsb…(diatas) , saya nggak berhak komen mas..nanti sok tau saya

  5. mas,pernah tidak berpikir diperlakukan tidak fair oleh pers musik.Sebab setlh saya baca tulisan2 mas kesannya koq begitu ya? Dan setlh saya amat2i,koq sepertinya peran2 dibalik layar mmg cenderung tidak heboh segebyar seleb-seleb ya?

  6. Koq jadi pers musik mbak? saya rasa ini nggak ada kaitannya. Selanjutnya mengenai peran di “balik layar” , ya menurut saya memang sudah seharusnya begitu kan mbak .., ada pembagian wilayah & tugas masing-masing.

  7. Memperkenalkan diri mas yoki,
    Ngomong2 saya jug seependapat sama mbk bunga2 lho, lebih tegasnya maksudnya media cetak sering kurang perduli dengan tokoh2 yang bekerja diblakang layar. Saya baca dari tulisan mas Badai pasti berlalu,lalu kisah mas yoki di Godbless sampai denagn Kantata taqwa. Dan benar kata mas, kalau tidak ada blog mungkin kita semuapun juga tidak akan pernah tau kejadian2 sesungguhnya.

  8. Selamat pagi mas JSOP

    Disini sudah siang (pasti mas belum bangun nih) atau malah belum tidur mas..merekam terus ya,ingat2 kesehatan mas jangan bergadang terus hihihi…Surprise nih lihat tampilan website barunya.Benar2 mas itu orangnya berusaha updated terus nggak bisa diam ditempat ya :) Maaf OOT nih.

    Saya mau bertanya nih mas,menurut seorang jsop selama terlibat dalam beberapa group musik mana yang menurut mas paling berkesan? Sepertinya Kantata Takwa ya mas? hihihi.. (sok tau ya saya)

    salam buat sekeluarga.

  9. @hariyadi: soal fungsi media dalam kaitan me-review setiap “proses” , saya no comment mas.Untuk masalah keberadaan “blog” dijaman ini , ini saya syukuri , masih rejeki saya bisa ikut menikmatinya hehehe.., o.ya salam memperkenalkan kembali :)

  10. @andara , apa kabar neh? , “semua group yang pernah saya singgahi berkesan mbak” . Tapi kalau bicara “seru” , emang Kantata yang paling heboh hehehe..

  11. Sy koq sebel ama lgu2 sekarang masih mending jaman om dulu. Sebagai anak muda sy juga neg abiss liat musik indo sekarang.main comot copy&paste sembarang aja…ehhhhhh ngetop lagi…!!!

  12. @ardian,

    Pada hakekatnya , dijaman tehnologi komputer (digital) yang seperti sekarang ini . Yang sangat ter-fasilitasi adalah “tools” untuk membuat sebuah komposisi (lagu).

    Ibarat kalau tukang jahit , dulu orang harus ngukur pake meteran dll. maka sekarang tinggal capture gambar lalu scan. Maka jadilah komposisi yang diinginkan

    Sedangkan “source” sebagai tuntutan materi yang akan dibangun “know how” nya tidak diberi ruang bergerak yang seimbang.

    Karena itu pula orang menjadi terjebak “capture sana capture sini” sebab demand pasar (pragmatis) sudah membutuhkan suply yang cepat dan tinggi.

    Jadi memang tidak bisa dipungkiri…bahwa seolah-olah industri musik kita kualitasnya sudah “maju luar biasa” (terutama lewat audio systemnya)yang sudah sempurna / 100% absolute.Sebab segala kebutuhan standard estetika pop (tuning / tempo / harmony) dan lain-lainnya , sudah tinggal di “klik” lewat mouse saja.

    Bunyi2an musik menjadi seperti sekedar “mekanisme electronik” dia kehilangan sense of humanity-nya. Karena itupula ..lama2 terasa bising ditelinga. Sebab kuping kita masih kuping manusia bukan..? belum di kloning semua untuk jadi robot hehe..

    So…jangan salahkan generasi muda sekarang..tapi bongkar sistem regulasi industri (suply & demand) yang membuat semuanya menjadi seperti sekarang ini.

  13. Mas Jockie, apakah film kantata ini akan beredar di bioskop? DVD? saya masih inget waktu itu masih jadi anak muda belasan yang sangat terpukau sama kantata bahkan sampai sekarang

  14. Mas Ruudtje , rencananya sih ya beredar di bioskop . Tetapi mekanisme pastinya saya belum tau apakah akan menggunakan jalur 21 atau alternatif lainnya.

  15. im ur fans!

  16. Thanks

  17. mas..kapan Film kantata di putar dibioskop serentak…..
    dan apakah nanti diDVD kan dan dijual bebas..Trims…

  18. @bayan: Persisnya saya belum jelas mas , saya sendiri belum dapat informasi. Namun sepertinya juga akan dibuat DVD nya ,salam

  19. mas yockie,
    matur nuwun sudah dibahas film kantata-nya.
    kok mesakke yo, saya pikir sdh dapet honornya waktu maen film…
    lha kok gratisan…

    sukses terus mas,
    saya tunggu kantatanya..
    you’re the one and only the great Music director !

  20. kalo mesakno sama saya…kan tinggal saya kirimin kwitansi kosong aja, saya kirim kemana neh..kwitansinya ?

  21. Wah, soal filmnya ternyata sudah ditulis duluan di sini, hehehe. Maaf baru sempet beredar lagi. Jadi pertanyaan yang di posting Kantawa Takwa gak usah dijawab deh. :)

  22. hehehe nggak apa2 mas Totot.., ngomong2 boleh juga kalo ada waktu luang kita ngopi2 lagi ..hehehe..

  23. Siap Mas! Cuma sekarang-sekarang ini lagi sibuk banget di kantor sampai malam. Nanti kalau ada waktu lowong saya kabari. Di BSD Junction kayaknya lebih asyik ya, gak berisik seperti di SMS dulu. Sampai ketemu Mas!

    BTW nonton konsernya Faiz di Rolling Stones, 25 Juli?

  24. Wahhhhhh…..mas jsop ikut2an jaman Go-Blog yahhhh…(jangan dibaca goblok yahhh….heeeeee…)
    Sekedar informasi buat masyarakat Jogja dan sekitarnya.
    Film KANTATA TAKWA bakal diputer dalam JAFF (Jogja Asian Film Festival) 2008.
    Menurut jadwal yang diedarkan oleh panitia, Film Kantata Takwa diputer pada :

    Senin, 11 Agustus 2008 pukul 20.000 WIB [koreksi]

    Lokasi di Taman Budaya Yogyakarta (samping pasar Beringharjo).
    Infomasi lebih lanjut bisa dilihat di :

    http://www.jaff-filmfest.com

    Selamat menonton !!!
    Saya juga udah nunggu kapan film ini diputer…Sampe jumpa di sana.
    Moga2 mas jsop bisa hadir di sana :)

    matur nuwun

  25. Ya…saya nunggu ‘ticket’nya aja dikirim Gotot dari sana ..hehe (tolong bilangin ya..)

  26. wahh…..elok tenannn…
    akhirnya bisa nonton juga pilemnya.
    walopun sound dialog-nya agak nggremeng, untung ketolong ada teks londo inggris :)
    gimana kalo hasil editingnya kayak semula yakkk…..

    kabarnya njenengan hadir bareng mas gatot di TBY?

    sekali lagi….
    kalo berharap ada bentuk kreasi ekspresi persis KANTATA, sepertinya mustahil ada lagi.
    minjem sedikit dialognya Mas JABO,
    kembang mawar ga bakal bisa menjadi kembang sepatu
    sawung jabo pun ga bisa menjadi sawung galing…

  27. hehe.. koq kita nggak ketemu ya?

  28. Salam Oi Mas, kenalkan, saya Hio dari Solo. Senin 11 agts pukul 20.00 kemarin saya bareng-bareng temen-temen nonton film kantata takwa di Gedung LIP jogja. kapan ya.. vcd/dvdnya beredar… dan bisa dikoleksi. saya benar-benar merinding dan merasa kedinginan nonton film itu (maklum aja ruangannya gelap full ac dan nontonnya gratis dapat snak lagi)…seandainya layar screennya gede pasti lebih muarem…kayak benar-benar nonton konser kantata takwa 1991. terasa sekali atmofer berdesak-desakan…dan berjubel-jubelan

    temanku yang pernah nonton di senayan waktu itu (1991) pernah cerita kalau tidak salah harga tiket Rp 1500, dia datang ke senayan jam 2 siang, setelah konser bubar dia tidak bisa keluar karena orang masih berjubel di stadion. ya terpaksa tidur di stadion dan baru bisa keluar dari senayan pada jam 5 pagi.

    kayaknya bagus juga tuh film diputar di senayan lagi dengan big screen di senayan…syukur dengan hadirnya personel kantata takwa mesti di konser…yah nonton barenglah..

    mas jocky kalau ada informasi soal dvd/vcd tersebut tolong diinfokan di jsop.net ya… biar segera bisa berburu….

    tanggal 16 agustus besok ultah oi ke 9, kemungkinan mas jody juga hadir di Konser Bang Iwan di belakang rumahnya, apakah mas juga datang??

    buat patoel trim atas perjuangannya mencarikan tiket dan sego gorengnya….pedas tenan…
    trim juga buat mas jocky..salam oi…buat mas Bo, Mas Jody, Mas Rendra, Bang Iwan..trim

  29. Pengennya dateng pas pembukaan tapi invitation-nya ga sampe meja kerja :)
    Alhasil nonton yg hari senen di LIP. Kalo itu njenengan hadir lewat layar….lemu yo mas… :)

  30. mas Hio Ariyanto , salam kembali mas. Nanti kalau sudah dalam bentuk DVD pasti saya informasikan disini mas , namun sepertinya masih agak lama (beberapa bulan lagi). Sebab film tersebut “diwajibkan” untuk ditonton oleh kalangan2 terbatas dahulu sebelum oleh masyarakat umum. (Mahasiswa dan masyarakat civitas / sineas lainnya)

  31. mas PaToel , pantes kita nggak ketemu rupanya anda nontonnya hari senin sedangkan saya hari Sabtu nya. Kalau soal “lemu” , itu bukan kondisi sebenarnya mas…., tetapi salah Camera nya. :(

  32. dmn saya bisa membeli VCD/DVD film Kantata Takwa?
    trims

  33. ass mas jocky…..
    salam kenal….
    pa kbr mas???
    saya fadinant,saya mau tanya kapan film Kantata Takwa masuk 21?
    trus kira2 kapan VCD/DVD film Kantata Takwa beredar?
    saya tinggal di jakarata,dmn saya dapat menonton film Kantata Takwa?
    Saya ingin sekali mengoleksi…..

  34. salam juga mas fadinant , untuk sampai ke DVD sepertinya masih belum tau mas.

  35. mas, kapan film kantata takwa tidak di putar di bioskop2?
    cuma di kalangn terbatas saja mas?

  36. Untuk sementara waktu memang hanya bagi kalangan terbatas mas ,

  37. Sepertinya Tuhan sedang memberi kehangatan hidup pada saya akhir² ini.
    Hari-hari kemaren kembali aku bisa mendengarkan lagi lagu² Sawung Jabo dari album Kanvas Putih dan Buka Debu Jalanan, terakhir aku dengar lagu² itu sekitar tahun 1994.
    Dan sekarang Saya bisa chat di sini, di pertelon budaya.
    jsop=Jockie SuryoPrayogo?
    Mhn maaf baru tau ada blog ini. Salam Oi untuk semua
    Salam damai.
    Mas Jockie, mohon VCD/DVD Kantata Taqwa nya dipercepat peredarannya. KIta butuh semangat baru neh hehehe.
    Kalo bisa semua video konser Swami atau Kantata Taqwa dijadikan vcd/dvd mas. KIta butuh data untuk anak cucu kita hahaha.
    Boleh tau YM nya nda mas Jockie?
    YMku: rendra_mp@yahoo.com

  38. Mas Jocky…lama gapapa…yang penting Sabar-Sabar dan Tunggu , lha wong nunggu nonton film diputar aja lama banget….(1991-2008) tar kalau aku kesulitan beli di solo dan sekitarnya infokan juga tempat-tempat pembelian dvd/vcd tersebut…kalau perlu aku siap menjadi distributornya, tar aku tawarkan ke teman-teman oi di solo dan sekitar (beli bareng-bareng lah). trim ditunggu info selanjutnya

  39. mas jicky, mohon kalau film kantata takwa sudah dibuat dalam bentuk VCD dan telah beredar mohon di informasikan ya mas?
    VCD kantata takwa pasti dibuat kan mas???

  40. mas jocky, mohon kalau film kantata takwa sudah dibuat dalam bentuk VCD dan telah beredar mohon di informasikan ya mas?
    VCD kantata takwa pasti dibuat kan mas?

  41. Baik mas2…terimakasih atas apresiasinya

    YM saya: to_jokis
    salam.

  42. Mhn maaf, menurutku bang Iwan Fals gak setajam dulu lg lagu2nya.
    Sedih rasanya…Sangat sayang Swami dan Kantata bubar.
    “Kalo kata temen, kalo masuk TV itu bukan Iwan fals namanya” ahahah.
    Jujur aja dulu hidup terasa dikekang bagi siapapun yg pada waktu itu merasa menjadi seekor burung (Garuda). Dan kita bernyanyi diam² dg lagu² Iwan, Swami atau Kantata atau kegiatan² seni dan budaya yg laen, dg tujuan agar semangat kita tetap terus menyala di hati, mencoba terus hidup u/ mempertahankan idealis kita,
    yg suatu waktu nanti akan bisa diwujudkan. Walau entah kapan.
    Toh kata mas Willy (WS Rendra), “…Orang² harus dibangunkan, Kesaksian harus diberikan agar kehidupan bisa terjaga…”
    Salam.

  43. hal-hal semacam itu bukankah sebenarnya bisa anda sampaikan langsung kepada ybs. mas? Sayapun selalu merasa perlu dikritik bila ada hal2 yang mengganggu kenyamanan orang lain , tapi tentu saja saya juga punya hak jawab kan?

    Khusus mengenai Iwan , pernahkah anda sampaikan langsung kepadanya. Ingat lho mas..jangan sampai meng-kultuskan seseorang. Karena kita semua juga manusia bukan “malaikat” hehehe..

  44. Iya mas, huhuhu. Maaf jadi agak emosional jadinya hahaha.
    Mungkin gak sabar nunggu DVD nya Kantata neh :P

  45. ok deh mas…. terima kasih banyak, ditunggu VCD/DVD film kantata takwanya ya??? Salam hangat…

  46. sip..salam juga ya

  47. mas, boleh tau nomer HP mas Jockey ga???

  48. kalau boleh,berapa nomernya mas?

    –> anda bisa email saya untuk itu , salam :)

  49. Merdeka…!!!! Selamat Ulang Tahun ke-63 Indonesiaku, Selamat Ulang Tahun Ke-9 Oi, meski aku tak sempat hadir di ulang tahunmu di rumah Bang Iwan, tapi aku merasa puas menyaksikan penampilan mas jocky, mas jody, mas totok, mas inisri dan semuanya yang tampil di Konser Merdeka…salut…salut…benar salut…dan benar-benar puas meski hanya lewat TV nonton…trim juga buat mas Jocky yang sudah tampil di acara tersebut. Salam Oi…MERDEKA….!!!!

    –> maturnuwun mas

  50. Merdeka! Semoga Indonesiaku bangkit!
    Halo Mas JSOP.. Selamat buat film KANTATA TAKWA-nya.
    Sudah sekian lama saya menunggu apa ada rencana kalau KANTATA TAKWA akan difilm-kan.
    Mas kebetulan saya tinggal di Australia. gimana caranya saya bisa dapat copy dari film ini?
    kalau boleh tolong kabari saya di emirfaizal@hotmail.com

    Terima kasih banyak mas. mungkin suatu saat saya bisa menggunakan film ini untuk memperkenalkan kedunia luar bahwa di Indonesia ada musisi kaliber yg menciptakan lirik dan musik yg luar biasa.

    OK mas semoga tetap jaya dan jangan pernah berhenti berkarya.

    Emir

  51. Salam Merdeka juga mas Emir , terimakasih atas apreasinya .
    Mohon doanya saja agar saya sehat2 selalu , nggak lebih dari itu mas .

    jsop

  52. assalamualaikum wr.wb
    apa kabar bang yoki. aku ada usul nih. dari pada aku penasaran gak bisa lihat film/cuplikan film kantata takwa, gimana diskusi tentang film KANTATA TAKWA di tayangkan di acara KICKANDY Metro tv? soalnya tiap kali dapat kabar ada pemutaran dan diskusi film KANTATA TAKWA selalu diadakan di pulau jawa. bagaimana aku yang ada di palangka raya bisa ikut. menuju kota itu tempat acara ya perlu biaya tidak sedikit. bagaimana nih bang?
    wassalamualaikum wr.wb

  53. Ide bagus bung Huda_pky , sayang metro teve bukan saya punya ..jadi saya nggak berhak menentukan hehehe..!:) salam .

  54. Sugeng Riyaya mas…”kupat duduhe santen-sedoyo lepat nyuwun pangapunten ….. ”
    Koq nggak nulis tentang hari istimewa ini mas…?

  55. abang2 kantata kapan lagi nih film nya di tayangin??saya belom nonton nih,cz masih sibuk kerja!hehehee…

    ditunggu kabarnya ya abang2!!

  56. sip mas ariadi

  57. met siang mas…
    dulu aku pernah punya album suket, tp sekarang ga tau kemana.
    Apakah aku bisa mendengarkan lagu-lagunya lagi mas ?

    terimakasih…

  58. ass,
    pa kbr mas?
    saya mau tanya,
    kpn nh Film Kantata Takta dibuat VCD/DVD?

    trus Kantata Takwa da rencana buat konser lagi ga?
    Seperti Kesaksian 2003?
    Tq ya mas

  59. alamat e-mail mas joky pa mas??

  60. mas ronald saya memang pengen transfer album tsb ke wav.file , tapi belum sempat2 hehehe..

  61. @mas fadinant ,

    Konser Kantata? wah..saya juga sebenarnya sudah pengen bgt mas , namun rupa2nya cuaca masih belum mengijinkan . (masih mendung…banyak petir/geledek liar..) hehehe

  62. Assalamualaikum wr. wb
    dah lama neh ga mampir mas…gimana kabarnya? aga telat neh posting. Tgl 27 bulan lalu alhamdulillah saya bisa nonton film Kantata Takwa juga di bioskop…wah bener-bener terobati rasa kangen saya mas…lihat mas JSOP dkk di film itu rasanya ingatan saya kembali lagi ke tahun 90an. meskipun umur saya waktu itu (tahun 90)sekitar 8 tahunan tapi hapal banget lagu-lagu Kantata-Swami…kaya anak-anak yg nyanyi sama bang Iwan di film itu hehehe.
    Yg jelas filmnya keren abis…jadi kangen sama album baru+konsernya Kantata. sukses aja deh ya mas…ditunggu kelanjutan proyek Kantata-nya

    Wassalam

    Aftar Ryan

  63. waalaikumsalam mas aftar , alhamdullilah saya sehat2 , terimakasih .
    Alhamdullilah juga seneng dengan film Kantata hehe,,
    Berarti usia anda sekarang 28’an ya mas , udah punya buntut blom ?

  64. Yups..usia saya sekarang 27 mas,tapi belom punya buntut hehehe…
    oiya gimana proyek sama mas Inisisri, katanya sempet latihan berdua…wah dahsyat tuh kalo sampe jadi album :D

  65. assalamualaikum…ni sama mas jocky ya…lam kenal mas,aku adalah penggemar berat kantata,janganlah ditelan waktu para jawaraku…aku rindu gelegar kebenaran yang engkau pekikan…aku merindukanmu…
    mas aku pengen dvd film kantatanya dong…aarraghh..rugi besar aku belum nonton………

  66. diantara kebisingan mulut2 kemunafikan..terdengar samar2..suara kebenaran yang keluar dari nurani yang ikhlas…oh kantataku..aku rindu

    –> terimakasih atas atensinya mas adiirawan .

  67. di mana bisa dapetkan DVD/VCD film Kantata Takwa ini mas Jocky?

  68. berarti filmnya udah diputar di bioskop ya mas?

  69. aku menonton kantata taqwa di senayan merupakan pengalaman yang tak terlupakan. pertama kali menyaksikan sekumpulan maestro dan musisi legenda Indonesia.sendiri aku mengejar dari Bandung ke Senayan. di konser ini juga aku menemukan seorang sahabat yang menyelamatkan aku dari segumulan manusia yang tidak puas dengan keadaan. ribut dan tawuran dihadapan rajawali! indah nian persahabatan disaksikan oleh sebuah pagelaran akbar tanah air. terima kasih sahabatku ‘IPUNG’ yang kini entah dimana. engkau tetap sahabatku. terima kasih kantata taqwa yang sudah mempertemukan dua jiwa yang berbeda. semoga Allah masih memeberikan kesempatan kepadaku untuk menikmati sebuah karya yang megah seperti kantata takwa… Bravo Iwan fals… tanpamu Kantata taqwa kurang gereget….

  70. Perjuangan harus sampai pada titik kebahagian, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata2,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara